Gaya Hidup Mencolok ASN Kominfo: Budi Arie Beberkan Dugaan Jaringan Perlindungan Judol

baraNews

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:35 WIB

50387 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Di balik layar Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang kini telah berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mantan Menteri Budi Arie Setiadi mengungkapkan fakta mengejutkan: sejumlah pegawai di lingkungan kementeriannya memiliki gaya hidup yang jauh dari kewajaran seorang aparatur sipil negara (ASN).

Dalam siniar Gaspol! Kompas.com yang dipublikasikan Jumat (23/5/2025), Budi Arie tak segan mengangkat kembali kisah yang selama ini terselip dalam kerahasiaan birokrasi. Ia menyingkap adanya indikasi gaya hidup mewah yang dijalani oleh pegawai eselon III dan IV saat ia masih menjabat Menkominfo.

“Saya sudah aware sejak awal. Beberapa teman-teman saya lihat gaya hidupnya itu… ya mencolok. Setiap bulan bisa ke luar negeri. Ini bukan gaya hidup yang wajar untuk ASN level menengah,” ujar Budi dalam rekaman siniar yang kini ramai dibicarakan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Budi bukan tanpa dasar. Ia mengaku sejak pertama kali dilantik sebagai Menteri Kominfo, informasi mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pegawai dalam jaringan perlindungan situs judi online (judol) sudah ia kantongi. Temuan-temuan itu semakin kuat ketika ia mulai melihat pola-pola tidak biasa—dari aktivitas luar negeri rutin hingga kepemilikan barang-barang mewah yang sulit dijangkau ASN pada umumnya.

“Ada gaya hidup yang tidak matching dengan gaji dan jabatan. Itu jadi sinyal buat saya bahwa ada yang tidak beres,” katanya tegas.

Dugaan keterlibatan oknum internal kementerian dalam aktivitas ilegal ini menambah catatan kelam bagi Kominfo, yang selama beberapa tahun terakhir telah berada dalam sorotan akibat lambannya pemberantasan situs-situs judi online dan lemahnya sistem pengawasan digital.

Selama masa kepemimpinannya, Budi Arie dikenal sebagai figur yang vokal dalam membasmi praktik digital ilegal. Namun kini, pengakuannya justru mengindikasikan bahwa perlawanan terhadap praktik seperti judi online bukan hanya urusan eksternal, melainkan juga internal—melibatkan lingkaran ASN sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Komdigi mengenai apakah ada langkah investigasi lanjutan atas pengakuan Budi Arie, serta apakah ada nama-nama tertentu yang sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Yang jelas, pengakuan ini membuka kembali pertanyaan besar: sejauh mana integritas lembaga pemerintah dalam menghadapi infiltrasi ekonomi digital ilegal? Dan apakah gaya hidup mewah di kalangan ASN menjadi indikator baru dalam mendeteksi potensi korupsi atau kolusi? (*)

Berita Terkait

Royal Enfield Gaspol Bangun Kepercayaan Konsumen, Service Campaign UCE Nusantara Digelar di Antasari
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik
Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:05 WIB

Komitmen PT. Agrowiratama Dalam Berqurban, Serahkan 5 Ekor Sapi ke Kebosaan Sekitar Perusahaan dan Masyarakat

Senin, 25 Mei 2026 - 14:29 WIB

Yulianto menjenguk Anak yang Meninggal di Rurapatontang dan Prioritakan Akses Jalan Rampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:29 WIB

Petani Sawit Menjerit Harga TBS Turun Drastis, Masyarakat: Kami Hanya Bisa Pasrah 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:25 WIB

Polres Pasaman Barat Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Pencurian Hewan Ternak Jelang Iduladha 1447 H

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:00 WIB

Pemkab Pasbar Matangkan Persiapan Tiga Festival Besar yang Digelar Juni Mendatang

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:29 WIB

Pemkab Pasbar Tegaskan Komitmen Sukseskan SPMB 2026 yang Objektif, Transparan, dan Berkeadilan

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:50 WIB

e-Voting Pilwana 2026 Resmi di Luncurkan Pemkab Pas-Bar

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:06 WIB

Sidang Prapradilan Kasus Korupsi Pasar Sungai Batang: Kejaksaan dan Penasihat Hukum Bersitegang Soal Kewenangan BPK dan Pemberian SPDP

Berita Terbaru