Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan

baraNews

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:48 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 25 Oktober 2026 – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, melontarkan kritik tajam terhadap jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah diskusi mendalam, Mahfud menyoroti adanya kesenjangan yang lebar antara visi yang dituangkan Prabowo dalam bukunya sebelum menjabat dengan realitas praktik bernegara yang terjadi saat ini.

Mahfud memaparkan sejumlah catatan kritis terkait komitmen awal Prabowo mengenai supremasi hukum, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi. Ia merujuk pada pemikiran Prabowo yang secara eksplisit menekankan perlunya strategi yang benar, manajemen pemerintahan yang baik, serta pemerintahan yang bersih untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman kehancuran. Namun, menurut Mahfud, kondisi demokrasi saat ini justru menunjukkan pelemahan, terutama dengan minimnya fungsi kontrol atau check and balance dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap kebijakan-kebijakan strategis pemerintah.

Dalam analisisnya, Mahfud menyoroti beberapa kebijakan yang dianggap tidak transparan dan berpotensi membebani rakyat, seperti perjanjian kerja sama internasional serta pengadaan kendaraan operasional dari luar negeri yang dilakukan tanpa melalui persetujuan DPR. Fenomena ini, menurut Mahfud, memperlihatkan gejala autocratic legalism, di mana hukum cenderung digunakan hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa melibatkan aspirasi publik secara memadai. Kritik ini disampaikan dengan harapan agar pemerintah kembali pada prinsip-prinsip dasar yang pernah dijanjikan demi kemajuan bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Mahfud juga menyoroti melemahnya daya kritis di lingkungan kampus serta maraknya teror terhadap aktivis yang dinilai belum dituntaskan oleh aparat penegak hukum secara serius. Ia mengingatkan bahwa pengabaian terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan hukum akan berdampak buruk bagi masa depan negara. Pernyataan ini disampaikan melalui konten yang dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Lovers, sebagai bentuk evaluasi terhadap arah kebijakan nasional di bulan ke-18 masa pemerintahan. (*)

Berita Terkait

Hercules Rosario Marshal Melontarkan Kritik Keras kepada Menteri Perumahan Ara Soal Sengketa Lahan
Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Mentan Laporkan Capaian Ketahanan Pangan di Sidang Kabinet
Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum
Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin
Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis
Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah
Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules
Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Hercules Rosario Marshal Melontarkan Kritik Keras kepada Menteri Perumahan Ara Soal Sengketa Lahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Mentan Laporkan Capaian Ketahanan Pangan di Sidang Kabinet

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Berita Terbaru