Hemat Tapi Hedon

baraNews

Sabtu, 1 Maret 2025 - 18:59 WIB

50325 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Seorang teman dosen mengatakan bahwa ia dan sejawatnya hanya boleh mengajar di kampus selama empat jam. Selebihnya dia harus bekerja dari rumah. Ini karena penghematan listrik yang harus dilakukan oleh kampus negeri tempat dia bekerja.

Pegawai-pegawai pemerintah di banyak tempat sekarang harus mengurangi pemakaian listrik. Lampu, lift, kulkas, dan semua barang elektronik dioperasikan terbatas. Ini karena anggaran yang terbatas.

Daya beli menurun. Dan kata yang paling populer sekarang adalah: PHK. Barusan saya baca berita bahwa hari ini adalah hari terakhir bekerja untuk 8,400 buruh Sritex. Pabriknya yang berlokasi di Solo, tutup. Solo! Andai saja mendengar nama kota itu menderingkan sesuatu di telinga Anda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada kawan mengatakan pada saya: awal puasa kita sambut dengan pehaka. Dan mungkin puasa ini akan panjang.

Bergerak tidak lebih dari 100 kilometer dari PHK itu, kita lihat para elit berkumpul. Mereka menguasai negeri ini. Mereka terlihat akrab. Ya dinasti-dinasti penguasa negeri ini. Saya bisa bayangkan mereka saling bertransaksi, bersaing, dan berebut.

Saat ini, saya bayangkan dua mantan presiden itu saling menitipkan anaknya pada Prabowo. SBY titip AHY. Jokowi titip Gibran, Kaesang, dan Bobby. Mereka semua ingin mengabadikan kekuasaannya.

Lalu kemana Puan dan trah dinasti Sukarno? Untuk sementara mereka minggir.
Walaupun ada di Magelang juga.

Lihatlah mereka bernyanyi. Ini adalah rejim yang senang bersukaria. Apakah mereka peduli dengan PHK dan semua kesulitan hidup orang yang membeayai pesta mereka?

Saya tidak tahu jawabannya. Yang jelas mereka berkonsolidasi di kalangan mereka untuk saling bagi-bagi kekuasaan. Bapak anak menantu. Semua kumpul di Magelang.

Karena negara ini adalah mereka.

Sementara kowe? Mereka akan sangat senang kalau kowe #kaburajadulu

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:20 WIB

Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Aurelia Fediana Rilis Lagu “Selalu Ada”, Temukan Iman di Tengah Luka

Berita Terbaru

Jakarta

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:18 WIB