Morowali – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menggelar kegiatan Jumat Bersih yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Fadli pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Kegiatan rutin ini menyasar lingkungan pemukiman warga, terutama fokus pada saluran air atau drainase yang tersumbat. Dengan melibatkan seluruh aparat desa, mulai dari kepala dusun hingga perangkat lain, kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen kolektif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan desa.
Fadli turun langsung ke lapangan, memimpin pembersihan dan berdialog dengan warga. Ia tidak hanya memegang cangkul dan sekop, tapi juga menyampaikan pesan-pesan penting soal kesadaran lingkungan.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan saluran pembuangan air atau drainase di depan rumah masing-masing. Jangan sampai tersumbat, karena bisa menyebabkan luapan air dan memicu penyakit,” kata Fadli di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan Jumat Bersih bukan hanya rutinitas mingguan, tapi bagian dari strategi jangka panjang membangun budaya peduli lingkungan. Fadli menekankan, menjaga lingkungan bersih bukan semata tanggung jawab pemerintah desa, tapi harus menjadi kesadaran kolektif seluruh warga.
“Ini kegiatan rutin yang kami lakukan setiap Jumat. Bukan hanya untuk membersihkan lingkungan, tapi untuk menanamkan kesadaran bahwa kebersihan itu salah satu kunci utama menjaga kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Fadli mengingatkan bahwa penyakit seperti demam berdarah, diare, dan infeksi kulit kerap muncul akibat lingkungan yang kotor dan sistem drainase yang tidak terawat. Oleh karena itu, upaya membersihkan saluran air dan halaman rumah secara berkala menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Tak hanya itu, ia juga mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif, tidak hanya hadir ketika diminta, tapi secara sukarela menjadi bagian dari gerakan hidup bersih dan sehat.
“Kalau hanya aparat desa yang kerja, ini tidak akan cukup. Maka kami mendorong partisipasi masyarakat. Harus ada gotong royong. Harus ada rasa memiliki terhadap desa dan lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Fadli, keberhasilan menjaga kebersihan tidak bisa dihitung dari seberapa banyak sampah yang diangkat atau seberapa bersih drainase hari ini, tapi dari seberapa besar kesadaran kolektif yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Harapan kami, dari kegiatan ini akan muncul motivasi dan kesadaran. Kita ingin membangun kebiasaan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menjaga lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.
Kegiatan Jumat Bersih ini rencananya akan terus digelar secara konsisten. Pihak desa bahkan tengah mempertimbangkan mengintegrasikannya ke dalam program desa siaga sehat, yang fokus pada pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Dengan semangat menjelang HUT RI, Fadli berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan bisa terus menyala. “Ini cara kami menghormati kemerdekaan, dengan kerja nyata di desa. Bangsa yang merdeka harus dimulai dari desa yang sehat dan bersih,” pungkasnya.































