Anggota DPRD jenguk korban tertarkam Buaya di Sungai Aur di RSUD Pasaman Barat

REDAKSI SUMBAR

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:30 WIB

50162 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat baraNews

Sungai Aur, Almarhum Bapak Khairuddin Tutup Usia di Umur (64) Tahun, seorang warga Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat yang menjadi korban terkaman buaya di Lubuak Pancakauan, Jorong Koto Labu, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Pasaman Barat pada Selasa (24/2/2026) malam, kejadian ini menjadi duka mendalam bagi sanak keluarganya dan warga Sungai Aur.

Kejadian ini bermula pada Minggu (22/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban sedang menjaring ikan sendirian di Lubuak Pancakauan. Tiba-tiba, seekor buaya menyerang dan menerkam kaki kiri bagian betis korban hingga mengalami luka robek yang sangat parah. Warga yang kebetulan melintas langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Sungai Aur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang kami himpun dari keterangan Efendi, anak kedua korban, ayahnya sempat mendapatkan tindakan medis berupa 60 jahitan di puskesmas tersebut.

“Siang harinya setelah kondisi stabil, ayah diperbolehkan pulang,” ujar Efendi.

Namun, kondisi Khairuddin justru memburuk pada Senin (23/2/2026) malam. Keluarga kembali membawanya ke Puskesmas Sungai Aur dengan kondisi tubuh dan luka jahitan yang memprihatinkan.

Melihat tidak adanya penanganan serius dari petugas puskesmas Sungai Aur, keluarga memutuskan untuk membawa korban ke RSUD Pasaman Barat. Namun proses ini terkendala oleh status BPJS Kesehatan korban yang sudah tidak aktif karena menunggak namun usaha pihak keluarga menyatakan siap melunasi BPJS, kendala entri data di puskesmas sempat menjadi penghambat proses rujukan hingga akhirnya korban baru masuk ke ICU RSUD pada pukul 23.00 WIB tanpa dilakukan penyelesaian status BPJS nya

Pihak keluarga merasa sangat kecewa yang memuncak saat mengetahui hasil rekam medis di RSUD. Khairunas, anak keempat korban, mengungkapkan bahwa ayahnya diduga tidak mendapatkan penanganan medis standar pasca-gigitan binatang buas tersebut.

“Terlihat dari hasil rekam medis di RSUD jambak terungkap bahwa ayah tidak diberikan suntik tetanus oleh pihak Puskesmas Sungai Aur,” ungkapnya dengan nada sedih.

Kondisi tubuh yang terus menurun membuat nyawa Khairuddin tidak tertolong lagi.

“Tepat Selasa (24/2/2026) pukul 19.56 WIB, korban meninggal dunia di RSUD Pasaman Barat karena kondisi tubuh yang sangat memburuk,” konfirmasi juga dilakukan kepada Fina, perawat ICU RSUD Pasaman Barat.

Dengan terjadinya Musibah ini menjadi perhatian serius dari Anggota DPRD Pasaman Barat, Sulaiman dan Rommy Chandra, yang juga hadir langsung di RSUD jambak Pasaman Barat melihat korban secara langsung.

Kepada media, Sulaiman menegaskan perlunya evaluasi total atas kejadian ini.

“Mulai dari penanganan korban di puskesmas hingga carut-marut status BPJS, dan sampainya korban di RSUD jambak, ini harus menjadi perhatian serius dari pihak terkait dan instansi yang bertanggung jawab,” tegas Sulaiman.

Hal serupa juga disampaikan, Rommy Chandra, Ia mengimbau instansi terkait untuk meningkatkan kesiagaan kepada warga.

“Kami berharap ada himbauan khusus, agar warga lebih waspada untuk menghindari kejadian akibat gigitan binatang buas, khususnya buaya di semua daerah aliran sungai,” tambahnya

Sebagai tindak lanjut, malam ini juga pihak keluarga dengan penuh rasa kecewa dan duka yang mendalam membawa Jenazah almarhum kembali ke rumah duka di Sungai Aur pada pukul 21.30 WIB dengan ambulan RSUD Pasaman Barat

Atas telah terjadinya Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang perunya pelayanan medis yang baik di puskesmas dan kemudahan dalam pengurusan BPJS untuk semua warga terlebih pada saat yang mendesak.

masyarakat Sungai Aur berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah tujuanya agar kejadian yang serupa tidak berulang kembali, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya gigitan binatang buas dan hewan liar lainya.

Berita Terkait

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam
Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat
Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang
Rencana Pasar Malam di Kawasan Batu Enam Kembali Muncul, Publik Pertanyakan Kontribusi terhadap PAD
Terjadi RJ Kedua untuk Ahmadi Jadi Sorotan, Kuasa Hukum ZN: Layak atau Tidak, Biar Penegak Hukum yang Menentukan!
Babinsa Sertu Masyudin Kumpul Bareng Warga Anrihua, Bahas Kamtibmas Hingga Kebersihan Lingkungan
Babinsa Bonto Macinna Ajak Warga Bersihkan Irigasi Sawah Antisipasi Banjir di Musim Hujan
Investigasi Kabel WiFi Menempel di Tiang PLN, TOPAN RI Rohil Datangi Kantor PLN Bagansiapiapi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:33 WIB

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:41 WIB

Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:23 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Senin, 8 Juni 2026 - 03:03 WIB

Terjadi RJ Kedua untuk Ahmadi Jadi Sorotan, Kuasa Hukum ZN: Layak atau Tidak, Biar Penegak Hukum yang Menentukan!

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:46 WIB

Babinsa Sertu Masyudin Kumpul Bareng Warga Anrihua, Bahas Kamtibmas Hingga Kebersihan Lingkungan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:03 WIB

Babinsa Bonto Macinna Ajak Warga Bersihkan Irigasi Sawah Antisipasi Banjir di Musim Hujan

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:22 WIB

Investigasi Kabel WiFi Menempel di Tiang PLN, TOPAN RI Rohil Datangi Kantor PLN Bagansiapiapi

Jumat, 5 Juni 2026 - 04:06 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Gantarang Pelda Sofyan Dampingi Petani Tanam Padi di Cabalu

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

Pemkab Pasbar Kebut Pelaksanaan Kegiatan Bersumber dari TKD 2026

Senin, 8 Jun 2026 - 16:12 WIB