Di Balik Semangat Belajar, Guru SDN 174 Anrihua Hadapi Ancaman Nyata dari Ruang Kelas yang Tak Layak

MUHAMMAD BASRI

Jumat, 26 Juni 2026 - 04:04 WIB

50246 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

BARA NEWS-BULUKUMBA
– Semangat belajar dan antusiasme penerimaan rapor di SDN 174 Anrihua, Desa Anrihua, Kecamatan Kindang, seolah menyimpan ironi yang tak kasat mata. Di balik wajah ceria siswa dan dedikasi para guru, terselip kondisi ruang kelas yang justru menghadirkan ancaman nyata bagi keselamatan.

Fakta di lapangan menunjukkan kondisi bangunan yang jauh dari kata layak. Rangka atap kayu tampak terbuka tanpa plafon, sebagian sudah lapuk dimakan usia. Lembaran seng yang menjadi pelindung utama terlihat berkarat dan berpotensi bocor. Bahkan, pada beberapa titik, celah antara rangka atap dan dinding bata terbuka lebar—cukup untuk menjadi jalan masuk air hujan, angin, bahkan risiko runtuhan material.

Hal ini disampaikan langsung oleh Asdar Ketua Satuan Komando Pencegahan dan Tindakan Lembaga GISK bahwa situasi ini bukan sekadar persoalan estetika bangunan, melainkan menyangkut keselamatan jiwa. Guru dan siswa dipaksa menjalankan proses belajar dalam kondisi penuh kekhawatiran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami was-was setiap kali hujan atau angin kencang. Kondisi atap sudah sangat tua, kayunya mulai rapuh. Tapi guru tetap mengajar karena itu adalah tanggung jawab,” ujar Asdar Jumat 26/06/2026

Ironisnya, di tengah kondisi fisik yang memprihatinkan, semangat pendidikan justru tumbuh kuat. Dinding kelas dipenuhi media pembelajaran, papan tulis tetap aktif digunakan, dan siswa tetap mengikuti pelajaran dengan antusias. Ini menunjukkan bahwa krisis sebenarnya bukan pada sumber daya manusia, melainkan pada perhatian terhadap infrastruktur dasar pendidikan.

Kondisi ini menjadi cermin bahwa masih ada ketimpangan serius dalam pemenuhan standar pendidikan, khususnya di daerah. Ketika kurikulum terus diperbarui dan target kualitas pendidikan ditingkatkan, realitas di lapangan justru menunjukkan adanya ruang belajar yang belum memenuhi standar keselamatan minimal.

Satuan Komando Pencegahan dan Tindakan Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando GISK mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Tidak cukup hanya dengan wacana, dibutuhkan tindakan cepat dan terukur.

Sebagai langkah inovatif dan solusi jangka pendek hingga panjang, beberapa hal yang dapat segera dilakukan antara lain:

Audit cepat kondisi bangunan sekolah berbasis tingkat risiko.

Pengalokasian anggaran darurat untuk perbaikan ruang kelas prioritas.

Pelibatan masyarakat dan alumni melalui program gotong royong pendidikan.

Transparansi data kondisi sekolah agar menjadi perhatian publik dan pemangku kebijakan.

“Anak-anak  punya potensi besar. Orang tua mereka juga sangat mendukung. Jangan sampai masa depan mereka terancam hanya karena bangunan sekolah yang diabaikan,” lanjut Asdar yang juga merupakan orang tua siswa

Sudah saatnya pembangunan pendidikan tidak hanya berhenti pada angka dan laporan administratif, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendasar: ruang belajar yang aman, layak, dan manusiawi.

Jika tidak segera ditangani, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas pendidikan, tetapi juga keselamatan generasi masa depan.

Narasumber.Asdar

Pewarta.Basri

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Bulukumba Amankan Dua Pria, Satu Sachet Diduga Sabu Turut Disita
Wujudkan Akses Penghubung 3 Desa, Personel Koramil Kajang Bersama Warga Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda
Penuh Haru, AKBP Restu Wijayanto dan Istri Dilepas dengan Isak Tangis Personel Polres Bulukumba
Pimpin Apel Pagi Perdana, AKBP Stephanus Luckyto Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Kecintaan terhadap Organisasi
Babinsa di Bulukumba Serukan Gotong Royong Berantas Hama Babi yang Rusak Kebun Warga
AKBP Stephanus Luckyto Resmi Nahkodai Polres Bulukumba, Siap Jaga Kondusivitas Wilayah
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Koramil Herlang dan Warga Kebut Pondasi Jembatan Beton Perintis Garuda
TNI dan Warga Gantarang Bersinergi Bangun Jembatan Beton Garuda Penghubung 3 Desa

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 23:49 WIB

Berlangsung Kondusif, Polres Bulukumba Sukses Kawal Unras Masyarakat dari 3 Kecamatan.

Rabu, 9 September 2026 - 23:44 WIB

Berlangsung Kondusif, Polres Bulukumba Sukses Kawal Unras Masyarakat dari 3 Kecamatan.

Rabu, 9 September 2026 - 15:35 WIB

Antrean Panjang Kerap Terjadi, SPBU Bacari Siap Bantu Kendaraan Emergency

Rabu, 9 September 2026 - 06:48 WIB

Kodim 1411/BLK Gelar Kegiatan Pemberdayaan Komponen Masyarakat melalui Penguatan Karakter Kebangsaan

Selasa, 8 September 2026 - 03:40 WIB

Akselerasi Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda, Koramil Kajang dan Warga 3 Desa Ukur Serta Gali Cor Slink Angin

Senin, 7 September 2026 - 03:17 WIB

Percepat Akses Dua Desa, TNI dan Warga Herlang Kompak Plester Talud Jembatan Beton Garuda

Senin, 7 September 2026 - 03:10 WIB

Hubungkan Tiga Desa, TNI dan Warga Kajang Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda

Rabu, 2 September 2026 - 01:10 WIB

Kasdim 1411/Bulukumba Pimpin Kegiatan Peningkatan Kemampuan Apkowil TA 2026

Berita Terbaru