Desakan Mundur Kapolri Menguat Usai Ojol Tewas Terlindas Kendaraan Brimob, Lokataru Nilai Reformasi Polri Harus Total

baraNews

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:07 WIB

50403 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya mencuat setelah insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) terlindas kendaraan taktis Brimob Polri di Jakarta.

Tuntutan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, dalam konferensi pers bersama tim advokasi untuk demokrasi bertajuk “Darurat Kekerasan Polri, Pejabat Arogan, Aparat Beringas, Rakyat Jadi Korban” di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

“Lokataru memandang bahwa sekalipun Listyo Sigit sebagai Kapolri mencium seluruh kaki korban, itu tidak menggugurkan dosa hukumnya. Jadi kami mendesak agar Listyo segera mundur, dan Presiden Prabowo Subianto mencabut jabatannya,” kata Delpedro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menuntut pengunduran diri Kapolri, Lokataru juga mendesak adanya pemecatan polisi-polisi yang terlibat tindakan kekerasan terhadap massa aksi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Bukan hanya sebatas reformasi. Lokataru menuntut adanya pemecatan massal di kepolisian—mulai dari Kapolri, Kapolda, hingga aparat di lapangan—yang kerap terlibat bentrok dan menyebabkan jatuhnya korban,” ujarnya.

Delpedro juga menyoroti peran sejumlah anggota DPR yang dinilai memberikan pernyataan provokatif. “DPR juga harus memecat anggota-anggotanya yang memberikan provokasi atau pernyataan yang menyulut amarah publik,” tambahnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf terkait insiden yang menewaskan pengemudi ojol tersebut.

“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban, keluarga, serta seluruh keluarga besar ojol,” ucap Kapolri.

Peristiwa ini menambah panjang deretan kritik terhadap Polri, khususnya dalam penanganan aksi massa yang dinilai kerap berujung pada kekerasan dan jatuhnya korban dari kalangan sipil. (*)

Berita Terkait

Ketua Umum JARNAS Menyampaikan Isu TPPO yang Masih Terjadi Di Indonesia
PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Temuan Gas “Whip Pink”, Tegaskan Vape Pintu Masuk Narkoba
Smartrie Group Hadiri Forum Saudi–Indonesia Umrah Exchange 2026, Dorong Kepastian Regulasi dan Peningkatan Layanan Jamaah
Oragnisasi Kepemudaan Apresiasi Penganugerahan Bintang Jasa Utama Kepada Kepala BGN Dadan Hindayana
Kodaeral V Hadiri Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Kota Surabaya Tahun 2026
Prestasi, Disiplin, dan Sportivitas: XTC Academy Jateng Bersinar di KTI–JATIM
Evakuasi ATR 42-500 Rampung, Dirjen PSDKP Ipunk Kenang Pengorbanan di Medan Ekstrem Bulusaraung
Bukan Sekadar Edukasi, PWPA Kartini Tanamkan Nilai Empati Lewat Program Anti Bullying

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 20:05 WIB

Kerjasama Publikasi Disorot, Agus Kliwir : Maraknya Media Tak Profesional

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:15 WIB

Hadiri Penanaman Jagung, Kapolda Riau Laporkan Capaian Produksi di 2025

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:30 WIB

Bengkalis Digoyang! Polda Riau Ungkap Peredaran Heroin Besar-besaran, Dua Tersangka Ditangkap

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:22 WIB

AKPERSI Pekanbaru: Kritik Pendidikan Harus Berbasis Fakta, Pemerintah Kota Tetap Komitmen Majukan Sekolah

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:34 WIB

Klarifikasi Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kota Pekanbaru, Terkait Sertifikat Cakep dan Bantah Melakukan Intervensi Terhadap Rekan Pers

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:42 WIB

Agus Kliwir Warning Akun Medsos Ngaku Wartawan, Tak Penuhi Standar Pers

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:40 WIB

Viral Dugaan Pemilik Dapur MBG di Ogan Ilir Keluarkan Kata Tak Pantas, Publik Geram

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:52 WIB

Cinta Ditolak “Dibacok”, Ketua Bid. Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita Kecam Aksi Biadap

Berita Terbaru