JAKARTA | Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya, Hercules Rosario Marshal, melontarkan kritik terbuka dan bernada keras kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Kritik tersebut berkaitan dengan persoalan sengketa lahan yang menyeret organisasinya di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Hercules di hadapan awak media dengan nada tinggi dan emosi yang meluap. Mengenakan kemeja kotak-kotak, ia tampak berbicara lantang sambil beberapa kali mengacungkan jari telunjuk sebagai penekanan. Di belakangnya, sejumlah anggota organisasinya berdiri mendengarkan. Kalimat “tau diri kau” yang dilontarkan Hercules kepada Menteri yang akrab disapa Ara itu menjadi sorotan utama dalam video tersebut.
Hercules mempersoalkan kebijakan kementerian perumahan terkait status lahan yang menurutnya telah dikelola pihaknya. Ia menilai pemerintah tidak memahami kondisi lapangan dan justru mengambil langkah yang merugikan organisasinya. Dalam pernyataannya, ia meminta Menteri Ara untuk menghargai keberadaan kelompoknya dan tidak mengambil keputusan sepihak terkait lahan yang menjadi objek sengketa.
Perseteruan ini mencuat di tengah upaya pemerintah menata kawasan perumahan dan permukiman serta menertibkan penguasaan lahan yang bermasalah. Kementerian yang dipimpin Maruarar Sirait diketahui tengah gencar melakukan penataan aset dan lahan untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah. Langkah tersebut kerap bersinggungan dengan klaim penguasaan lahan oleh berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan.
Video berisi amarah Hercules tersebut beredar luas pada 24 Oktober 2026 dan langsung menyita perhatian publik. Gaya komunikasi Hercules yang frontal dan konfrontatif memicu perdebatan. Di satu sisi, pernyataannya dianggap sebagai bentuk pembelaan organisasinya, di sisi lain, cara penyampaian kritik kepada seorang menteri aktif dinilai tidak pantas dan merendahkan wibawa pemerintah.
Sosok Hercules sendiri bukan nama baru dalam dinamika organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Ketua GRIB Jaya itu dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh dan kerap terlibat dalam isu-isu pertanahan dan pengamanan. Sementara Maruarar Sirait merupakan politisi yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengurusi sektor perumahan rakyat yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan.
Hingga video tersebut beredar, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terkait tanggapan atas kritik yang dilontarkan Hercules. Publik menanti langkah pemerintah dalam menyikapi persoalan ini, terutama terkait kepastian hukum atas status lahan yang dipersoalkan dan penegasan wibawa negara di hadapan tekanan organisasi kemasyarakatan. (*)

































