Menyoal Kebijakan PHK Meningkat Signifikan

baraNews

Sabtu, 24 Mei 2025 - 15:38 WIB

50292 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Devi Ramaddani
(Aktivis Muslimah)

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sebelumnya sudah sering terjadi di Indonesia. Kini tengah marak kebijakan PHK di Kota Balikpapan yang membuat geleng-geleng kepala. Di tengah situasi perekonomian negara Indonesia yang tidak baik-baik saja, kehadiran fenomena ini semakin mencederai keadaan ekonomi dan menimbulkan kegelisahan bagi para pekerja.

Dilansir oleh tribunnew.com, Kebijakan PHK di Kota Balikpapan dianggap meningkat signifikan, dari berbagai sektor dari perhotelan hingga yang dominan adalah perusahaan minyak dan gas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 341 pekerja terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di awal tahun 2025. Hal ini diungkapkan Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Ani Mufaidah.

Ani juga mengatakan, pemutusan kerja pada ratusan karyawan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

Efisiensi anggaran; Perselisihan di lingkungan kerja; hingga masa kontrak yang telah habis.  (https://kaltim.tribunnews.com/2025/05/07/3-penyebab-phk-karyawan-di-balikpapan-kaltim-meningkat-signifikan-ada-dari-belasan-perusahaan).

PHK bukanlah fenomena baru, tetapi terus terjadi tanpa solusi nyata dari negara. Pemerintah tampak tidak memiliki strategi komprehensif dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan berkelanjutan bagi rakyatnya.

Melihat fakta diatas sungguh menyedihkan. Meski sudah diungkapkan penyebab PHK, namun akar persoalan akibat diterapkannya sistem Kapitalisme sekuler belum tersentuh. Bisa juga dikaitkan dengan kebijakan perang tarif AS.

PHK yang terjadi akan berdampak bagi rakyat negeri ini. Rakyat bingung bagaimana cara mendapatkan uang. Kesulitan hidup menghinggapi seluruh lapisan masyarakat apalagi hidupnya dibawah garis kemiskinan. Walhasil, meningkatnya tindak kriminal demi bertahan hidup. Keadaan perut lapar berimbas pada seseorang untuk melakukan tindakan nekat.

PHK menjadi sebuah keniscayaan dalam sistem kapitalisme karena orientasinya semua pihak adalah bisnis. Perusahaan hanya mencari keuntungan, tetapi tidak mau rugi. Perusahaan tidak peduli dengan nasib tenaga kerja terdampak PHK.

Pemerintah pun hanya bertindak sebagai regulator antara perusahaan dengan rakyat. PHK ibarat pil pahit kapitalisme yang harus dirasakan rakyat negeri ini. Sistem kufur kapitalisme hanya menyejahterakan perusahaan, tetapi rakyat yang merugi. Rakyat hanya dijadikan mesin pencari suara di pesta demokrasi.

Islam mampu menjamin kebutuhan seluruh rakyat. Kebutuhan dasar publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan keamanan diberikan gratis oleh negara. Dengan memaksimalkan pemasukan melalui SDA yang terkategori sebagai kepemilikan umum dan dikelola secara mandiri oleh negara. Rasulullah saw. telah menjelaskan sifat kepemilikan umum tersebut dalam hadis, “Manusia berserikat (punya andil) dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput dan api.” (HR Abu Dawud). Dalam penuturan Anas ra., hadis tersebut ditambah dengan redaksi “wa tsamanuhu haram” (harganya haram). Artinya, dilarang untuk diperjualbelikan.

Negara menjalankan perannya sebagai pengelola SDA secara mandiri, tentu akan memberikan peluang banyak lapangan kerja. Sehingga negaralah yang memiliki peran utama dalam mengontrol ketersediaan lapangan kerja, bukan dunia industri (swasta).

Untuk memenuhi kebutuhan dasar individu, negara memberikan kesempatan bagi laki-laki dewasa untuk bekerja mencari nafkah. Untuk itu, negara akan menyediakan pelatihan keterampilan dan bantuan modal hingga sampai memberikan tanah kosong untuk digarab. Sektor pekerjaan pun luas karena tata kelola alam sesuai syariat.

Salah satu teladan Rasulullah atau Khalifah ketika ada yang tidak bekerja. Hal ini seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika ada seorang sahabat yang meminta-minta di pasar. Rasulullah lalu menyuruh sahabat itu untuk menjual barang apa saja yang ia miliki. Kemudian Rasul pun menyuruhnya menjadikan uangnya digunakan untuk membeli kapak dan tali, sisanya untuk nafkah keluarganya. Sahabat tersebut mengikuti anjuran Rasulullah. Ia pergi ke hutan dan mencari kayu bakar kemudian menjualnya. Sejak saat itu ia tidak pernah lagi menjadi pengemis.

Sistem kapitalisme telah gagal memberikan jaminan dan perlindungan kesejahteraan bagi pekerja. Dengan penerapan sistem Islam kafah, PHK dapat dicegah dan diatasi dengan baik dan tepat.

Wallahu’alam bishawab

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:48 WIB

AVATAR Desak Pengusutan Dugaan Lonjakan Harta Pejabat Pemkab Bogor, Siap Gelar Aksi Jilid 4 hingga Ada Tindak Lanjut Kejaksaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:20 WIB

Potret Kedekatan Polisi dan Masyarakat, Sampaikan Pesan Kamtibmas Secara Dialogis.

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Bupati Bulukumba Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 03:09 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Bulukumba Gelar Upacara Bendera Dipimpin Kapolres.

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:02 WIB

Jalan Poros Manyampa Rusak Total, Pemerintah Jangan Tutup Mata dan Telinga: Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal Disebut Jadi Pemicu

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Ziarah Rombongan Warnai Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Bulukumba

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:15 WIB

Doa Bersama Warnai Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Makodim 1411/Bulukumba

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:26 WIB

Resmob Polres Bulukumba Bergerak Cepat, 5 Terduga Pelaku Penganiayaan Diamankan

Berita Terbaru