Stok Aman 3,9 Juta Ton, Kepala Bapanas: Saatnya Bulog Genjot Penyaluran Beras

baraNews

Sabtu, 20 September 2025 - 08:33 WIB

50466 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas cadangan beras pemerintah (CBP) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menyebut CBP bukan hanya soal menumpuk stok, tetapi juga sebagai instrumen intervensi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan masyarakat.

“CBP berfungsi sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga, pasokan, dan akses pangan masyarakat,” ujar Arief dalam keterangannya, Jumat (19/9/2025).

Menurutnya, pengelolaan CBP yang dijalankan oleh Perum Bulog merupakan mandat resmi dari Bapanas sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“CBP harus dikelola dengan hati-hati, tidak hanya dari sisi kuantitas tapi juga kualitas. Beras yang disalurkan, baik untuk bantuan pangan, intervensi pasar, maupun penanganan bencana, harus selalu layak konsumsi dan memenuhi standar mutu,” tegas Arief.

Ia menambahkan, keberadaan Perpres 125/2022 juga telah memperkuat sinergi antara Bapanas dan Perum Bulog dalam menjalankan fungsi stabilisasi pangan. Dengan dasar hukum ini, CBP diarahkan sebagai alat kebijakan yang berfungsi langsung untuk menjaga daya beli rakyat dan mengendalikan inflasi, khususnya inflasi sektor pangan.

“Kalau stok beras hari ini mencapai 3,9 juta ton dan itu sangat aman, maka melihat dinamika pasokan dan harga sekarang, saatnya Bulog terus menggencarkan penyaluran, baik itu untuk program SPHP, bantuan pangan, maupun penanganan bencana,” ujar Arief.

Sepanjang tahun 2025 hingga 17 September, Arief menyebut total realisasi penyaluran CBP telah mencapai 798,8 ribu ton dengan rincian:

  • Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan): 374,8 ribu ton
  • Beras bantuan pangan (alokasi Juni dan Juli): 365,5 ribu ton
  • Program golongan anggaran: 60,1 ribu ton
  • Tanggap darurat: 418 ton

Pemerintah juga memastikan keberlanjutan program bantuan pangan beras untuk Oktober dan November, masing-masing sebanyak 365,5 ribu ton. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada 18.277.083 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

“Apabila dibutuhkan, nantinya bantuan pangan beras bisa tetap berlanjut di Desember, sesuai hasil evaluasi pemerintah,” tutup Arief.

Saat ini, CBP menjadi garda terdepan dalam penguatan sistem pangan nasional di tengah tantangan cuaca ekstrem dan ketidakpastian global. Pemerintah menekankan pentingnya kepercayaan publik yang dibangun melalui penyaluran beras yang tepat sasaran dan berkualitas.

Berita Terkait

Surat Terbuka Beni Sihotang kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Tender Jargas diminta Fair
Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik
FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:29 WIB

PHK Sepihak Eks Manajer PT NHM, PA-Malut Desak Perusahaan Bayar Hak Pekerja Rp 14,7 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 18:26 WIB

PA-MALUT Berencana Mendorong Kasus Hibah KPU tikep di KPK dan Kejagung

Rabu, 16 September 2026 - 16:29 WIB

Perkuat Nilai Kebersamaan, Ketum Dulur Sikep Nyawi Bawa Semangat “Urip Ya Urup”

Minggu, 6 September 2026 - 18:32 WIB

Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 17:08 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!

Jumat, 4 September 2026 - 19:20 WIB

Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan

Berita Terbaru