Terminal Pondok Cabe Kembali Jadi Perhatian, DPR Desak Akses Transportasi Terintegrasi

baraNews

Kamis, 18 September 2025 - 09:06 WIB

50415 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang Selatan – Terminal Pondok Cabe di Tangerang Selatan kembali menjadi perhatian publik. Dalam kunjungan kerja spesifik pada Rabu (17/9/2025), Komisi V DPR RI menegaskan bahwa terminal ini seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik turun penumpang, tetapi juga sebagai simpul transportasi modern sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, bersama jajaran anggota komisi, meninjau langsung kondisi terminal yang diresmikan pada 2018 tersebut. Mereka menemukan bahwa operasional terminal belum berjalan maksimal dan belum menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Anggota Komisi V, Musa Rajekshah, memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah persoalan di lapangan. Ia menyoroti belum adanya integrasi dengan moda transportasi lain seperti MRT, LRT, atau KRL, masih maraknya terminal bayangan, serta minimnya jumlah penumpang dan operator bus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika tidak segera diintegrasikan dengan MRT, LRT, atau KRL, terminal ini hanya akan jadi bangunan tanpa fungsi nyata bagi rakyat. Terminal harus benar-benar memudahkan masyarakat,” tegas Musa.

Menurutnya, Terminal Pondok Cabe punya potensi besar untuk menggerakkan ekonomi wilayah. “Bayangkan jika terminal ini terkelola dengan baik, UMKM bisa tumbuh, warga sekitar ikut merasakan manfaat, dan mobilitas masyarakat jadi lancar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) Kementerian Perhubungan, Dedy Cahyadi, tak menampik bahwa terminal saat ini belum optimal. Bahkan, jumlah bus dinilai lebih banyak daripada jumlah penumpang.

“Kita perlu layanan penghubung langsung dengan KRL, MRT, atau LRT. Dengan begitu, masyarakat punya alasan untuk memilih terminal ini,” jelas Dedy.

Ia menambahkan, momen Hari Perhubungan Nasional 2025 bisa dijadikan pijakan untuk pembenahan. “Terminal bukan sekadar bangunan, tetapi pintu gerbang perjalanan masyarakat. Dengan inovasi dan integrasi, terminal bisa sejajar dengan stasiun, bandara, dan pelabuhan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Terminal Pondok Cabe saat ini tengah dalam proses serah terima kewenangan pengelolaan dari BPTJ ke Ditjen Perhubungan Darat, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan, di antaranya Direktur Prasarana Transportasi Antarmoda Kemenhub Sigit Irfansyah, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kemenhub Toni Tauladan, dan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo. (*)

Berita Terkait

Diduga Pabrik Olie Palsu Kembali Beroperasi di Nerogtog, Profesor Sutan Nasomal Desak Aparat Bertindak !
Meriah dan Penuh Aksi! 470 Anggota PMR Tunjukkan Kekompakan di Latgab PMI Mekar Baru
Sindikat Uang Palsu Rp 36 Miliar di Tangsel Raup Keuntungan Tiga Kali Lipat, Polisi Masih Dalami Motif
Lantik PAC Pagedangan dan Seni Reog, DPC Squad Nusantara Kabupaten Tangerang Perluas Kiprah Organisasi
Sosialisasikan UU Lalu Lintas, Squad Nusantara Kab Tangerang Gandeng Polresta Tangerang
IWO-I Kota Tangerang dan Camat Karawaci Bahas Rencana Cerdas Cermat di Karawaci
Urgensi Nasional: Bison Indonesia & Blok Pelajar Politik Merdeka Desak DPR Sahkan UU Khusus SPPG demi Lindungi MBG
Kunjungan Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI ke Kantor Imigrasi Bekasi, Tinjau Pelayanan Paspor

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:20 WIB

Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Aurelia Fediana Rilis Lagu “Selalu Ada”, Temukan Iman di Tengah Luka

Berita Terbaru

Jakarta

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:18 WIB