Polemik Akan Beroperasinya Pengelolaan Sampah, Vihara Siddharta Sampaikan Perlindungan Hukum Kepada Menteri Lingkungan Hidup

baraNews

Rabu, 19 Februari 2025 - 09:27 WIB

50311 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta 17/2/2025 – Vihara Siddharta yang beralamat di Jl. Manunggal V/9, Kelurahan Perigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan – Banten kedatangan pihak JRP pada tanggal 5 februari 2025.

Selanjutnya pada tanggal 9 februari saat momen Imlek 2576 pihak JRP kembali mendatangi vihara Siddharta terkait akan beroperasinya tempat pengelolaan sampah yang berdekatan dengan vihara kurang lebih berjarak 25 meter dan mempunyai luas sekitar 8000m2

Saat ini umat yang datang ke vihara sekitar 170 s/d 200 orang, dengan kegiatan rutin per minggu yaitu Kebaktian umum, Remaja (budi pekerti), Sekolah minggu (anak).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan di vihara baik mingguan, bulanan, tahunan telah menjadi agenda kegiatan Vihara Siddharta, kondisi vihara berjalan dengan semestinya harmonis dengan penduduk sekitar vihara dan udara nya segar (tanpa bau).

Polemik berawal tahun 2023 saat itu ada pemilahan sampah liar, entah siapa yang membuang dan menumpuk, yang pasti ada truk sampah,

Karena jarak Vihara dengan tempat sampah ± 25 meter, tentunya berdampak bau tidak sedap ke vihara dari sampah tersebut, saat itu di perkirakan luas tempat sampahnya berkisar seluas 500 m2 s/d 600 m2. Dari sampah yang lalu itu saking bau nya bahkan ada warga yang terdampak hingga anaknya sakit.

Dengan adanya aktivitas tersebut Warga dan Vihara Siddharta complain terhadap bau sampah tersebut, dan pada September 2024 di datangi dari pihak jasa marga dan Polres Tangsel.

Kini tempat pemilahan sampah yang kecil sudah tutup, dan tidak lama lagi akan beroperasi tempat pemilahan sampah dengan luas area berkisar kurang lebih 8000 M2.

Dengan adanya polemik terkait akan di operasionalkannya tempat pengelolaan sampah tersebut, Pihak Vihara Siddharta telah menunjuk Kuasa Hukum dari Bantuan Hukum Dharmapala Nusantara Bersatu, yaitu FERDIAN SUTANTO, S.H., M.H., HERNA SUTANA, S.H., M.H., SEPTEVEN HUANG, S.H., dan WILLY,S.H.

Menurut Ketua Bantuan Hukum Dharmapala Nusantara Bersatu Ferdian S.H., selaku kuasa hukum Vihara Siddharta menjelaskan bahwa, pada malam hari tanggal 5 Februari 2025 pihak Vihara Siddharta kedatangan tamu dari pihak JRP ( Jaya Ready Property ),” katanya

Kemudian lanjut Ferdian, pada hari minggu tanggal 9 Februari 2025 pihak JRP kembali mendatangi pihak Vihara saat upacara Imlek, Pihak Vihara Siddharta menganggap sebagai warga Negara Indonesia apabila pihak JRP ada yang ingin hadir di persilahkan karena Indonesia sebagai bangsa yang majemuk,

Ferdian menegaskan, Namun perlu di ingat dalam-dalam pihak Vihara Siddharta berpegang teguh secara prinsip, tetap keberatan akan operasinalnya tempat pengelolaan sampah yang areanya hanya berjarak ± 25 meter dari vihara yang di perkirakan luas area pengelolaan sampah berkisar kurang lebih 8000 M2.

Sebagai informasi kata Ferdian, Pihak Vihara telah menyampaikan perlindungan hukum kepada Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta terhadap kasus ini, dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah-langkah lainnya, Terangnya.

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Mengapa Indonesia Belum Rontok Seperti Afrika
Prof. Sutan Nasomal Dukung Presiden Prabowo Gandeng Negara Maju: Indonesia Jangan Mau Diancam Negara Manapun!!!
Profesor Sutan Nasomal Setuju Presiden RI Rangkul Negara Lain Bekerja Sama Terkait Internet Untuk Kemajuan Keamanan Negara Indonesia!!!
Hentikan Tudingan Narasi Liar Pada Menteri Imipas Agus Andrianto, Tuduhan Itu Keliru dan Menyesatkan
Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB) Raya Jakarta secara resmi memulai babak baru kepengurusan
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:19 WIB

PW GP Al Washliyah: Jangan Alihkan Kasus Penyadapan Ilegal, Stop Framing Isu Dasco Wapres

Selasa, 3 November 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Tiga Pejabat Polri: YLBHI-LBH Bandar Lampung, Momentum Reformasi Kepolisian

Selasa, 3 November 2026 - 19:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Selasa, 3 November 2026 - 19:02 WIB

Mahfud MD Nilai Reshuffle Kedelapan Prabowo Jadi Momentum Kurangi Pengaruh Luar dan Perbaiki Pemerintahan

Selasa, 3 November 2026 - 18:51 WIB

Presiden Prabowo Jadi Korban Penyadapan Sejak Dua Bulan Menjabat, Menko Kumham Imipas Tegaskan Penyidikan Tetap di Polri

Selasa, 3 November 2026 - 18:38 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Senin, 2 November 2026 - 15:26 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:34 WIB

GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara

Berita Terbaru

JABODETABEK

Remaja Korban Pembakaran Neneknya di Depok Meninggal Dunia

Minggu, 8 Nov 2026 - 17:55 WIB