BARA NEWS-BULUKUMBA
-KAMIS 16 April 2026— Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi diluncurkan di Kabupaten Bulukumba, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini digelar di Room Kahayya Lantai IV Gedung Pinisi, Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur pemerintah pusat, daerah, hingga aparat penegak hukum.
Peluncuran program ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) Merah Putih sebagai bagian dari upaya strategis mendorong desa-desa di Sulawesi Selatan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BNN Provinsi Sulsel Brigjen Pol. Drs. Agung Prabowo, Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Edi Manaf, Sekda Bulukumba Muh. Ali Saleng, serta Ketua Umum APDESI Merah Putih Anwar Sadat, bersama para kepala desa se-Kabupaten Bulukumba.
Dalam sambutannya, Ketua Umum APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, menegaskan bahwa program Desa Bersinar merupakan bagian dari implementasi kerja sama dengan BNN RI dan masuk dalam agenda prioritas nasional.
“Program ini menjadi langkah preventif agar desa terbebas dari bahaya narkoba sekaligus pondasi untuk menciptakan generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan mandiri,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran pengurus APDESI, mulai dari pusat hingga daerah, untuk mengawal dan mengimplementasikan program Desa Bersinar secara nyata di lapangan.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Pedesaan Daerah Tertinggal RI, Suherman, menekankan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari arah kebijakan nasional dalam pembangunan desa.
“Pembangunan desa harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan sosial. Pencegahan narkoba harus menjadi bagian integral dalam sistem pembangunan desa secara menyeluruh,” jelasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi RI, Gendo, menyoroti dampak narkoba terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat desa. Ia menilai, pemberantasan narkoba harus dibarengi dengan penguatan ekonomi desa melalui koperasi.
“Kemandirian ekonomi desa adalah kunci. Melalui koperasi desa, kita bisa memotong rantai distribusi, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas akses pembiayaan masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala BNN Provinsi Sulsel Brigjen Pol. Agung Prabowo mengingatkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis yang sekaligus rawan terhadap peredaran narkotika.
“Sulsel kerap menjadi jalur transit dan pasar potensial bagi sindikat narkotika lintas daerah hingga internasional. Karena itu, Desa Bersinar harus menjadi langkah nyata melindungi generasi bangsa,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 21 kabupaten di Sulawesi Selatan menerima piagam penghargaan Desa Bersinar, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam mendukung program desa bersih narkoba. Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Bulukumba, Maros, Jeneponto, Sinjai, Bantaeng, Bone, Gowa, hingga Kepulauan Selayar.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.30 Wita ini berakhir pada pukul 11.30 Wita dalam situasi aman dan lancar.
Peluncuran Desa Bersinar ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Selain itu, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa serta menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
(PENDIM 1411/BLK)
Pewarta.Basri
































