Konsep Politik Islam, Mampu Mewujudkan Ketahanan Pangan

baraNews

Selasa, 15 April 2025 - 15:08 WIB

50443 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Nurlina ( Praktisi Pendidikan )

Dilansir dari Nusantara, Kompas.com- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD )Kabupaten Penajam Paser Utara Raup Muin menekankan pentingnya pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake. Mengingat pembangunan bendungan dapat mewujudkan kedaulatan pangan di Kalimantan Timur, khususnya Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser ( PPU ), serta menunjang kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara ( IKN )

Raup Muin menjelaskan, potensi gerak Telake yang diprediksi akan mampu mengairi 14.000 hektar sawah yang ada di Kabupaten Paser dan ada 80000 hektar di kecamatan Babulu, Kabupaten PPU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, apakah proyek bendungan ini mampu mewujudkan ketahanan pangan atau hanya sekedar tambal sulam masalah saja?

Negara Hanya Sebagai Regulator

Pembangunan bendungan Telake ini seyogyanya telah lama direncanakan. Hanya saja, sampai saat ini kondisi lingkungan bendungan dan pembiayaan yang sangat tinggi masih menjadi permasalahan.

Apalagi kondisi ekonomi saat ini mengalami efisiensi anggaran dalam berbagai bidang. Termasuk bidang pertanian atau pangan tak luput dari efisiensi tersebut.

Pembuatan bendungan Telake merupakan langkah yang baik tapi belum menyentuh akar masalah. Jika ditelisik pengairan dalam peningkatan produksi pangan adalah hal teknis yang sangat penting, selain faktor- faktor lain.

Misalnya minimnya ketersediaan benih unggul, penyerapan pupuk subsidi ditingkat petani dan keterbatasan SDM petani. Hal ini harusnya menjadi perhatian utama bagi pemerintah karena saling menunjang antara satu dengan yang lain.
Mustahil mewujudkan kedaulatan pangan dalam sistem saat ini selama politik pertanian yang diadopsi sekularisme. Pengaturan dibidang pertanian seolah hanya sebagai program dan terpisah dari sistem lainnya.

Disamping itu, sistem kapitalisme menihilkan peran negara yang punya tanggung jawab dalam mengurus urusan rakyat. Rakyat bukanlah tujuan utama. Peran tersebut teralihkan kepada pihak yang punya kepentingan yang tidak akan pernah sepenuhnya pro kepada rakyat.

Islam Solusi Tuntas

Mewujudkan ketahanan pangan dalam Islam dapat dilakukan dengan menerapkan paradigma dan kebijakan yang sesuai dengan Islam. Paradigma pemimpin sebagai pelayan masyarakat belum sepenuhnya terwujud karena hanya sebagai regulator. Berbeda dengan Sistem kehidupan dalam islam dengan support sistem lainnya mampu mewujudkan ketahanan pangan.

Penguasa dalam islam menjalankan amanahnya betul – betul karena dorongan aqidah dan takut kepada Allah. Disamping itu juga, politik ekonomi islam menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menjamin pemenuhan kebutuhan pokok bagi seluruh individu rakyat.

Rasulullah saw. telah menegaskan dalam sabdanya, ” imam ( khalifah ) adalah raa’in ( pengurus hajat hidup rakyat ) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya ” ( HR Muslim dan Ahmad ).
Hadist diatas mengingatkan, bagaimana seorang pemimpin ( Khalifah ) sebagai raa’in atau pengurus urusan umat dalam hal ini rakyat sebagai tanggung jawab negara. Yang mana kepengurusannya tidak boleh diserahkan kepada pihak lain. Karena ada pertanggungjawaban kelak dihadapan Allah.

Dalam hal ini negara wajib menjalankan prinsip ekonomi islam, haram hukumnya menjadikan bisnis dalam pelayanan kepada rakyat. Sistem islam juga akan menciptakan ketahanan pangan bagi seluruh rakyat.

Kebijakan dalam hal hukum pertanian yang diterapkan oleh islam mampu mengatasi seluruh masalah pertanahan. Hukum terkait lahan, diantaranya adalah menghidupkan lahan mati, lahan yang tidak dikelola lebih dari 3 tahun serta larangan penyewaan lahan pertanian.

Dalam memaksimalkan pengelolaan lahan, negara akan memberikan berbagai bantuan kepada petani seperti sarana produksi serta fasilitas penunjang lainnya seperti infrastruktur, modal, dan lain sebagainya.

Selain itu, negara aktif dalam pelaksanaan riset untuk menciptakan berbagai tekhnologi dan inovasi yang dibutuhkan oleh petani. Mengoptimalkan seluruh lahan untuk melakukan usaha pertanian berkelanjutan untuk menghasilkan bahan pangan pokok. Dalam hal pembiayaan semua diambil dari kas negara yang bernama baitulmal. Sumber – sumber pendapatan baitulmas diambil dari pengelolaan sumber daya alam, dari zakat yang terkumpul, dan lain – lain.

Strategi dalam mewujudkan ketahanan pangan juga pernah diterapakan Nabi Yusuf AS, dan pernah dijalankan dimasa yang panjang dari Kekhilafahan islam. Ada beberapa prinsip yang diterapkan.
Pertama , bagaimana optimalisasi produksi yaitu mengoptimalkan seluruh potensi lahan untuk kelanjutan hasil dari bahan pangan

Kedua , adaptasi gaya hidup agar masyarakat tidak berlebih – lebihan dalam hal komsumsi pangan.
Ketiga ,manajemen logistik dimana masalah pangan beserta yang menyertainya ( irigasi, pupuk dan anti hama),sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah dengan cara memperbanyak cadangan saat produksi melimpah.

Keempat, prediksi iklim yaitu analisis kemungkinan terjadinya perubahan iklim dan cuaca ekstrim.
Kelima, mitigasi bencana kerawanan pangan, antisipasi kemungkinan kondisi rawan panas oleh perubahan drastis kondisi alam dan lingkungan.

Demikianlah, bagaimana sistem islam mampu menjamin ketahanan pangan, jika kita betul – betul ingin mewujudkannya, maka seluruh kaum muslim wajib kembali kepada aturan yang shohih yaitu aturan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam bisowab.

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:12 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Minggu, 19 April 2026 - 17:07 WIB

Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto

Jumat, 10 April 2026 - 15:37 WIB

Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I

Jumat, 10 April 2026 - 13:17 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 3 April 2026 - 18:47 WIB

Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:27 WIB

Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Senin, 16 Maret 2026 - 15:24 WIB

Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:31 WIB

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

Sebanyak 70 Peserta Paskibraka memasuki tahap Krusial

Rabu, 22 Apr 2026 - 06:08 WIB