Polisi Periksa Saksi Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Mimika, Klaim OPM Masih Didalami

baraNews

Selasa, 15 Juli 2025 - 00:18 WIB

50503 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mimika — Kepolisian Resor Mimika terus mendalami kasus pembunuhan seorang prajurit TNI yang terjadi di kawasan Bhintuka SP13, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Minggu (13/7/2025). Sejumlah saksi telah diperiksa, dan aparat gabungan TNI-Polri melakukan penyisiran di beberapa titik untuk mencari pelaku.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan didampingi unsur TNI, termasuk Polisi Militer (POM). Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan satuan TNI terkait untuk mempercepat proses identifikasi dan penangkapan pelaku.

“Kemarin kami sudah melakukan olah TKP, didampingi unsur TNI dari POM. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak Batalyon, dan sudah memeriksa beberapa saksi. Proses pendalaman terhadap kasus ini masih terus berjalan,” ujar Billyandha, dikutip dari laman Papua60detik, Senin (14/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasca kejadian, patroli gabungan dilakukan secara intensif oleh aparat keamanan di sejumlah titik strategis sekitar lokasi. Meski demikian, situasi di Mimika disebut masih aman dan terkendali.

Menanggapi informasi yang menyebut Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) berada di balik aksi tersebut, Kapolres meminta masyarakat untuk tidak langsung percaya dan menunggu hasil penyelidikan resmi.

“Terkait informasi yang menyebutkan pelaku berasal dari kelompok OPM, kami belum bisa memastikan. Jangan langsung percaya, bisa jadi itu hoaks. Kami masih mendalami apakah ini murni tindak pidana atau ada keterkaitan dengan kelompok tertentu,” ujarnya.

Meski muncul klaim dari pihak TPNPB-OPM melalui Juru Bicara Sebby Sambom yang menyatakan bahwa pembunuhan dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVIII Puncak Ilaga atas perintah Goliat Tabuni, polisi belum mengonfirmasi kebenaran pernyataan tersebut secara independen.

“Kami tidak ingin gegabah menyimpulkan pelaku sebelum ada bukti kuat. Saat ini kami terus bekerja sama dengan pihak TNI dan Satgas untuk mengusut kasus ini secara tuntas,” tambah Billyandha.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa secara umum kondisi di Kabupaten Mimika masih berada dalam situasi yang aman dan kondusif. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum diverifikasi.

“Pada prinsipnya, masyarakat tidak perlu khawatir. Kami menjamin keselamatan dan keamanan warga. Mimika sampai saat ini masih aman dan kondusif,” katanya.

Pihak kepolisian dan TNI masih terus mengembangkan penyelidikan, termasuk memverifikasi kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan tersebut. Komitmen untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah tetap menjadi prioritas, terutama di tengah meningkatnya tensi keamanan akibat serangkaian insiden bersenjata dalam beberapa tahun terakhir. (*)

Berita Terkait

Dukung Kesehatan Siswa, Babinsa Koramil Soropia Dampingi Program Makan Bergizi Gratis
Sorotan Publik Soal Anggaran Sewa Helikopter Rp4 Miliar di Tengah Keluhan Jalan Rusak di Sumsel
Gudang Solar Diduga Ilegal di Permata Baru Ogan Ilir Masih Beroperasi, APH Diminta Bertindak
Membangun Harapan dan Kebersamaan, Satgas Yonif 521/DY Hadir Bantu Perbaikan Rumah Warga di Distrik Kobakma
GPA Sultra Desak Mabes Polri Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Konawe
Gempar! Mayat pria tanpa busana ditemukan di hutan bakau, kondisi mengenaskan
Praktisi Hukum Nilai Walikota Tanjungbalai dan BKPSDM Tutup Mata Terhadap ASN yang Diduga Berpoligami Tanpa Izin
Wali Desa Sebagai Pondasi “INDONESIA MERCUSUAR DUNIA

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:32 WIB

Mahasiswa NTB Geruduk Kementerian ESDM, Desak Pemerintah Bongkar Stagnasi IPR

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:15 WIB

Dunia Industri Datang ke Sekolah: Siswa SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta Jadi Incaran BUMN

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:45 WIB

Ibu Muda Berjuang 12 Tahun Mencari Keadilan Atas Lelang Fiktif Bank Mega, Indikasi Diduga Pemalsuan Tanda Tangan Pada APHT

Senin, 27 April 2026 - 00:24 WIB

Cegah Kekerasan dan Aksi Anarkis, Pelajar dan Pemuda Gelar Diskusi Publik

Selasa, 21 April 2026 - 18:20 WIB

Pers Dilindungi UU, Tapi Legalitas Media Wajib Jelas! SMSI Kritik Keras Bagi Oknum Mengaku Wartawan

Selasa, 21 April 2026 - 18:04 WIB

Ucapan Prof Kiki Terkait Anwar Usman Dari Kampus Odong-odong Merupakan Penghinaan & Tidak Etis

Jumat, 17 April 2026 - 12:05 WIB

Penyalahgunaan Jabatan di Sektor Tambang Nikel: Jebakan Investasi dan Mafia Regulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:17 WIB

LAKSI Dukung Putusan Praperadilan & Mendesak KPK Memulihkan Nama Baik Indra Iskandar

Berita Terbaru