Pesta Para Babi Development, Api Revolusi Perlawanan Dimulai

baraNews

Senin, 18 Mei 2026 - 06:28 WIB

50187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPUA | Tanah Papua bukan sekedar lahan kosong tetapi ada keragaman dalam satu ekosistem, mulai dari masyarakat adat, spesies mahluk hidup lainnya hidup berdampingan demi menyeimbangkan lingkungan.

Kasus pertama, tidak di hormati secara entitas kemanusiaan yang adalah orang Papua. Karena itu mereka tuntut kemanusiaan yang adil dan beradab sebagai simbol keaneka ragaman bineka tunggal Ika.

Kedua, tanah leluhur atau adat di rampas demi ambisi, arogansi mereka yang ada di Jawa dengan dalil ketahanan pangan nasional. Melalui proyek strategis nasional yang berujung mangkrak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ke tiga, mahluk hidup selain manusia harus di hormati seperti pohon, cacing, ulat, burung karena mereka menyeimbangkan ekologis dalam menata masa depan paru-paru dunia.

Paradigma ekologis yaitu diversity keanekaragaman hayati, sebagai hutan yang menjadi pusat paru-paru panet ini, seluruh dunia sudah berpandangan menata bumi dalam sudut pandang etika lingkungan karena itu merawat hutan sama halnya menjaga ibu bumi.

Papua solusinya bukan operasi militer, tetapi mereka ingin agar supaya identitas primer kemanusiaan junto warisan leluhur dan alam itu di hormati dalam pandangan humanisme, di Indonesia ada perspektif Pancasila yaitu sila ke dua yang adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, karena mereka hidup berdampingan dengan seluruh mahluk yang ada di situ.

Supaya peradaban terus tumbuh maka mitigasi dan revolusi perlawanan harus terus di hidupkan, supaya peradaban keseimbangan seluruh spesies di Papua tetap berlangsung. (*)

Berita Terkait

Wagub Babel Hellyana Didakwa Gunakan Ijazah Palsu, Jaksa Ungkap Temuan soal Tanda Tangan Rektor
JAMAK: COPOT KAJARI ROHIL
Patroli Gabungan Sat Lantas, Samapta dan Polsek Ujung Bulu, Upaya Ciptakan Kamtibmas Kondusif
Ketua Umum GISK Perkuat Konsolidasi di Sinjai, Srikandi GISK Turut Hadir di Wisata Ma’ra’
TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda, Hubungkan 3 Desa di Gantarang
LSM KOREK Riau Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Wartawan Senior Hartoyo Mahyudin
Satgas Pamtas Kewilayahan RI – PNG Yonif 645/Gardatama Yudha TNI Pos Kotis Walesi melaksanakan Renovasi Ruang Kelas Madrasah Ibtidaiyah Merasugun Asso Walesi
Pemuda Gubuk Berdasi Desa Bira Berharap Nelayan Asal Bontotiro Segera Ditemukan di Perairan Selayar

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Duren Sawit, Puluhan Bangunan Hangus Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Dari Penolakan hingga Dugaan Pelanggaran, Proyek Tower Batununggal Kian Mengundang Tanda Tanya

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:47 WIB

Jumat Berkah XTC Indonesia Kota Cirebon, Wujud Nyata Kepedulian kepada Masyarakat

Senin, 20 Juli 2026 - 08:32 WIB

Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan

Jumat, 10 April 2026 - 15:37 WIB

Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I

Jumat, 10 April 2026 - 13:17 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Senin, 16 Maret 2026 - 15:24 WIB

Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Pemblokiran Rekening Donasi Aksi Demonstrasi di Jakarta

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:06 WIB