BARA NEWS-BULUKUMBA
– Kindang – Lambaian tangan ratusan siswa di luar pagar dan isak tangis guru di dalam pagar menandai perpisahan paling mengharukan di SMKN 2 Bulukumba, Selasa (14/4/2026). Siswa kelas XII angkatan 2025/2026 resmi dilepas dalam tradisi “lambaian terakhir” di gerbang sekolah.
Sejak pukul 09.00 WITA, siswa berseragam pramuka lengkap sudah berbaris di depan gerbang SMKN 2 Bulukumba, Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang. Tidak ada panggung, tidak ada hiburan. Hanya ada gerbang besi yang memisahkan siswa dan guru, serta pesan terakhir dari Kepala SMKN 2 Bulukumba, Andi Baso Lolo, S.P.
_“Anak-anakku, tiga tahun Bapak kurung kalian dengan aturan. Bapak marahi, Bapak hukum. Hari ini Bapak sendiri yang buka gerbang. Karena tugas Bapak selesai. Tugas kalian baru mulai,”_ ucap Andi Baso Lolo dengan suara bergetar, berdiri tepat di balik gerbang sekolah.
Di hadapannya, siswa menunduk dan sesenggukan. Beberapa siswi dipapah rekannya karena tak sanggup menahan tangis. Siswa laki-laki yang dikenal paling bandel pun memilih diam, matanya memerah.
*Pesan Motivasi Andi Baso Lolo, S.P untuk Alumni SMKN 2 Bulukumba:*
– _“Ijazah itu cangkul, bukan mahkota. Di luar sana orang tidak tanya kalian lulusan mana. Orang tanya: kamu bisa apa? Sekarang buktikan tangan kalian bisa kasih makan diri sendiri.”_
– _“Nama SMKN 2 Bulukumba itu kalian bawa di kening. Kalau sukses, orang bilang: pantas, anak SMKN 2 Bulukumba. Kalau berbuat jahat, orang juga bilang begitu. Bapak cuma minta satu: jangan pulang bawa malu.”_
– _“Guru-gurumu bukan malaikat. Tapi mereka yang sebut namamu dalam doa tiap malam. Sehebat apa pun kalian nanti, jangan pernah lewat di depan mereka tanpa tunduk. Adab lebih tinggi dari ilmu.”_
– _“Gagal itu wajib. Menyerah itu haram. Kampung ini kecil, Nak. Bapak mau dengar namamu disebut di masjid karena sukses, bukan di kantor polisi karena masalah. Pulanglah kalau sudah jadi orang. Bukan jadi beban.”_
Pantauan di lokasi, lambaian tangan siswa begitu berat untuk diturunkan. Tepuk tangan terakhir menggema di antara perbukitan Kindang dan rumah warga bercat biru yang jadi latar sekolah. Begitu aba-aba diberikan, satu per satu siswa melangkah pergi, resmi menyandang status alumni SMKN 2 Bulukumba.
Tradisi melepas siswa di gerbang sekolah memang rutin digelar SMKN 2 Bulukumba tiap tahun. Sekolah kejuruan di pelosok Kindang ini dikenal dengan disiplin keras, namun punya kedekatan emosional yang kuat antara guru dan siswa.
Pewarta.Basri
































