Sorotan Keras Aliansi Pemuda: Kebijakan Penerangan Jalan Papua Selatan Dinilai Lemah dan Rawan Penyimpangan

REDAKSI JAKARTA

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:29 WIB

50160 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Pemuda Anti Korupsi Papua Selatan

Aliansi Pemuda Anti Korupsi Papua Selatan menyampaikan sorotan kritis terhadap kebijakan Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, terkait pembangunan infrastruktur penerangan jalan umum di Kabupaten Merauke.

Langkah Wakil Gubernur yang meminta dukungan kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dinilai mencerminkan lemahnya wibawa dalam pengelolaan anggaran daerah, serta minimnya inovasi pembangunan di tingkat provinsi. Kebijakan tersebut dianggap tidak sejalan dengan harapan masyarakat Papua Selatan yang menginginkan pengelolaan sumber daya daerah dilakukan secara mandiri, transparan, dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Selatan Tahun Anggaran 2026, total anggaran mencapai Rp920,92 miliar, yang terdiri dari:

* Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp140,8 miliar
* Dana transfer: Rp762,04 miliar
* Pendapatan lain: Rp18 miliar

Namun demikian, besarnya anggaran tersebut belum diiringi dengan peningkatan signifikan pada PAD. Padahal, Papua Selatan memiliki posisi strategis sebagai episentrum transisi energi dan pengembangan proyek ketahanan pangan nasional. Kondisi ini memperkuat penilaian bahwa pendekatan kebijakan yang diambil cenderung instan dan bergantung pada pemerintah pusat, alih-alih mendorong inovasi ekonomi lokal dan penguatan sektor industri kreatif.

Selain itu, rencana Wakil Gubernur untuk menjalin komunikasi langsung dengan Kemendes PDT tanpa melalui mekanisme birokrasi daerah dinilai berpotensi melangkahi prosedur resmi. Praktik semacam ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas, serta membuka ruang terhadap dugaan penyimpangan, termasuk potensi monopoli proyek dan praktik korupsi apabila tidak diawasi secara ketat.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai arah kepemimpinan Papua Selatan. Dengan kapasitas anggaran yang mendekati Rp1 triliun, ketergantungan terhadap pemerintah pusat untuk pembiayaan infrastruktur dasar seperti penerangan jalan menunjukkan adanya persoalan dalam visi pembangunan dan keberanian berinovasi.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya kemandirian daerah yang terancam, tetapi juga kualitas tata kelola pemerintahan yang berisiko semakin tidak transparan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan, serta penguatan sistem pengawasan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan kepentingan masyarakat luas.

 

Pernyataan Sikap

1. Menolak permintaan bantuan Wakil Gubernur kepada Kemendes PDT untuk pembiayaan penerangan jalan umum di Kabupaten Merauke.
2. Menolak pendekatan instan yang bergantung pada pemerintah pusat, di tengah kapasitas APBD Papua Selatan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp920,92 miliar.
3. Menolak langkah komunikasi langsung dengan kementerian yang berpotensi melangkahi mekanisme birokrasi daerah.
4. Mendesak optimalisasi APBD untuk pembangunan infrastruktur dasar secara mandiri dan bertanggung jawab.

Tuntutan Utama

1. Mengoptimalkan APBD 2026 untuk pembangunan infrastruktur dasar tanpa ketergantungan pada pemerintah pusat.

2. Mendorong inovasi ekonomi lokal guna meningkatkan PAD secara mandiri.

3. Menghentikan praktik yang melangkahi birokrasi daerah dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

4. Mewujudkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Papua Selatan.

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Bulukumba Amankan Dua Pria, Satu Sachet Diduga Sabu Turut Disita
Wujudkan Akses Penghubung 3 Desa, Personel Koramil Kajang Bersama Warga Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda
Penuh Haru, AKBP Restu Wijayanto dan Istri Dilepas dengan Isak Tangis Personel Polres Bulukumba
Pimpin Apel Pagi Perdana, AKBP Stephanus Luckyto Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Kecintaan terhadap Organisasi
Babinsa di Bulukumba Serukan Gotong Royong Berantas Hama Babi yang Rusak Kebun Warga
AKBP Stephanus Luckyto Resmi Nahkodai Polres Bulukumba, Siap Jaga Kondusivitas Wilayah
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Koramil Herlang dan Warga Kebut Pondasi Jembatan Beton Perintis Garuda
TNI dan Warga Gantarang Bersinergi Bangun Jembatan Beton Garuda Penghubung 3 Desa

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru