BARA NEWS-BULUKUMBA
– Setelah tahap awal perbaikan pada Kamis (16/4/2026), warga Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, kembali melanjutkan pelebaran jembatan kecil darurat penghubung ke Kelurahan Borong Rappoa, Jumat (17/4/2026). Gotong royong hari kedua ini dilakukan demi memulihkan akses kendaraan roda empat yang masih terputus.
Pekerjaan dimulai sejak pagi hingga pukul 11.00 WITA, lalu dilanjutkan kembali usai Sholat Jumat. Jembatan darurat tersebut menjadi jalur alternatif utama warga menuju Kota Bulukumba, setelah jembatan utama runtuh beberapa waktu lalu.
Puluhan warga terlibat langsung di lapangan bersama Kepala Dusun Borong Ganjeng, Sandy, perangkat desa, anggota BPD, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Mereka bahu-membahu memasang papan kayu di atas rangka baja serta memperkuat gelagar jembatan. Material diangkut menggunakan mobil pikap ke titik perbaikan.
Kepala Dusun Borong Ganjeng, Sandy, menegaskan bahwa pekerjaan ini merupakan kolaborasi semua unsur. “Ini kerja bersama. Ada swadaya masyarakat, dukungan Pemdes, BPD turun langsung, tokoh-tokoh semua terlibat. Target kita, jembatan ini segera aman dilalui mobil pikap, ambulans, dan angkutan barang,” ujarnya di lokasi, Jumat (17/4/2026).
Jalur Vital, Alternatif Lain Rawan Longsor
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya penghubung terdekat antara Desa Garuntungan dan Kelurahan Borong Rappoa, sekaligus jalur alternatif vital menuju Kota Bulukumba. Jalur resmi lainnya membahayakan karena melintasi tebing curam dan rawan longsor, terutama saat musim hujan.
Sebelumnya, jembatan darurat hanya dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Kondisi itu melumpuhkan distribusi hasil bumi seperti porang, cengkeh, dan jagung ke pabrik di Kota Bulukumba. Layanan kesehatan dan pendidikan juga terganggu karena ambulans maupun angkutan umum tidak bisa melintas.
*Desakan Ekonomi dan Harapan Warga*
Tokoh pemuda Desa Garuntungan, Harianto, menyebut pelebaran jembatan ini sudah sangat mendesak. “Jembatan ini urat nadi Garuntungan ke Borong Rappoa. Kalau semua kompak begini, insyaAllah satu-dua hari ke depan mobil sudah bisa lewat. Anak sekolah tidak perlu memutar jauh, hasil kebun cepat sampai, harga tidak dipotong karena terlambat,” kata Harianto.
Perbaikan dan pelebaran jembatan ini diinisiasi dan dibiayai secara swadaya oleh warga. Material berupa kawat bronjong, semen, dan kayu kelapa dibeli dari hasil iuran bersama. Hingga Jumat sore, progres pemasangan papan dan penguatan struktur telah melewati 80 persen.
Meski pemerintah daerah telah menjanjikan pembangunan jembatan permanen, warga memilih bergerak cepat dengan solusi sementara. “Ini untuk kebutuhan mendesak semua warga ke Borong Rappoa dan Kota Bulukumba. Kami tetap berharap jembatan permanen yang lebar dan kuat segera dibangun,” tegas Harianto.
Gotong royong hari kedua ini ditargetkan rampung dalam 1–2 hari ke depan agar seluruh kendaraan roda empat dapat melintas dengan aman.
Pewarta.Basri
































