Probolinggo | Seorang pelaku begal, SA (33), warga Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, babak belur dihajar korbannya sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian. Kejadian tersebut terjadi di Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, pada Jumat (31/10/2025). Sementara itu, rekan pelaku berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran pihak berwajib.
Kapolsek Krejengan, Iptu Miftahol Rahman, menjelaskan bahwa insiden pembegalan bermula ketika korban bernama Danil hendak menjemput rekannya di Desa Temenggungan untuk joging bersama sesama atlet FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia). Saat tiba di lokasi kejadian, tepatnya di Blok Curah Dusun Krajan, Desa Temenggungan, korban yang hendak memutar arah tiba-tiba dipepet oleh dua pelaku yang berboncengan.
“Kedua pelaku mengancam korban dengan mengeluarkan celurit dan menodongkan pistol. Ancaman itu membuat korban sempat ketakutan,” ujar Iptu Rahman. Dalam kondisi terancam, korban menyerahkan sepeda motornya kepada salah satu pelaku, MS, yang langsung membawa kabur motor tersebut.
Namun, saat pelaku SA hendak melarikan diri menggunakan motornya, korban dengan sigap menarik pegangan motor pelaku hingga membuatnya terjatuh. “Pelaku oleng, terseret, dan akhirnya jatuh. Korban kemudian mengajak pelaku duel sampai terjadi adu jotos. Beruntung, warga sekitar datang membantu hingga pelaku berhasil diamankan,” jelas Iptu Rahman.
Saat ini, pelaku SA berikut barang bukti berupa sepeda motor Verza tanpa nomor polisi (nopol) dan pistol jenis soft gun telah diamankan di Polsek Krejengan. Pelaku sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan akibat luka-luka sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Probolinggo untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Krejengan menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo untuk mengembangkan kasus ini, termasuk melacak lokasi lain tempat pelaku beraksi. “Satu rekan pelaku masih dalam pencarian. Kami akan terus melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku yang melarikan diri,” pungkas Iptu Rahman.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan jalanan, terutama di wilayah Probolinggo. Korban yang berani melawan serta kerja sama warga dalam menggagalkan aksi kriminal ini mendapat apresiasi dari kepolisian. (*)
































