Massa Ojol dan Warga Ricuh di Depan Mako Brimob Kwitang, Buntut Tewasnya Affan Kurniawan

baraNews

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:15 WIB

50367 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Aksi unjuk rasa masyarakat dan pengemudi ojek online (ojol) kembali berlangsung di sekitar Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (30/8). Massa mencoba mendekat ke markas Brimob, namun upaya itu dihalangi personel TNI yang berjaga di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 14.25 WIB, massa terlihat berkumpul di depan Gedung Capitol, yang berdampingan dengan Mako Brimob. Situasi memanas ketika terjadi lemparan botol, disusul tembakan petasan ke arah Brimob. Dari barisan massa terdengar teriakan “pembunuh” yang diarahkan ke markas kepolisian tersebut.

Sementara itu, aparat Brimob tampak bersiaga dengan perlengkapan lengkap dan tameng. Hingga pukul 14.30 WIB, belum ada gas air mata yang ditembakkan. Massa kemudian didesak mundur oleh personel TNI, meski sebagian pedemo tetap bersorak keras, “Buka pintunya sekarang juga!”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kericuhan ini tak lepas dari insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan, setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Kepala Divisi Propam Polri Irjen Abdul Karim menyebut pihaknya telah mengamankan tujuh anggota kepolisian yang berada di dalam kendaraan tersebut.

“Tujuh pelaku, pertama berpangkat Kompol CDC, inisial C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J,” kata Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta, Kamis malam (28/8).

Aksi massa di Kwitang ini menjadi simbol meluasnya kemarahan publik terhadap dugaan penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat, sekaligus mempertegas sorotan tajam terhadap Polri di tengah gelombang desakan reformasi. (*)

Berita Terkait

Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan
Megawati Kritik Variasi Menu Program MBG dan Soroti Efisiensi Anggaran Daerah
Macan Kumbang Kelaparan Masuk Permukiman Warga di Batang
Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras
Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:29 WIB

BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Megawati Kritik Variasi Menu Program MBG dan Soroti Efisiensi Anggaran Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Macan Kumbang Kelaparan Masuk Permukiman Warga di Batang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Eks Menteri Agama Yaqut Qoumas Didakwa Korupsi Rp622 Miliar dari Kuota Haji Tambahan

Berita Terbaru