Jakarta – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyatakan siap mengikuti arahan politik dari Presiden Prabowo Subianto, termasuk jika diminta bergabung dengan Partai Gerindra. Pernyataan ini disampaikan Budi Arie usai menghadiri sebuah acara kenegaraan di Istana Negara, Rabu (7/8/2025).
“Kalau diperintah Pak Presiden, kami siap. Kami tegak lurus kepada Presiden,” ujar Budi Arie kepada wartawan saat dicegat di kompleks Istana, seperti dikutip dari Detik dan KompasTV.
Pernyataan tersebut memperkuat sinyal konsolidasi politik pasca transisi dari pemerintahan Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto. Projo, sebagai organisasi relawan yang lahir untuk mendukung Jokowi sejak 2014, kini tampak mulai mengalihkan arah loyalitas politiknya ke kepemimpinan nasional yang baru.
Saat ditanya apakah Projo akan merapat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atau Gerindra, Budi Arie memilih memberikan jawaban diplomatis. “Ikut Pak Presiden, ikut Presiden,” katanya singkat.
Ia menegaskan, sebagai Ketua Umum Projo sekaligus eks Menteri Kominfo, dirinya hanya menjalankan perintah dari pemimpin tertinggi pemerintahan. “Saya ini cuma anak buah. Projo siap, tinggal tunggu perintah Presiden,” ucapnya.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana terkait posisi Projo di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, sinyal keterbukaan itu terlihat dari intensitas komunikasi antara elite relawan dan lingkaran kekuasaan.
Sikap “tegak lurus” yang disampaikan Budi Arie juga dinilai sebagai upaya menjaga kesinambungan politik dari basis relawan Jokowi. Sejumlah analis politik menyebut, relawan seperti Projo bisa menjadi kendaraan strategis dalam mengawal kebijakan dan agenda pemerintah, terutama jika bergabung dalam barisan partai pendukung.
Pernyataan Budi Arie muncul di tengah dinamika politik yang terus bergerak, termasuk spekulasi mengenai peleburan atau alih posisi relawan ke partai-partai besar seperti Gerindra maupun PSI, yang kini dipimpin Kaesang Pangarep, putra Jokowi.
Meski belum memberikan kepastian arah final Projo, Budi memastikan satu hal: pihaknya akan tetap berada di garis kekuasaan yang sah dan konstitusional. “Kita lihat ke depan bagaimana keputusan Presiden. Projo akan patuh dan siap menjalankan,” pungkasnya. (*)































