Video Promosi Borobudur Disorot Warganet, FPI dan Laskar Islam Geruduk Dinas Pariwisata

baraNews

Kamis, 5 Juni 2025 - 20:07 WIB

50679 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Magelang – Sebuah video promosi wisata Candi Borobudur yang diproduksi dan disebarluaskan melalui kanal media sosial resmi pemerintah menuai polemik dan kecaman dari berbagai kalangan, khususnya ormas Islam di Magelang, Jawa Tengah. Video berdurasi singkat tersebut menampilkan seorang anak kecil mengenakan kebaya khas budaya Hindu yang memperkenalkan kemegahan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia. Namun, yang menjadi sorotan tajam warganet bukan pada visual atau promosi pariwisatanya, melainkan narasi yang dianggap menyentil dan menyinggung umat Islam.

Dalam potongan video yang kini viral di berbagai platform digital, anak perempuan tersebut menyebut bahwa mengunjungi Candi Borobudur jauh lebih murah dibandingkan naik haji ke Mekkah. Pernyataan ini memicu polemik karena dianggap membandingkan secara tidak patut antara wisata budaya dan ibadah yang merupakan rukun Islam kelima. Narasi tersebut dianggap tidak sensitif terhadap keyakinan umat Muslim dan dinilai menyulut sentimen keagamaan yang tidak perlu.

Merespons viralnya video tersebut, ormas-ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), Forum Jihad Islam (FJI), dan Laskar Islam Magelang langsung melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pariwisata setempat pada Kamis, 5 Juni 2025. Massa yang berjumlah ratusan orang membawa spanduk dan poster bertuliskan kecaman terhadap isi video dan tuntutan agar pejabat yang bertanggung jawab segera dicopot. Mereka menilai video tersebut bukan hanya tidak sensitif, tetapi juga berpotensi merusak kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjalin harmonis di Magelang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi, Ustaz Farid Ahmad, dalam orasinya menyebut bahwa perbandingan semacam itu tidak pantas dilakukan, apalagi dalam konteks promosi wisata yang seharusnya netral dan inklusif. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan menuntut permintaan maaf terbuka dari pihak Dinas Pariwisata dan pembuat video tersebut. “Kami umat Islam tersinggung. Ibadah haji adalah rukun Islam, bukan komoditas yang bisa dibandingkan dengan wisata. Kami minta penanggung jawab ditindak,” ujarnya dengan tegas.

Aksi massa tersebut berlangsung cukup kondusif dengan pengamanan ketat dari aparat Polres Magelang. Sejumlah perwakilan demonstran kemudian diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang untuk melakukan dialog. Dalam pertemuan itu, pihak dinas menyatakan akan mengevaluasi konten promosi yang sudah beredar dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi mengenai apakah video tersebut akan ditarik dari peredaran atau tidak.

Sementara itu, warganet terus ramai memperbincangkan isu ini di media sosial. Banyak di antaranya yang mengecam narasi video tersebut dan meminta agar promosi pariwisata tidak dibumbui dengan perbandingan agama. Tagar #BorobudurSindirIslam dan #StopNarasiPemisah sempat menjadi trending topic di platform X (dulu Twitter) sepanjang Kamis sore.

Kontroversi ini kembali membuka diskusi publik soal batasan etika dalam produksi konten promosi pariwisata yang melibatkan unsur budaya dan agama. Pengamat komunikasi budaya dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Reni Susanti, menyatakan bahwa sensitivitas publik terhadap isu-isu keagamaan harus menjadi pertimbangan utama dalam produksi konten promosi. “Membandingkan kegiatan spiritual dan ibadah dengan destinasi wisata, betapapun niatnya promosi, sangat tidak elok. Ini pelajaran besar bagi semua pihak agar lebih bijak dan sensitif,” ujarnya dalam wawancara terpisah.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pembuat video maupun kementerian terkait. Dinas Pariwisata Magelang hanya menyatakan bahwa mereka akan melakukan koordinasi dengan pihak pembuat konten serta memanggil tim kreatif untuk dievaluasi. Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat dan lintas agama menyerukan agar semua pihak tetap tenang dan tidak terpancing provokasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa dalam keberagaman Indonesia, setiap pesan publik harus dirancang dengan pertimbangan matang dan tidak menimbulkan polemik yang tidak perlu. Promosi pariwisata seyogianya menjadi ruang pemersatu, bukan pemicu perpecahan. (*)

Berita Terkait

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik
Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK
Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 10:09 WIB

PC.PMII Resmi di Lantik, Pemkab Pasaman Barat Perkuat Sinergi dengan Mahasiswa

Selasa, 28 April 2026 - 13:59 WIB

Matangkan Persiapan Porprov Sumbar XVI 2026, Dispora dan KONI Pasbar Gelar Rapat Strategis

Senin, 27 April 2026 - 14:47 WIB

Anggota DPRD Komisi IV Sulaiman, Resap Aspirasi Masyarakat di Kecamatan Gunung Tuleh

Senin, 27 April 2026 - 14:21 WIB

Sekda Pasaman Barat dan Wakil Ketua DPRD Menghadiri Pelantikan DPD KNPI Periode 2025–2028

Senin, 27 April 2026 - 09:54 WIB

3 Anggota DPRD Menghadiri wisuda Tahfiz Qur’an Pondok Tahfiz Babussalam Sungai Magelang

Senin, 27 April 2026 - 09:33 WIB

Pemkab Pasbar dan Wakil Ketua DPRD Resmikan Dapur MBG Lingkuang Aua Bandarejo

Jumat, 24 April 2026 - 15:06 WIB

Anggota DPRD dan Pemkab Pasbar Apresiasi Penyerahan bantuan bedah rumah program CSR oleh PT BPP

Kamis, 23 April 2026 - 07:54 WIB

Bupati dan Ketua DPRD Menghadiri 47 Perkara Inkracht, Kejari Pasaman Barat Dalam pemusnahan barang bukti 

Berita Terbaru