Polda Metro Jaya Bantah Persulit Keluarga Besuk Tahanan Kasus Aksi Ricuh

baraNews

Sabtu, 20 September 2025 - 08:05 WIB

50487 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan tidak pernah mempersulit keluarga atau pendamping hukum yang ingin membesuk para tahanan terkait kasus dugaan provokasi aksi ricuh di Jakarta pada akhir Agustus 2025 lalu.

Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya keluhan dari sejumlah pihak yang menyebut akses kunjungan tahanan dibatasi, bahkan ditutup secara sepihak oleh pihak kepolisian.

“Pihak keluarga yang membesuk tidak dipersulit,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya yang dikutip dari laman SinPo, Jumat (19/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Brigjen Ade menjelaskan bahwa prosedur kunjungan terhadap tahanan tetap mengacu pada aturan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di institusi kepolisian. Selama pihak keluarga maupun pendamping hukum mengikuti aturan dan jam besuk yang telah ditentukan, tidak akan ada kendala dalam melakukan kunjungan.

“Ada aturannya ya, ada tata cara, dan ada jam besuknya yang harus ditaati,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pihak dari kalangan pendamping hukum dan keluarga tersangka menyuarakan keberatan terkait kunjungan yang disebut mereka “ditutup tanpa penjelasan”. Mereka adalah Delpedro Marhaen (Direktur Lokataru Foundation), Muzaffar Salim (staf Lokataru), Syahdan Husein (admin Gejayan Memanggil), dan Khariq Anhar (admin Aliansi Mahasiswa Penggugat).

Keempatnya merupakan tersangka dalam kasus dugaan penghasutan dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh. Mereka dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk:

  • Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan
  • Pasal 45A ayat 3 jo Pasal 28 ayat 3 UU ITE
  • Pasal 76H jo Pasal 15 jo Pasal 87 UU Perlindungan Anak

Polda Metro Jaya menegaskan proses hukum tetap berjalan sesuai koridor dan hak-hak para tahanan tetap dihormati, termasuk kunjungan dari keluarga dan kuasa hukum yang sah.

Meski sempat muncul sorotan dari sejumlah LSM dan kelompok sipil, pihak Polda menyatakan tetap terbuka terhadap pengawasan publik selama dalam batas prosedural.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap keempat tersangka masih berjalan dan penyidik terus mendalami peran masing-masing terkait dugaan penghasutan dalam aksi unjuk rasa yang berujung kekacauan di sejumlah titik di Ibu Kota.

Berita Terkait

Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!
Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN
KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR
Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang
PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terbaru