Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Digeruduk Massa, Isu Kabur ke Singapura Menguat

baraNews

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:10 WIB

50344 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

https://www.instagram.com/p/DN-XuEjgREl/

Jakarta – Rumah anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Jalan Swasembada Timur XXII, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa pada Sabtu (30/8/2025) sore. Aksi itu dipicu pernyataan Sahroni yang menyebut desakan publik untuk membubarkan DPR sebagai hal “tolol” dan menyebut pengusung wacana tersebut sebagai “manusia tolol sedunia”.

Massa yang datang menggunakan sepeda motor langsung berhenti di depan rumah bertingkat nomor 52. Mereka berorasi sambil menyampaikan protes keras terhadap ucapan Sahroni. Namun suasana di kediaman tampak sepi. Pagar hitam tinggi yang mengelilingi rumah terkunci rapat, hanya satu unit mobil terlihat terparkir di halaman, dan tidak ada tanda aktivitas penghuni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video aksi tersebut beredar luas di media sosial dan semakin memicu sorotan publik. Sahroni sendiri sebelumnya sudah menjadi buah bibir setelah muncul kabar mengenai kenaikan tunjangan anggota dewan. Pernyataannya yang dianggap menyinggung publik justru memperbesar gelombang kritik.

Sebagai buntutnya, Sahroni dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan kini hanya bertugas sebagai anggota biasa. Namun, amarah masyarakat belum mereda. Aksi massa yang digelar di depan rumahnya menjadi bukti bahwa pernyataannya masih menyisakan kekecewaan mendalam.

Di tengah situasi tersebut, muncul isu baru bahwa Sahroni telah kabur ke Singapura. Informasi ini beredar cepat, meski hingga kini belum ada klarifikasi resmi mengenai keberadaannya. Ketiadaan kepastian justru memperkuat spekulasi publik, terlebih ketika rumahnya tampak kosong saat digeruduk massa.

Aksi di Tanjung Priok menambah daftar tekanan terhadap DPR di tengah derasnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas. Sorotan kini tidak hanya tertuju pada Sahroni sebagai individu, tetapi juga pada citra parlemen secara keseluruhan yang kembali dipertanyakan oleh masyarakat. (*)

Berita Terkait

Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan
Megawati Kritik Variasi Menu Program MBG dan Soroti Efisiensi Anggaran Daerah
Macan Kumbang Kelaparan Masuk Permukiman Warga di Batang
Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras
Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:29 WIB

BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Megawati Kritik Variasi Menu Program MBG dan Soroti Efisiensi Anggaran Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Macan Kumbang Kelaparan Masuk Permukiman Warga di Batang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Pramono Anung Instruksikan Tindakan Tegas terhadap Konten Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Eks Menteri Agama Yaqut Qoumas Didakwa Korupsi Rp622 Miliar dari Kuota Haji Tambahan

Berita Terbaru