Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Digeruduk Massa, Isu Kabur ke Singapura Menguat

baraNews

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:10 WIB

50361 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

https://www.instagram.com/p/DN-XuEjgREl/

Jakarta – Rumah anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Jalan Swasembada Timur XXII, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa pada Sabtu (30/8/2025) sore. Aksi itu dipicu pernyataan Sahroni yang menyebut desakan publik untuk membubarkan DPR sebagai hal “tolol” dan menyebut pengusung wacana tersebut sebagai “manusia tolol sedunia”.

Massa yang datang menggunakan sepeda motor langsung berhenti di depan rumah bertingkat nomor 52. Mereka berorasi sambil menyampaikan protes keras terhadap ucapan Sahroni. Namun suasana di kediaman tampak sepi. Pagar hitam tinggi yang mengelilingi rumah terkunci rapat, hanya satu unit mobil terlihat terparkir di halaman, dan tidak ada tanda aktivitas penghuni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video aksi tersebut beredar luas di media sosial dan semakin memicu sorotan publik. Sahroni sendiri sebelumnya sudah menjadi buah bibir setelah muncul kabar mengenai kenaikan tunjangan anggota dewan. Pernyataannya yang dianggap menyinggung publik justru memperbesar gelombang kritik.

Sebagai buntutnya, Sahroni dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan kini hanya bertugas sebagai anggota biasa. Namun, amarah masyarakat belum mereda. Aksi massa yang digelar di depan rumahnya menjadi bukti bahwa pernyataannya masih menyisakan kekecewaan mendalam.

Di tengah situasi tersebut, muncul isu baru bahwa Sahroni telah kabur ke Singapura. Informasi ini beredar cepat, meski hingga kini belum ada klarifikasi resmi mengenai keberadaannya. Ketiadaan kepastian justru memperkuat spekulasi publik, terlebih ketika rumahnya tampak kosong saat digeruduk massa.

Aksi di Tanjung Priok menambah daftar tekanan terhadap DPR di tengah derasnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas. Sorotan kini tidak hanya tertuju pada Sahroni sebagai individu, tetapi juga pada citra parlemen secara keseluruhan yang kembali dipertanyakan oleh masyarakat. (*)

Berita Terkait

Surat Terbuka Beni Sihotang kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Tender Jargas diminta Fair
Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik
FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru