Eks Jaksa Azam Akhmad Akhsya Divonis 9 Tahun Penjara, Denda Rp500 Juta dan Uang Pengganti Rp11,7 Miliar

baraNews

Rabu, 17 September 2025 - 17:24 WIB

50386 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Hukuman terhadap mantan jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Azam Akhmad Akhsya, diperberat dari tujuh menjadi sembilan tahun penjara. Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menolak banding yang diajukan Azam dalam kasus penggelapan barang bukti robot trading Fahrenheit. Putusan banding dibacakan dalam sidang terbuka di PT DKI Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Majelis hakim banding yang diketuai Teguh Harianto dengan anggota Budi Susilo dan Hotma Maya Marbun memutuskan mengubah vonis sebelumnya dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat Nomor 48/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt Pst, tanggal 8 Juli 2025. Hakim menyatakan pidana penjara dan pembebanan uang pengganti yang dijatuhkan terhadap Azam layak diperberat.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Azam Akhmad Akhsya, S.H., M.H. berupa pidana penjara selama 9 tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider lima bulan kurungan,” ujar hakim dalam putusannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pidana penjara dan denda, Azam diwajibkan membayar uang pengganti Rp11,7 miliar. Jika harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana kurungan selama lima tahun. Hakim menegaskan uang pengganti itu merupakan “uang pengertian” yang diminta Azam kepada para kuasa hukum korban investasi bodong robot trading Fahrenheit.

“Mengingat dalam fakta persidangan ditemukan bahwa Terdakwa telah memperoleh uang dari hasil gratifikasi dengan cara meminta ‘uang pengertian’ kepada para kuasa hukum korban sejumlah Rp11,7 miliar, di mana uang tersebut bukanlah hak Terdakwa karena diperoleh dengan cara melawan hukum,” ucap hakim.

Hakim membeberkan Azam memanfaatkan uang hasil gratifikasi untuk kepentingan pribadi. Di antaranya membeli asuransi, deposito, tanah, dan bangunan. Ia juga memasukkan 137 korban fiktif dalam putusan dengan memanipulasi dokumen. “Terdakwa berinisiatif mencari keuntungan finansial dan menanyakan kepada saksi Brian Erick First Anggitya pada awal persidangan tahun 2022 apakah ada sesuatu atau uang yang diberikan di depan kepada Terdakwa,” jelas hakim.

Azam bahkan menyembunyikan penerimaan uang melalui rekening penampungan atas nama Andi Rianto, pegawai honorer Kejari Jakarta Barat, untuk kemudian digunakan membiayai berbagai pembelian pribadi.

Sebelumnya, Azam divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat karena terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagai jaksa dan merugikan para korban investasi bodong Fahrenheit. PT DKI Jakarta menilai perbuatan Azam telah mencoreng nama baik dan integritas aparat penegak hukum yang semestinya melindungi hak-hak korban. (*)

Berita Terkait

Penanganan Kasus Penggeledahan Dinas Disorot, Publik Pertanyakan Sikap Kejari Rohil
DPP KAMPUD Apresiasi KEJATI Lampung Tetapkan 3 Tersangka Tipikor Anggaran Sekretariat DPRD Lampung Utara
Aktivis NTB Desak Penegak Hukum Segera Tindak Oknum DPRD yang Diduga Terlibat Korupsi
Empat Tersangka Korupsi Proyek PLTU 1 Kalbar Ditetapkan, Termasuk Mantan Dirut PLN
Korupsi Uang Perjalanan Dinas DPRD Tanggamus, DPP KAMPUD Minta KEJATI Lampung Umumkan Tersangka
Sepuluh Perusahaan Swasta Didakwa Rugikan Negara Rp 7,87 Triliun dalam Kasus Asabri
Kejari Tanjung Perak Tahan Direktur PT DJA Tersangka Korupsi Kredit Modal Kerja Bank BUMN Rp7,9 Miliar
KPK Tegaskan Pengembalian Uang oleh Bupati Pati Sudewo Tak Hapus Unsur Korupsi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:48 WIB

AVATAR Desak Pengusutan Dugaan Lonjakan Harta Pejabat Pemkab Bogor, Siap Gelar Aksi Jilid 4 hingga Ada Tindak Lanjut Kejaksaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:20 WIB

Potret Kedekatan Polisi dan Masyarakat, Sampaikan Pesan Kamtibmas Secara Dialogis.

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Bupati Bulukumba Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 03:09 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Bulukumba Gelar Upacara Bendera Dipimpin Kapolres.

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:02 WIB

Jalan Poros Manyampa Rusak Total, Pemerintah Jangan Tutup Mata dan Telinga: Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal Disebut Jadi Pemicu

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Ziarah Rombongan Warnai Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Bulukumba

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:15 WIB

Doa Bersama Warnai Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Makodim 1411/Bulukumba

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:26 WIB

Resmob Polres Bulukumba Bergerak Cepat, 5 Terduga Pelaku Penganiayaan Diamankan

Berita Terbaru