Pasaman Barat baraNews
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memastikan bahwa pemulihan sektor pendidikan tidak sekadar membangun kembali bangunan, tetapi juga memulihkan semangat belajar generasi muda. Dana sebesar Rp11.009.417.152 diterima untuk enam PAUD dan sembilan SD yang terdampak bencana alam.
Enam PAUD yang menerima bantuan antara lain TK Al Ikhlas dan TK IT Raudhatul Jannah di Sasak Ranah Pasisia, TK Lailil Adnin di Sungai Beremas, hingga TK Mutiara Bunda di Sungai Aur. Sementara itu, sembilan SD penerima tersebar di berbagai wilayah seperti Ranah Batahan, Sungai Beremas, Lembah Melintang, hingga Kinali.
Bupati Pasaman Barat melalui Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, menuturkan bahwa proses penetapan sekolah penerima bantuan dilakukan secara cermat dan terukur. Dimulai dari pendataan oleh pemerintah daerah, kemudian diverifikasi langsung oleh tim teknis pusat.
Dari total anggaran tersebut, Rp5.290.801.000 diperuntukkan bagi PAUD sementara Rp5.718.616.152 diterima untuk sekolah dasar. Investasi ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang masa depan ribuan anak yang kembali memiliki ruang belajar yang aman dan layak.

Menariknya, proses revitalisasi dilakukan dengan sistem swakelola. Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Pasaman Barat, Idris, menjelaskan bahwa dana langsung disalurkan ke rekening masing-masing sekolah dengan mekanisme pencairan dua tahap. Pendekatan ini memberi ruang partisipasi aktif bagi pihak sekolah dalam mengelola pembangunan, sekaligus mempercepat realisasi di lapangan.
(Hakimi)
































