113 Siswa di Agam Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis

baraNews

Kamis, 2 Oktober 2025 - 21:38 WIB

50426 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AGAM — Sebanyak 113 siswa dari sejumlah sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi sejak Rabu (1/10/2025) dan membuat puluhan siswa harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Para siswa dilaporkan mulai menunjukkan gejala mual muntah, pusing, hingga diare beberapa jam setelah menyantap menu nasi goreng yang disediakan dalam program MBG. Sebagian dari mereka dirawat di Puskesmas Manggopoh, sementara sisanya dirujuk ke RSUD Lubuk Basung. Hingga Kamis (2/10/2025), total 113 siswa tercatat menjalani perawatan akibat dugaan keracunan makanan.

Pemerintah Kabupaten Agam langsung merespons cepat dengan menggelar rapat koordinasi lintas instansi. Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Luthfi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sesuai dengan kesepakatan rapat tadi malam, Pak Bupati sudah menetapkan kasus ini sebagai KLB,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Pihaknya juga tengah melakukan pelacakan terhadap sekolah-sekolah lain yang ikut menerima pasokan makanan dari penyedia yang sama. Langkah ini diambil guna mencegah potensi kasus serupa terjadi kembali serta memastikan makanan yang akan dibagikan ke siswa benar-benar aman dikonsumsi.

Di sisi lain, muncul sorotan terhadap sistem pengelolaan program MBG, terutama terkait pengawasan kualitas bahan makanan dan proses distribusi. Banyak pihak menilai, penyediaan makanan dalam skala besar membutuhkan kualitas pengendalian yang ketat demi menjamin keamanan pangan para siswa.

Seorang dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menjelaskan bahwa risiko keracunan makanan dalam skala besar bisa terjadi jika proses pengolahan tidak memenuhi standar kebersihan dan kontrol yang memadai. Dari pemilihan bahan, penggunaan air, hingga proses memasak dan distribusi, semuanya harus diawasi ketat untuk mencegah kontaminasi yang bisa membahayakan kesehatan konsumen.

Pada kasus serupa di negara lain, sistem pengelolaan makanan sekolah umumnya dilakukan dalam skala terbatas dengan pengawasan yang ketat. Hal ini dinilai lebih efektif dalam menjaga kualitas makanan dan menekan risiko penyebaran penyakit akibat makanan tercemar.

Kasus di Agam menjadi pengingat bahwa program-program bergizi yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan pelajar tetap harus disertai dengan standar pelaksanaan yang baik. Pemerintah daerah kini tengah mengevaluasi ulang seluruh prosedur dalam program MBG, termasuk kerja sama dengan penyedia makanan.

Hingga kini, kondisi siswa yang dirawat dilaporkan mulai membaik. Namun, penyelidikan lebih lanjut terhadap penyebab pasti keracunan masih terus dilakukan, termasuk uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air yang digunakan dalam proses pengolahan.

Berita Terkait

Jumat Berkah XTC Indonesia Kota Cirebon, Wujud Nyata Kepedulian kepada Masyarakat
Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa
Jambore GTK PAUD Kabupaten Subang 2026 Resmi Dibuka, Sekdis Disdikbud Tekankan Tiga Pilar Pembangunan Pendidikan
DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan
Pesta Para Babi Development, Api Revolusi Perlawanan Dimulai
Dukung Kesehatan Siswa, Babinsa Koramil Soropia Dampingi Program Makan Bergizi Gratis
Sorotan Publik Soal Anggaran Sewa Helikopter Rp4 Miliar di Tengah Keluhan Jalan Rusak di Sumsel
Gudang Solar Diduga Ilegal di Permata Baru Ogan Ilir Masih Beroperasi, APH Diminta Bertindak

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:41 WIB

Sentuh 105 Jiwa, Koramil 01/Gantarang Hadirkan Sumber Air Bersih Lewat Sumur Bor 100 Meter

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:20 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda Hubungkan Dua Desa di Bulukumpa

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:34 WIB

Jumat Berkah, Sat Lantas Polres Bulukumba Salurkan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:47 WIB

Jumat Berkah XTC Indonesia Kota Cirebon, Wujud Nyata Kepedulian kepada Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:59 WIB

Tanamkan Nilai Keagamaan Sejak Dini, TK Negeri Pembina Ujung Bulu Rutin Shalat Dhuha Setiap Kamis

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:08 WIB

Dua Remaja Diamankan Polisi Usai Curi Motor di Parkiran Masjid di Bulukumba

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:35 WIB

Nekat Bakar Rumah untuk Hilangkan Jejak Usai Mencuri, Tiga Pria di Bulukumba Diringkus Polisi

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:25 WIB

TNI Bersama Warga Bangun Jembatan Gantung Bantuan Presiden Prabowo di Bulukumba

Berita Terbaru