Isu Penggeledahan Rumah JAM Pidsus Febrie Adriansyah Dibantah Kejagung dan Polri: Disebut Hoaks, Dikaitkan Serangan Balik Koruptor

baraNews

Jumat, 8 Agustus 2025 - 20:17 WIB

50406 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kepolisian RI kompak membantah kabar yang menyebut adanya penggeledahan di rumah pribadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah. Kabar tersebut sempat viral di sejumlah media dan media sosial, namun kedua lembaga menegaskan peristiwa itu tak pernah terjadi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, memastikan informasi itu tidak benar. Ia bahkan meragukan sumber berita yang memunculkan isu tersebut.
“Setelah kami konfirmasi, ternyata hoaks. Tidak jelas sumbernya, tapi sudah ramai dengan berbagai framing pemberitaan,” ujar Anang, Sabtu (9/8/2025).

Senada, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan tidak ada kegiatan penggeledahan rumah pribadi JAM Pidsus seperti yang diberitakan. “Tidak benar. Tidak ada penggeledahan,” kata Ade Ary.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu ini memicu kekhawatiran lantaran dinilai berpotensi mengganggu penanganan perkara besar yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan, khususnya oleh Febrie Adriansyah. Dalam beberapa waktu terakhir, JAM Pidsus mencatat sejumlah capaian dalam pemberantasan korupsi yang mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Berdasarkan survei Indikator terbaru, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan mencapai 76 persen. Namun, menurut sejumlah pihak, tingginya dukungan publik ini justru membuat sebagian kalangan merasa “gerah” dan mulai melakukan upaya melemahkan Kejaksaan. Fenomena ini kerap disebut sebagai corruptor fight back atau serangan balik koruptor.

Serangan balik ini, kata pengamat hukum, bukan kali pertama dialami Korps Adhyaksa. Polanya beragam, mulai dari pemberitaan yang menyudutkan Kejaksaan, pembunuhan karakter pejabat, teror terhadap aparat, hingga adu domba antar penegak hukum.
“Kita tidak bisa menutup mata, serangan balik koruptor itu nyata. Tujuannya melemahkan institusi dan menghentikan langkah pemberantasan korupsi,” ujar seorang sumber internal Kejagung.

Kejaksaan sendiri kini menjadi salah satu tumpuan harapan publik dalam penegakan hukum. Meski demikian, keberhasilan memberantas korupsi membutuhkan soliditas dan sinergitas seluruh aparat penegak hukum, termasuk Polri dan KPK.

Korupsi, menurut Kejaksaan, adalah masalah utama bangsa yang menjadi akar banyak persoalan lain. “Negara ini sudah merdeka lama, tapi efek pembangunan belum dirasakan mayoritas rakyat karena korupsi masih merajalela,” kata Anang.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar semua pihak menghindari tindakan atau isu yang menimbulkan kegaduhan dan mengganggu proses pemberantasan korupsi. “Fokus kita harus tetap pada kerja penegakan hukum. Jangan terprovokasi hoaks,” pungkasnya.

Berita Terkait

Royal Enfield Gaspol Bangun Kepercayaan Konsumen, Service Campaign UCE Nusantara Digelar di Antasari
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik
Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:05 WIB

Komitmen PT. Agrowiratama Dalam Berqurban, Serahkan 5 Ekor Sapi ke Kebosaan Sekitar Perusahaan dan Masyarakat

Senin, 25 Mei 2026 - 14:29 WIB

Yulianto menjenguk Anak yang Meninggal di Rurapatontang dan Prioritakan Akses Jalan Rampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:29 WIB

Petani Sawit Menjerit Harga TBS Turun Drastis, Masyarakat: Kami Hanya Bisa Pasrah 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:25 WIB

Polres Pasaman Barat Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Pencurian Hewan Ternak Jelang Iduladha 1447 H

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:00 WIB

Pemkab Pasbar Matangkan Persiapan Tiga Festival Besar yang Digelar Juni Mendatang

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:29 WIB

Pemkab Pasbar Tegaskan Komitmen Sukseskan SPMB 2026 yang Objektif, Transparan, dan Berkeadilan

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:50 WIB

e-Voting Pilwana 2026 Resmi di Luncurkan Pemkab Pas-Bar

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:06 WIB

Sidang Prapradilan Kasus Korupsi Pasar Sungai Batang: Kejaksaan dan Penasihat Hukum Bersitegang Soal Kewenangan BPK dan Pemberian SPDP

Berita Terbaru