Aksi Solidaritas Ojol di Pekalongan Ricuh, Gedung DPRD Terbakar

baraNews

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:22 WIB

50419 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan – Aksi unjuk rasa solidaritas driver ojek online (ojol) di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu (30/8/2025), berakhir ricuh. Massa yang semula menggelar doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan, ojol yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta, akhirnya terlibat bentrokan hingga memicu kebakaran di Gedung DPRD Kota Pekalongan.

Pantauan di lapangan, aksi dimulai dengan tabur bunga dan doa di Stadion Hugeng. Setelah itu, massa bergerak menuju jalur Pantura untuk mendatangi Mako Brimob Kalibanger, kemudian melanjutkan orasi di Lapangan Mataram.

Situasi yang awalnya tertib berubah tegang ketika massa masuk ke kompleks Kantor Wali Kota Pekalongan yang terletak di sisi barat Lapangan Mataram. Tak lama kemudian, api terlihat membakar Gedung DPRD serta pos Satpol PP di bagian depan. Belum diketahui secara pasti sumber api tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Massa menyerbu gedung DPRD, lalu muncul api yang membakar gedung dan pos Satpol PP. Suasana jadi kacau,” kata Suryono (50), warga sekitar.

Warga lain, Wanardi, menambahkan bahwa aksi massa juga merusak sejumlah fasilitas di Lapangan Mataram. “Mereka baru bubar ketika api makin membesar dan terdengar tembakan dari aparat,” ujarnya.

Asap putih yang diduga gas air mata terlihat mengepul di sekitar Lapangan Mataram. Massa pun kocar-kacir keluar dari lokasi setelah polisi menembakkan gas untuk membubarkan kerumunan.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menyayangkan aksi anarkis tersebut. Menurutnya, pedemo sebelumnya berjanji tidak merusak fasilitas pemerintahan.

“Kami belum bisa menghitung kerugian. Langkah utama sekarang adalah pemadaman api. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada korban jiwa,” ujar Nur.

Ricuhnya aksi di Pekalongan menambah rentetan protes serupa di berbagai daerah, sebagai buntut kasus tewasnya Affan Kurniawan yang memicu gelombang kemarahan di kalangan driver ojol dan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan
Megawati Kritik Variasi Menu Program MBG dan Soroti Efisiensi Anggaran Daerah
Macan Kumbang Kelaparan Masuk Permukiman Warga di Batang
Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras
Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:29 WIB

BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Megawati Kritik Variasi Menu Program MBG dan Soroti Efisiensi Anggaran Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Macan Kumbang Kelaparan Masuk Permukiman Warga di Batang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Eks Menteri Agama Yaqut Qoumas Didakwa Korupsi Rp622 Miliar dari Kuota Haji Tambahan

Berita Terbaru