Jakarta – Keberagaman suku bangsa menjadi salah satu kekayaan utama Indonesia sebagai negara kepulauan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 yang dikompilasi oleh IPUMS, lima suku terbesar di masing-masing pulau utama Indonesia menunjukkan pola persebaran penduduk yang menarik sekaligus mencerminkan dinamika migrasi dan sejarah sosial budaya.
Di Pulau Jawa, suku Jawa mendominasi dengan jumlah mencapai 75,7 juta jiwa, disusul Sunda (39,4 juta), Betawi (6,7 juta), Madura (6,5 juta), dan Tionghoa (1,5 juta). Hal ini mencerminkan kepadatan dan keragaman etnis yang tinggi di pulau paling padat di Indonesia.
Pulau Sumatera mencatatkan jumlah suku Jawa tertinggi di luar pulau asalnya, yaitu 15,2 juta jiwa. Selain itu, suku Melayu (12,3 juta), Batak (7,3 juta), Minangkabau (5,7 juta), dan Aceh (3,9 juta) menjadi kelompok besar di pulau ini.
Di Kalimantan, suku Banjar menjadi mayoritas dengan 3,8 juta jiwa, diikuti suku Jawa (2,6 juta), Dayak (2,5 juta), Melayu (1,5 juta), dan Bugis (736 ribu). Data ini menunjukkan perpaduan antara suku asli dan pendatang yang cukup seimbang.
Sementara di Sulawesi, suku Bugis menjadi kelompok terbesar dengan 4,7 juta jiwa, disusul Makassar (2,4 juta), Gorontalo (1,2 juta), Minahasa (1 juta), dan Buton (723 ribu). Persebaran ini mencerminkan kekuatan budaya lokal yang masih dominan di wilayah timur Indonesia.
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, suku Bali dan Sasak mencatat angka sama, masing-masing 3,05 juta jiwa, kemudian diikuti Atoni (927 ribu), Manggarai (727 ribu), dan Sumba (643 ribu).
Adapun di wilayah Maluku dan Papua, suku asli Papua menjadi mayoritas dengan 2,5 juta jiwa, diikuti suku asli Maluku (1,9 juta), pendatang dari Sulawesi (889 ribu), suku Jawa (602 ribu), dan pendatang dari Nusa Tenggara Timur (49 ribu).
Data ini menegaskan bahwa selain keberadaan suku asli di masing-masing pulau, perpindahan penduduk antarpulau turut memengaruhi struktur etnis di berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena ini terjadi akibat program transmigrasi, urbanisasi, serta faktor ekonomi dan sosial lainnya. (*)
































