Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules

baraNews

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:48 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Nama Hercules kembali mencuat dalam pusaran kasus hukum yang melibatkan pengembang besar PT Summarecon Agung. Sosok yang dikenal luas ini memberikan klarifikasi terkait penyitaan uang senilai Rp800 juta oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang sebelumnya disebut-sebut sebagai bagian dari aliran dana terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. Dalam keterangannya yang disampaikan pada 20 Oktober 2026, Hercules secara tegas menepis tudingan adanya praktik suap dan melabeli uang tersebut sebagai “uang persahabatan”.

Hercules mengklaim bahwa ratusan juta rupiah tersebut diterima dari tim pengacara Summarecon dalam dua kali pertemuan. Menurut keterangannya, dana tersebut diserahkan bukan sebagai pelicin birokrasi, melainkan sebagai biaya jasa untuk memediasi tim hukum ahli waris dengan pihak pengembang guna penyelesaian sengketa tanah serta proses pencabutan blokir sertifikat. Hercules berdalih bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan praktik suap yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Langkah pengembalian uang kepada KPK ini memicu beragam respons publik, termasuk dari praktisi hukum Boyamin Saiman yang menyoroti kerumitan posisi Hercules dalam perkara ini. Secara kritis, Boyamin menilai bahwa meskipun klaim “uang halal” dilontarkan, keberadaan dana tersebut di tengah pencairan anggaran miliaran rupiah oleh pihak pengembang untuk pengurusan lahan berpotensi menjebak pihak-pihak yang terlibat ke dalam ranah tindak pidana gratifikasi. Fenomena ini pun menyisakan tanda tanya besar terkait integritas mediasi yang kerap menggunakan jalur non-formal dengan imbalan finansial yang fantastis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik kini menanti transparansi KPK dalam membedah alur dana tersebut. Apakah uang ini murni bentuk iktikad baik sebagai biaya jasa mediasi, ataukah hanya instrumen kamuflase untuk melancarkan kepentingan korporasi di balik sengketa tanah yang terus bergejolak. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi aparat penegak hukum untuk tidak hanya fokus pada pelaku di level birokrasi, tetapi juga menelusuri aktor-aktor di balik layar yang kerap memanfaatkan kedekatan relasi untuk mengaburkan fakta hukum. (*)

Berita Terkait

Hercules Rosario Marshal Melontarkan Kritik Keras kepada Menteri Perumahan Ara Soal Sengketa Lahan
Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Mentan Laporkan Capaian Ketahanan Pangan di Sidang Kabinet
Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum
Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin
Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan
Babak Baru Penyidikan Korupsi Pemkab Klaten: KPK Amankan Bukti Elektronik dan Uang Ratusan Juta dari Tiga Lokasi Strategis
Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah
Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Hercules Rosario Marshal Melontarkan Kritik Keras kepada Menteri Perumahan Ara Soal Sengketa Lahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Mentan Laporkan Capaian Ketahanan Pangan di Sidang Kabinet

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Budaya Menjilat Kekuasaan Dinilai Jadi Ancaman Demokrasi dan Penegakan Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kritik Tajam Kepemimpinan, Mahfud MD dan Muhammad Sobari Soroti Krisis Otentikasi Pemimpin

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Prabowo Didesak Mundur: Mahfud MD Soroti Disparitas Antara Komitmen Awal dan Realita Pemerintahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Bawa Massa ke Kementerian ATR/BPN, Hercules Peringatkan Maruarar Sirait dan Nusron Wahid soal Kasus Sengketa Tanah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Uang Persahabatan? Menguak Polemik Aliran Dana Rp800 Juta dari Tim Pengacara Summarecon kepada Hercules

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemerintah Tegaskan Akan Setop Ekspor Gas Bumi ke Negara yang Tidak Hargai Indonesia

Berita Terbaru