Gaya Hidup Mencolok ASN Kominfo: Budi Arie Beberkan Dugaan Jaringan Perlindungan Judol

baraNews

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:35 WIB

50417 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Di balik layar Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang kini telah berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mantan Menteri Budi Arie Setiadi mengungkapkan fakta mengejutkan: sejumlah pegawai di lingkungan kementeriannya memiliki gaya hidup yang jauh dari kewajaran seorang aparatur sipil negara (ASN).

Dalam siniar Gaspol! Kompas.com yang dipublikasikan Jumat (23/5/2025), Budi Arie tak segan mengangkat kembali kisah yang selama ini terselip dalam kerahasiaan birokrasi. Ia menyingkap adanya indikasi gaya hidup mewah yang dijalani oleh pegawai eselon III dan IV saat ia masih menjabat Menkominfo.

“Saya sudah aware sejak awal. Beberapa teman-teman saya lihat gaya hidupnya itu… ya mencolok. Setiap bulan bisa ke luar negeri. Ini bukan gaya hidup yang wajar untuk ASN level menengah,” ujar Budi dalam rekaman siniar yang kini ramai dibicarakan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Budi bukan tanpa dasar. Ia mengaku sejak pertama kali dilantik sebagai Menteri Kominfo, informasi mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pegawai dalam jaringan perlindungan situs judi online (judol) sudah ia kantongi. Temuan-temuan itu semakin kuat ketika ia mulai melihat pola-pola tidak biasa—dari aktivitas luar negeri rutin hingga kepemilikan barang-barang mewah yang sulit dijangkau ASN pada umumnya.

“Ada gaya hidup yang tidak matching dengan gaji dan jabatan. Itu jadi sinyal buat saya bahwa ada yang tidak beres,” katanya tegas.

Dugaan keterlibatan oknum internal kementerian dalam aktivitas ilegal ini menambah catatan kelam bagi Kominfo, yang selama beberapa tahun terakhir telah berada dalam sorotan akibat lambannya pemberantasan situs-situs judi online dan lemahnya sistem pengawasan digital.

Selama masa kepemimpinannya, Budi Arie dikenal sebagai figur yang vokal dalam membasmi praktik digital ilegal. Namun kini, pengakuannya justru mengindikasikan bahwa perlawanan terhadap praktik seperti judi online bukan hanya urusan eksternal, melainkan juga internal—melibatkan lingkaran ASN sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Komdigi mengenai apakah ada langkah investigasi lanjutan atas pengakuan Budi Arie, serta apakah ada nama-nama tertentu yang sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Yang jelas, pengakuan ini membuka kembali pertanyaan besar: sejauh mana integritas lembaga pemerintah dalam menghadapi infiltrasi ekonomi digital ilegal? Dan apakah gaya hidup mewah di kalangan ASN menjadi indikator baru dalam mendeteksi potensi korupsi atau kolusi? (*)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak”, Benny K Harman Minta Maaf Atas Pernyataan Kontroversial
Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim
Iring-iringan Prabowo Lewat, Pengendara Gatot Subroto Protes dengan Klakson Panjang
Tanggapi Gugatan Ijazah, Presiden Jokowi: Jika Yakin Palsu Bawa Saja Buktinya ke Persidangan
Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Audiensi Pimpinan ABS dan FBO dengan Dewan Pelindung, Teguhkan Komitmen Pembentukan ABS Law Firm dan FBO Law Firm

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:58 WIB

SWI Perjuangkan Kompetensi Anggota, UMJ Buka Peluang S1 dan S2 Jalur RPL

Senin, 20 Juli 2026 - 08:32 WIB

Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan

Senin, 18 Mei 2026 - 08:59 WIB

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues

Senin, 18 Mei 2026 - 06:55 WIB

PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:56 WIB

UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum

Berita Terbaru

NASIONAL

Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:37 WIB