Jakarta – Korlantas Polri mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk turut ambil peran sebagai pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. Ajakan ini bukan sekadar ajakan moral, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Wibowo menilai peran Gen Z sangat krusial, mengingat kelompok ini mendominasi jumlah pengguna jalan, terutama di wilayah perkotaan.
“Anak-anak muda harus menjadi pelopor keselamatan, tidak hanya di jalan raya tetapi juga dalam menyebarkan pesan positif di media sosial,” ujar Wibowo, Kamis (18/9/2025).
Menurut Wibowo, media sosial menjadi salah satu kanal yang bisa digunakan para pemuda untuk menularkan nilai-nilai keselamatan berkendara—mulai dari memakai helm, sabuk pengaman, hingga tertib rambu lalu lintas. Apalagi, perilaku berkendara Gen Z dinilai sangat mudah viral, entah karena aksi nekatnya atau justru positifnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap anggota polisi lalu lintas (Polantas) adalah wajah sekaligus representasi Polri di mata publik. Untuk itu, seluruh personel ditekankan untuk hadir di tengah masyarakat dengan profesionalitas, pendekatan humanis, serta menjunjung prinsip keadilan.
“Ini momentum penting saat Polantas memasuki usia ke-70. Saatnya kita memperkuat peran dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas),” jelas Wibowo.
Wibowo menyebut, keselamatan di jalan tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat. Dibutuhkan kesadaran kolektif, terutama dari kelompok usia muda yang selama ini paling aktif menggunakan kendaraan pribadi.
“Ini panggilan bagi kita semua untuk peduli. Bukan cuma sekadar kampanye sesaat, tapi komitmen jangka panjang untuk menyelamatkan nyawa di jalan raya,” ucapnya.
Selain itu, Korlantas Polri sebelumnya juga meluncurkan program Safety Week, sebuah gerakan masif yang menargetkan turunnya angka kecelakaan secara nasional. Program ini sejalan dengan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), yang menjadi panduan nasional dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas.
Lewat kombinasi pendekatan edukatif dan penegakan hukum yang tegas namun humanis, Korlantas berharap masyarakat—terutama Gen Z—bisa menjadi agen perubahan dalam menciptakan jalanan yang lebih aman bagi semua.































