Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

baraNews

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

50161 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAAT SUNDA – Di tengah ancaman nyata erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih bertahan di Level III atau Siaga, PT ASDP Indonesia Ferry justru tetap mempertahankan operasional penyeberangan di lintasan vital Merak-Bakauheni. Meski aktivitas vulkanik berupa erupsi terus-menerus dan ancaman aliran lava disertai lontaran batu pijar kian mengkhawatirkan, otoritas penyeberangan bersikukuh bahwa layanan masih dalam kondisi normal.

Keputusan untuk tetap menjalankan kapal di perairan Selat Sunda ini memicu pertanyaan serius terkait standar keselamatan bagi ribuan penumpang yang melintas setiap hari. Pihak operator beralasan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan koordinasi dengan instansi terkait dan pemantauan ketat terhadap cuaca serta aktivitas vulkanik. Namun, kenyataan bahwa gunung tersebut masih menunjukkan aktivitas erupsi aktif seharusnya menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa dianggap remeh oleh pihak pengelola jasa transportasi.

ASDP berdalih bahwa langkah ini didasarkan pada rekomendasi otoritas berwenang, namun mereka juga mengaku siap melakukan penyesuaian operasional jika kondisi perairan berubah drastis atau mengganggu keselamatan pelayaran. Hingga Senin, 7 September 2026, belum ada penghentian layanan, meskipun pengawasan di lapangan diklaim telah diperketat. Pengguna jasa penyeberangan kini hanya diminta untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas, sembari memantau informasi resmi jika sewaktu-waktu terjadi perubahan situasi yang memaksa penutupan jalur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keselamatan penumpang seharusnya menempati prioritas absolut di atas kelancaran arus logistik maupun mobilitas masyarakat antara Jawa dan Sumatera. Mengingat potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tidak bisa diprediksi, ketergantungan pada evaluasi situasional dinilai masih sangat rentan. Publik menanti ketegasan dari pihak otoritas untuk tidak ragu segera menghentikan pelayaran jika indikasi bahaya meningkat, demi menghindari risiko yang tidak diinginkan di jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia ini. (*)

Berita Terkait

Surat Terbuka Beni Sihotang kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Tender Jargas diminta Fair
Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik
FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?
Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:44 WIB

Semua Cinta untuk Nakla, Polwan dan Bhayangkari Polres Bulukumba Jenguk dan Doakan Nakla.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Pemerintah Pusat Turut Bertanggungjawab Atas Anjloknya APBD Kab Siak Hampir Ro. 1 Triliyun Pendidikan Kesehatan Infrastruktur Terancam jadi Korban!!!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gencarkan Komsos dan Edukasi Hukum, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Terima Penyerahan Sukarela 1 Pucuk Senjata Api Rakitan dari Warga Perbatasan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Tegakkan Disiplin dan Minimalisir Pelanggaran, Kumdam XIV/Hasanuddin Gelar Penyuluhan Hukum di Kodim 1411/Bulukumba

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:19 WIB

BABINSA BONTO TIRO LAKUKAN PULDATATER DI DESA BONTOTANGNGA JAMIN VALIDASI DATA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:15 WIB

Hadiri Dialog Publik, Kapolres Bulukumba Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan 110 Polri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:19 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Tinjau Kesiapan KDKMP Palambarae, Kasdam XIV/Hasanuddin Lakukan Verifikasi dan Validasi di Kodim 1411/Bulukumba

Berita Terbaru