Prada Lucky Tewas dengan Luka Lebam, Diduga Dianiaya Senior: TNI Pastikan Investigasi Transparan

baraNews

Jumat, 8 Agustus 2025 - 21:21 WIB

50646 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang — Prada Lucky Chepril Saputra, prajurit TNI AD yang baru dua bulan bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Ngamere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia pada Rabu, 6 Agustus 2025. Kematian prajurit muda itu memicu gelombang duka dan kemarahan keluarga, yang menduga ia menjadi korban penganiayaan oleh seniornya.

Jenazah Prada Lucky tiba di Bandara El Tari, Kupang, disambut isak tangis keluarga. Sang ayah, yang juga anggota TNI aktif, tidak mampu menahan amarah. Ia menuntut pengusutan tuntas, terutama setelah menemukan luka lebam di sekujur tubuh anaknya, yang disebut memperkuat dugaan kekerasan.

Sebelum meninggal, Prada Lucky sempat dirawat di RS Aeramo, Nagekeo, sejak 2 Agustus. Dugaan penganiayaan makin menguat setelah keluarga mengaku melihat banyak memar, bahkan kabar yang beredar menyebut adanya luka sayatan. Namun, pihak TNI meminta publik menunggu hasil investigasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Letkol Infanteri Amir Syarifudin, menegaskan penyelidikan masih berjalan. “Informasi yang beredar di luar itu belum tentu benar. Kita tunggu hasil tim investigasi,” ujarnya. Ia membenarkan bahwa 24 personel telah dimintai keterangan, empat di antaranya diamankan untuk mencegah aksi main hakim sendiri.

Menurut Amir, pengamanan terhadap empat personel itu dilakukan semata-mata untuk mencegah potensi korban baru atau reaksi balasan, baik dari sesama prajurit, keluarga, maupun masyarakat. “Jangan sampai isu yang berkembang memicu tindakan yang tidak diinginkan,” katanya.

Soal autopsi, Amir menjelaskan bahwa prosedur tersebut memerlukan fasilitas memadai dan persetujuan keluarga. “Kalau pimpinan memerintahkan dan hasil investigasi mengharuskan autopsi, kita lakukan,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai isu penggunaan selang dalam penganiayaan, Amir menegaskan belum ada bukti atau keterangan resmi dari penyidik. “Sebaiknya kita tidak berasumsi. Tunggu hasil pemeriksaan detail,” ucapnya. Ia juga menambahkan bahwa tim investigasi bersifat internal Kodam IX/Udayana, namun bisa melibatkan satuan pendukung jika diperlukan.

Amir menolak merinci pangkat personel yang diduga terlibat, hanya menyebut status mereka “senior” bervariasi—mulai dari satu tingkat di atas korban hingga yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa pembinaan di TNI seharusnya terukur dan mengedepankan kemanusiaan, bukan kekerasan brutal. “Kalau ada yang mengawasi tetapi tetap jatuh korban, berarti ada pertanggungjawaban dari yang tertua atau yang memimpin pembinaan,” katanya.

Kabar bahwa korban mengalami ginjal pecah dan paru-paru bocor juga belum dapat dikonfirmasi pihak TNI. Namun, Amir mengakui cedera organ vital menunjukkan kekerasan keras, meski bisa terjadi akibat akumulasi benturan.

Kodam IX/Udayana, kata Amir, memberi perhatian penuh terhadap kasus ini. Pangdam disebut melakukan pengawasan langsung dan memerintahkan agar proses hukum ditegakkan transparan. “Yang bersalah tetap akan dihukum,” tegasnya.

Amir juga mengirim pesan kepada keluarga korban yang berduka agar tetap mempercayakan kasus ini kepada penyidik. “Kita semua bagian dari keluarga besar TNI. Jangan sampai emosi membuat kita melanggar hukum,” ujarnya.

Pihak Kodam mengaku telah mengutus perwakilan untuk menyampaikan belasungkawa langsung ke keluarga dan memfasilitasi proses pemakaman. “Kami paham betul kesedihan keluarga. Anak kebanggaan yang mengikuti jejak ayahnya kini pergi akibat peristiwa yang logikanya sulit diterima,” kata Amir.

Kasus kematian Prada Lucky kini menjadi sorotan publik dan ujian transparansi penegakan hukum di tubuh TNI. Tim investigasi menargetkan penyelidikan selesai secepat mungkin. “Jangan sebarkan isu provokatif. Tunggu hasil resmi tim investigasi,” tutup Amir. (*)

Berita Terkait

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik
Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK
Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:06 WIB

DPP KAMPUD Apresiasi KEJATI Lampung Tetapkan 3 Tersangka Tipikor Anggaran Sekretariat DPRD Lampung Utara

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:20 WIB

Aktivis NTB Desak Penegak Hukum Segera Tindak Oknum DPRD yang Diduga Terlibat Korupsi

Senin, 6 Oktober 2025 - 20:41 WIB

Empat Tersangka Korupsi Proyek PLTU 1 Kalbar Ditetapkan, Termasuk Mantan Dirut PLN

Jumat, 3 Oktober 2025 - 18:20 WIB

Korupsi Uang Perjalanan Dinas DPRD Tanggamus, DPP KAMPUD Minta KEJATI Lampung Umumkan Tersangka

Rabu, 17 September 2025 - 17:24 WIB

Eks Jaksa Azam Akhmad Akhsya Divonis 9 Tahun Penjara, Denda Rp500 Juta dan Uang Pengganti Rp11,7 Miliar

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:23 WIB

Sepuluh Perusahaan Swasta Didakwa Rugikan Negara Rp 7,87 Triliun dalam Kasus Asabri

Jumat, 22 Agustus 2025 - 01:05 WIB

Kejari Tanjung Perak Tahan Direktur PT DJA Tersangka Korupsi Kredit Modal Kerja Bank BUMN Rp7,9 Miliar

Jumat, 15 Agustus 2025 - 22:51 WIB

KPK Tegaskan Pengembalian Uang oleh Bupati Pati Sudewo Tak Hapus Unsur Korupsi

Berita Terbaru