Anggota DPRD jenguk korban tertarkam Buaya di Sungai Aur di RSUD Pasaman Barat

REDAKSI SUMBAR

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:30 WIB

5057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat baraNews

Sungai Aur, Almarhum Bapak Khairuddin Tutup Usia di Umur (64) Tahun, seorang warga Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat yang menjadi korban terkaman buaya di Lubuak Pancakauan, Jorong Koto Labu, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Pasaman Barat pada Selasa (24/2/2026) malam, kejadian ini menjadi duka mendalam bagi sanak keluarganya dan warga Sungai Aur.

Kejadian ini bermula pada Minggu (22/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban sedang menjaring ikan sendirian di Lubuak Pancakauan. Tiba-tiba, seekor buaya menyerang dan menerkam kaki kiri bagian betis korban hingga mengalami luka robek yang sangat parah. Warga yang kebetulan melintas langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Sungai Aur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang kami himpun dari keterangan Efendi, anak kedua korban, ayahnya sempat mendapatkan tindakan medis berupa 60 jahitan di puskesmas tersebut.

“Siang harinya setelah kondisi stabil, ayah diperbolehkan pulang,” ujar Efendi.

Namun, kondisi Khairuddin justru memburuk pada Senin (23/2/2026) malam. Keluarga kembali membawanya ke Puskesmas Sungai Aur dengan kondisi tubuh dan luka jahitan yang memprihatinkan.

Melihat tidak adanya penanganan serius dari petugas puskesmas Sungai Aur, keluarga memutuskan untuk membawa korban ke RSUD Pasaman Barat. Namun proses ini terkendala oleh status BPJS Kesehatan korban yang sudah tidak aktif karena menunggak namun usaha pihak keluarga menyatakan siap melunasi BPJS, kendala entri data di puskesmas sempat menjadi penghambat proses rujukan hingga akhirnya korban baru masuk ke ICU RSUD pada pukul 23.00 WIB tanpa dilakukan penyelesaian status BPJS nya

Pihak keluarga merasa sangat kecewa yang memuncak saat mengetahui hasil rekam medis di RSUD. Khairunas, anak keempat korban, mengungkapkan bahwa ayahnya diduga tidak mendapatkan penanganan medis standar pasca-gigitan binatang buas tersebut.

“Terlihat dari hasil rekam medis di RSUD jambak terungkap bahwa ayah tidak diberikan suntik tetanus oleh pihak Puskesmas Sungai Aur,” ungkapnya dengan nada sedih.

Kondisi tubuh yang terus menurun membuat nyawa Khairuddin tidak tertolong lagi.

“Tepat Selasa (24/2/2026) pukul 19.56 WIB, korban meninggal dunia di RSUD Pasaman Barat karena kondisi tubuh yang sangat memburuk,” konfirmasi juga dilakukan kepada Fina, perawat ICU RSUD Pasaman Barat.

Dengan terjadinya Musibah ini menjadi perhatian serius dari Anggota DPRD Pasaman Barat, Sulaiman dan Rommy Chandra, yang juga hadir langsung di RSUD jambak Pasaman Barat melihat korban secara langsung.

Kepada media, Sulaiman menegaskan perlunya evaluasi total atas kejadian ini.

“Mulai dari penanganan korban di puskesmas hingga carut-marut status BPJS, dan sampainya korban di RSUD jambak, ini harus menjadi perhatian serius dari pihak terkait dan instansi yang bertanggung jawab,” tegas Sulaiman.

Hal serupa juga disampaikan, Rommy Chandra, Ia mengimbau instansi terkait untuk meningkatkan kesiagaan kepada warga.

“Kami berharap ada himbauan khusus, agar warga lebih waspada untuk menghindari kejadian akibat gigitan binatang buas, khususnya buaya di semua daerah aliran sungai,” tambahnya

Sebagai tindak lanjut, malam ini juga pihak keluarga dengan penuh rasa kecewa dan duka yang mendalam membawa Jenazah almarhum kembali ke rumah duka di Sungai Aur pada pukul 21.30 WIB dengan ambulan RSUD Pasaman Barat

Atas telah terjadinya Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang perunya pelayanan medis yang baik di puskesmas dan kemudahan dalam pengurusan BPJS untuk semua warga terlebih pada saat yang mendesak.

masyarakat Sungai Aur berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah tujuanya agar kejadian yang serupa tidak berulang kembali, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya gigitan binatang buas dan hewan liar lainya.

Berita Terkait

TMMD ke-127 Kodim 1411/Bulukumba Resmi Ditutup, TNI Tegaskan Komitmen Membangun Desa
Koramil 1411-06/Bonto Tiro Gelar Kerja Bakti Bersama Warga Bersihkan Pasar Tradisional Tamalanrea
Personel Koramil 1411-04/Ujung Bulu Kunjungi dan Berikan Bantuan kepada Korban Kebakaran
TMMD ke-127 Selesai, Akses Terbuka Lebar! Pariwisata Pesisir Bontobahari Diprediksi Kian Ramai
PEKERJAAN FISIK TMMD KE -127 CAPAI 97 PERSEN, PENUTUPAN PROGRAM TINGGAL DUA HARI LAGI
300 Anggota Cobra Legend Indonesia Gelar Aksi Sosial Ramadan, Berbagi Takjil dan Salurkan Sembako
Safari Ramadan di Aia Gadang Timur, Bupati Yulianto Tekankan Kebersamaan Pemerintah dan Masyarakat
Sat Resnarkoba Polres Bulukumba Ringkus NS Warga Kindang, Miliki Sabu Puluhan Gram.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 20:05 WIB

Kerjasama Publikasi Disorot, Agus Kliwir : Maraknya Media Tak Profesional

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:15 WIB

Hadiri Penanaman Jagung, Kapolda Riau Laporkan Capaian Produksi di 2025

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:30 WIB

Bengkalis Digoyang! Polda Riau Ungkap Peredaran Heroin Besar-besaran, Dua Tersangka Ditangkap

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:22 WIB

AKPERSI Pekanbaru: Kritik Pendidikan Harus Berbasis Fakta, Pemerintah Kota Tetap Komitmen Majukan Sekolah

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:34 WIB

Klarifikasi Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kota Pekanbaru, Terkait Sertifikat Cakep dan Bantah Melakukan Intervensi Terhadap Rekan Pers

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:42 WIB

Agus Kliwir Warning Akun Medsos Ngaku Wartawan, Tak Penuhi Standar Pers

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:40 WIB

Viral Dugaan Pemilik Dapur MBG di Ogan Ilir Keluarkan Kata Tak Pantas, Publik Geram

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:52 WIB

Cinta Ditolak “Dibacok”, Ketua Bid. Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita Kecam Aksi Biadap

Berita Terbaru