Sorotan Keras Aliansi Pemuda: Kebijakan Penerangan Jalan Papua Selatan Dinilai Lemah dan Rawan Penyimpangan

REDAKSI JAKARTA

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:29 WIB

50147 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Pemuda Anti Korupsi Papua Selatan

Aliansi Pemuda Anti Korupsi Papua Selatan menyampaikan sorotan kritis terhadap kebijakan Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, terkait pembangunan infrastruktur penerangan jalan umum di Kabupaten Merauke.

Langkah Wakil Gubernur yang meminta dukungan kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dinilai mencerminkan lemahnya wibawa dalam pengelolaan anggaran daerah, serta minimnya inovasi pembangunan di tingkat provinsi. Kebijakan tersebut dianggap tidak sejalan dengan harapan masyarakat Papua Selatan yang menginginkan pengelolaan sumber daya daerah dilakukan secara mandiri, transparan, dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Selatan Tahun Anggaran 2026, total anggaran mencapai Rp920,92 miliar, yang terdiri dari:

* Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp140,8 miliar
* Dana transfer: Rp762,04 miliar
* Pendapatan lain: Rp18 miliar

Namun demikian, besarnya anggaran tersebut belum diiringi dengan peningkatan signifikan pada PAD. Padahal, Papua Selatan memiliki posisi strategis sebagai episentrum transisi energi dan pengembangan proyek ketahanan pangan nasional. Kondisi ini memperkuat penilaian bahwa pendekatan kebijakan yang diambil cenderung instan dan bergantung pada pemerintah pusat, alih-alih mendorong inovasi ekonomi lokal dan penguatan sektor industri kreatif.

Selain itu, rencana Wakil Gubernur untuk menjalin komunikasi langsung dengan Kemendes PDT tanpa melalui mekanisme birokrasi daerah dinilai berpotensi melangkahi prosedur resmi. Praktik semacam ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas, serta membuka ruang terhadap dugaan penyimpangan, termasuk potensi monopoli proyek dan praktik korupsi apabila tidak diawasi secara ketat.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai arah kepemimpinan Papua Selatan. Dengan kapasitas anggaran yang mendekati Rp1 triliun, ketergantungan terhadap pemerintah pusat untuk pembiayaan infrastruktur dasar seperti penerangan jalan menunjukkan adanya persoalan dalam visi pembangunan dan keberanian berinovasi.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya kemandirian daerah yang terancam, tetapi juga kualitas tata kelola pemerintahan yang berisiko semakin tidak transparan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan, serta penguatan sistem pengawasan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan kepentingan masyarakat luas.

 

Pernyataan Sikap

1. Menolak permintaan bantuan Wakil Gubernur kepada Kemendes PDT untuk pembiayaan penerangan jalan umum di Kabupaten Merauke.
2. Menolak pendekatan instan yang bergantung pada pemerintah pusat, di tengah kapasitas APBD Papua Selatan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp920,92 miliar.
3. Menolak langkah komunikasi langsung dengan kementerian yang berpotensi melangkahi mekanisme birokrasi daerah.
4. Mendesak optimalisasi APBD untuk pembangunan infrastruktur dasar secara mandiri dan bertanggung jawab.

Tuntutan Utama

1. Mengoptimalkan APBD 2026 untuk pembangunan infrastruktur dasar tanpa ketergantungan pada pemerintah pusat.

2. Mendorong inovasi ekonomi lokal guna meningkatkan PAD secara mandiri.

3. Menghentikan praktik yang melangkahi birokrasi daerah dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

4. Mewujudkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Papua Selatan.

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Bulukumba Amankan Dua Pria, Satu Sachet Diduga Sabu Turut Disita
Wujudkan Akses Penghubung 3 Desa, Personel Koramil Kajang Bersama Warga Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda
Penuh Haru, AKBP Restu Wijayanto dan Istri Dilepas dengan Isak Tangis Personel Polres Bulukumba
Pimpin Apel Pagi Perdana, AKBP Stephanus Luckyto Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Kecintaan terhadap Organisasi
Babinsa di Bulukumba Serukan Gotong Royong Berantas Hama Babi yang Rusak Kebun Warga
AKBP Stephanus Luckyto Resmi Nahkodai Polres Bulukumba, Siap Jaga Kondusivitas Wilayah
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Koramil Herlang dan Warga Kebut Pondasi Jembatan Beton Perintis Garuda
TNI dan Warga Gantarang Bersinergi Bangun Jembatan Beton Garuda Penghubung 3 Desa

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 04:24 WIB

Wujud Sinergitas, TNI dan Warga Gotong Royong Rampungkan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Bulukumpa

Rabu, 16 September 2026 - 04:21 WIB

Wujudkan Sinergitas, TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda Penghubung 3 Desa di Bulukumba

Minggu, 13 September 2026 - 01:26 WIB

LSM KPK Segera Laporkan Dugaan Kejanggalan Anggaran Kominfo Rohil ke Kejari

Jumat, 11 September 2026 - 04:07 WIB

Perkuat Akses Antardesa, Koramil 1411-02/Bulukumpa Bersama Warga Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda

Jumat, 11 September 2026 - 04:05 WIB

Percepat Konektivitas Wilayah, Koramil 1411-07/Herlang dan Warga Bahu-Membahu Bangun Jembatan Beton Garuda

Jumat, 11 September 2026 - 04:03 WIB

Tingkatkan Konektivitas 3 Desa di Kajang, Personel Koramil 1411-03 dan Warga Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda

Rabu, 9 September 2026 - 23:49 WIB

Berlangsung Kondusif, Polres Bulukumba Sukses Kawal Unras Masyarakat dari 3 Kecamatan.

Rabu, 9 September 2026 - 23:44 WIB

Berlangsung Kondusif, Polres Bulukumba Sukses Kawal Unras Masyarakat dari 3 Kecamatan.

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Seorang Guru SMP di Tangerang Diduga Lecehkan Siswinya

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:20 WIB