Banjir Balikpapan Perlu Solusi Sistemik, Bukan Sekadar Penanganan Teknis

baraNews

Kamis, 13 Maret 2025 - 22:07 WIB

50483 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Novi Noor (Aktivis Dakwah)

Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan sejak Jumat lalu (7/3/2025) dini hari telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Sedikitnya sembilan titik pemukiman tergenang dengan ketinggian air mencapai 140 cm, menyebabkan rumah warga terendam, perabotan rusak, serta aktivitas masyarakat terganggu. Selain itu, tanah longsor dan pohon tumbang semakin memperparah situasi.

Menanggapi kondisi ini, anggota DPRD Kota Balikpapan, H. La Isa Hamisah, menyoroti buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan. Faktor lain seperti kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dan minimnya ruang terbuka hijau (RTH) juga berkontribusi terhadap banjir yang semakin parah dari tahun ke tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat dari Sistem Kapitalisme yang Merusak

Banjir yang terus terjadi di Balikpapan bukan sekadar masalah teknis drainase atau kesadaran masyarakat, melainkan merupakan dampak dari sistem kehidupan yang diterapkan saat ini. Kapitalisme liberal yang menitikberatkan pada eksploitasi sumber daya demi kepentingan ekonomi telah mengorbankan keseimbangan lingkungan. Lahan-lahan resapan air semakin berkurang akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan infrastruktur dan permukiman tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di Balikpapan, tetapi juga di berbagai kota lain di Indonesia. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya teknis seperti perbaikan drainase dan normalisasi sungai, banjir tetap terjadi bahkan dengan dampak yang semakin besar. Ini menunjukkan bahwa solusi yang diterapkan masih bersifat parsial dan belum menyentuh akar masalah.

Islam Menawarkan Solusi Hakiki

Islam sebagai sistem kehidupan memiliki aturan yang memastikan keseimbangan alam dan kesejahteraan manusia. Dalam Islam, tata kelola lingkungan didasarkan pada prinsip keberlanjutan dan keadilan. Negara bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk mengatur tata ruang agar tidak merusak lahan resapan air dan memastikan pembangunan yang selaras dengan lingkungan.

Selain itu, Islam menanamkan kesadaran kepada individu untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak alam. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jauhilah tiga perbuatan terlaknat: buang air di sumber air, di jalan, dan di tempat berteduh.” (HR. Abu Dawud)

Hadist ini menunjukkan bahwa Islam telah lama menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, termasuk dalam pengelolaan sampah yang saat ini menjadi salah satu penyebab banjir.

Di bulan Ramadhan ini, bencana banjir yang terjadi hendaknya menjadi bahan muhasabah bagi kita semua. Sudah saatnya kita kembali kepada aturan Allah yang mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan lingkungan. Tanpa perubahan sistemik yang berbasis pada syariat Islam, banjir dan bencana lainnya akan terus berulang, semakin parah, dan membawa lebih banyak kerugian bagi masyarakat. Wallahu a’lam.

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:20 WIB

Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Aurelia Fediana Rilis Lagu “Selalu Ada”, Temukan Iman di Tengah Luka

Berita Terbaru

Jakarta

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:18 WIB