KJRI Los Angeles Minta WNI Terdampak Kebakaran ke Tempat Resmi

baraNews

Kamis, 16 Januari 2025 - 17:16 WIB

50508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles mengingatkan supaya WNI yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Los Angeles, California, untuk hanya mengungsi ke tempat-tempat resmi.

“Kami menyarankan supaya (WNI terdampak) bisa ke shelter resmi karena fasilitas yang pasti lebih baik, kemudian (mereka) bisa terdata dan mendapat informasi terbaru, dan pasti dapat bantuan,” ujar Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Los Angeles Afina Burhanuddin seperti dikutip dari Antara, Rabu (15/1/25).

Tempat-tempat pengungsian yang didirikan pemerintah setempat melalui kerja sama dengan Palang Merah Amerika Serikat terbuka untuk semua warga yang terdampak tanpa membedakan kewarganegaraannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsul Afina pun memastikan sejumlah WNI yang terpaksa mengungsi akibat terdampak karhutla telah mengakses pusat pengungsian yang disediakan pemerintah setempat.

Sejauh ini terdata 163 WNI, baik masyarakat diaspora maupun pelajar, yang terdampak kebakaran lahan di Los Angeles, kata dia, sembari menambahkan bahwa KJRI Los Angeles turut menyiapkan tempat pengungsian dan persediaan logistik bagi yang membutuhkan.

Selain di tempat pengungsian pemerintah, ada pula WNI yang mengungsi di rumah saudara dan kerabat, hotel, ataupun mencari tempat tinggal sementara baru, kata dia.

Ia juga menyebut bahwa sejumlah WNI yang menderita kerugian material namun tak memiliki asuransi diarahkan untuk mengakses layanan Dinas Manajemen Darurat Federal AS (FEMA) untuk mendapat bantuan.

KJRI Los Angeles senantiasa mengimbau WNI untuk selalu mengikuti arahan otoritas mengingat sejumlah lokasi masih ditetapkan sebagai zona darurat karhutla oleh pemerintah setempat, ucap dia.

Kebakaran hutan mematikan di Los Angeles yang berlangsung sejak 7 Januari 2025 melanda lebih dari 40.000 hektare lahan dan mengakibatkan sekitar 12.000 bangunan rusak. Dilaporkan korban tewas akibat bencana alam ini mencapai 25 orang per 14 Januari 2025.

(ndt/hn/nm)

Berita Terkait

BREAKING NEWS: KBRI Riyadh Keluarkan Imbauan Keamanan untuk WNI di Arab Saudi
Munas Paling Visioner: SWI Siapkan Gerakan Sosial dan Hijau Skala Nasional
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Interpol RI Lacak Jejak Perdagangan Bayi hingga Singapura, 17 Bayi Sudah Terkirim
Momen Bersejarah, Prabowo Siap Pidato di PBB Lanjutkan Jejak Diplomasi Sang Ayah
Tiba di New York, Presiden Prabowo Siap Pidato Perdana di Sidang Umum ke-80 PBB
Suporter Timnas Siap Tempuh Aksi Cap Jempol Darah Dukung Protes PSSI soal Wasit Kualifikasi Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:51 WIB

Sekda Pasbar Melayat ke Rumah Duka Korban Banjir Alahan Mati

Sabtu, 18 April 2026 - 09:28 WIB

Sungai Batang Air Haji Keruh, di dunga kuat Akibat Tambang Emas ilegal yang beroperasi tanpa pengawasan

Kamis, 16 April 2026 - 04:15 WIB

Komisi IV DPRD Pasaman Barat, Apresiasi Dinas Arsip

Rabu, 15 April 2026 - 13:57 WIB

Sekda Pasaman Barat Tinjau Pencarian Warga Terseret Air Bah di Simpang Alahan Mati

Rabu, 15 April 2026 - 06:27 WIB

Polres Pasaman Barat Gelar Latihan Dalmas, Tingkatkan Kemampuan Pengendali Massa Personel

Rabu, 15 April 2026 - 06:17 WIB

Seleksi Calon Paskibraka Pasaman Barat Tahun 2026, Sekda Doddy San Ismail : Tekankan Karakter dan Integritas

Rabu, 15 April 2026 - 02:57 WIB

87 Nagari di Pasaman Barat akan melaksanakan Pilwana tahun 2026

Minggu, 12 April 2026 - 06:54 WIB

Anggota DPRD Pasaman Barat Melaksanakan Kunjungan Kerja ,Konsultasi Ke Dinas PU Pasaman

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

Sekda Pasbar Melayat ke Rumah Duka Korban Banjir Alahan Mati

Sabtu, 18 Apr 2026 - 13:51 WIB