Rumah Uya Kuya Dijarah Massa, Barang Berharga Dibawa Keluar

baraNews

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:06 WIB

50415 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Rumah anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Uya Kuya, menjadi sasaran penjarahan massa pada Sabtu malam (30/8/2025). Kediaman Uya Kuya yang berlokasi di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, didatangi massa yang mendobrak pagar dan mengacak-acak isi rumah.

Barang-barang seperti kulkas, dispenser, pakaian, televisi, hiasan dinding, sepatu, sandal, hingga karpet dilaporkan hilang. Sebuah video memperlihatkan warga keluar membawa barang hasil jarahan, yang kemudian viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

https://www.instagram.com/reel/DN_F7jtk_BE/

Uya Kuya mengonfirmasi kejadian tersebut melalui media sosialnya. Ia menyatakan menerima dengan ikhlas atas apa yang terjadi.

“Iya, intinya aku ikhlas saja,” ujar Uya Kuya. Ia juga menyayangkan bahwa kucing peliharaannya turut terkena dampak dari peristiwa ini. “Nggak apa-apa aku ikhlas, cuma kalau kalian lihat kerja ku selama ini seperti apa, cuma yang sedih kucing-kucing mahluk hidup juga dijarah, gitu saja,” tambahnya.

Meski demikian, Uya Kuya memastikan bahwa dirinya dan keluarga dalam kondisi aman. “Insyaallah aman,” tutupnya.

Sebelumnya, rumah politikus NasDem Ahmad Sahroni juga menjadi sasaran penjarahan massa di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kejadian tersebut memicu reaksi serupa terhadap rumah Eko Patrio dan Uya Kuya, yang dianggap publik turut berkontribusi pada ketegangan sosial melalui unggahan yang dianggap tidak sensitif.

Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi situasi ini. (*)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak”, Benny K Harman Minta Maaf Atas Pernyataan Kontroversial
Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim
Iring-iringan Prabowo Lewat, Pengendara Gatot Subroto Protes dengan Klakson Panjang
Tanggapi Gugatan Ijazah, Presiden Jokowi: Jika Yakin Palsu Bawa Saja Buktinya ke Persidangan
Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Audiensi Pimpinan ABS dan FBO dengan Dewan Pelindung, Teguhkan Komitmen Pembentukan ABS Law Firm dan FBO Law Firm

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:58 WIB

SWI Perjuangkan Kompetensi Anggota, UMJ Buka Peluang S1 dan S2 Jalur RPL

Senin, 20 Juli 2026 - 08:32 WIB

Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan

Senin, 18 Mei 2026 - 08:59 WIB

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues

Senin, 18 Mei 2026 - 06:55 WIB

PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:56 WIB

UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum

Berita Terbaru

NASIONAL

Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:37 WIB