Konflik Torete Morowali, DPRD Sulteng Bakal Bentuk Pansus

baraNews

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:34 WIB

50227 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu – Front Rakyat Anti Kriminalisasi (FRAK) yang merupakan gabungan LBH Sulteng, LBH Rakyat, LBH Poso, SPHP, SHI dan Solidaritas Loli Oge anti Kriminalisasi serta masyarakat Torete yang dipimpin advokat Agussalim menggelar aksi unjukrasa di Kantor DPRD Sulteng, Jum’at, 23 Januari 2026.

Jendral Lapangan FRAK, Agussalim, SH dalam selebaran dan orasinya menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, mendesak penghentian kriminalisasi terhadap aktivis. Pemerintah dan aparat penegak hukum seharusnya melakukan penanganan akar masalah pemicu konflik, bukan membungkam aktivis dengan cara mengkriminalisasi para aktivis.

Kedua, menuntut pembebasan empat aktivis Torete masing-masing Arlan Dahrin, Royman M Hamid, Asdin, dan Ahyudin. Pasalnya, penangkapan terhadap aktivis Torete dinilai, polisi hanya merespon laporan perusahaan tanpa melihat penyebab utama konflik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga, menuntut aparat penegak hukum menindak tegas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan PT Teknik Alum Service (TAS) dan PT Raihan Catur Putra (RCP). Jika penanganan dan penegekan hukum berkeadilan, maka seharusnya pelanggaran pihak perusahaan pun ditindak tegas.

Keempat, mendesak pencopotan Kapolres Morowali yang dinilai gagal memimpin penanganan kasus yang menjadi sorotan publik, gagal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Seharusnya, polisi tidak mengedepankan upaya represif dan dituntutut mampu mengayomi serta lebih humanis. Masih banyak polisi hebat di Polda Sulteng yang bisa memimpin Polres Morowali.

Kelima, mendesak penyelesaian hak-hak keperdataan masyarakat Torete yang hingga kini dinilai terabaikan. Sudah terjadi perampasan lahan masyarakat, namun tidak diselesaikan. Akan tetapi, masyarakat cenderung dipancing agar melakukan tindakan kriminal sehingga mudah untuk dibungkam.

“Menjadi pertanyaan kemudian, pemerintah dan polisi hadiri untuk siapa?. Apakah hadir hanya untuk perusahaan saja?, sementara masyarakat diabaikan?,” ungkap Advokat Rakyat, Agussalim, SH dengan nada penuh tanya.

Menyikapi aspirasi yang disampaikan FRAK, DPRD Sulteng menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah kongkrit dengan membentuk pansus terkait konflik rakyat dengan perusahaan tambang nikel yang terjadi di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

“Kami mohon kepada masyarakat Torete, kasih kami waktu untuk bekerja. Karena sejak awal kami secara pribadi bersama teman-teman anggota DPRD Sulteng tidak tinggal diam terkait konflik di Torete,” kata Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Syarifudin Hafid.

Persoalan utamanya adalah lahan, harusnya tidak ada rakyat apalagi aktivis yang masuk buih. Kenapa demikian?. Sebab polemik tambang di Morowali ini, karena persoalannya dari desa. Adanya blok-blok antar masyarakat. Ada pendukung kades, ada pendukung BPD dan kelompok masyarakat lainnya.

“Kepala desa siapa atasannya, ya Bupati. Kalau saya Bupati-nya kalian, kalian tidak perlu ke Propinsi, saya selesaikan disana (Morowali, Red). Kenapa begini, ini kelemahan pemerintah. Persoalan kalian tidak besar, hanya menuntut hak. Hak kalian harusnya difasilitasi pemerintah baik desa, kecamatan dan kabupaten,” ujar Fudin Hafid sapaan Politisi Demokrat.

Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Arnila M Ali pun tak tinggal diam, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa, sejumlah anggota DPRD Sulteng akan mengawal aspirasi masyarakat, khususnya dari dapil Morowali.

“Kami dari Komisi III DPRD Sulteng juga sudah menyurat terkait persoalan mangrove untuk di RDP Kan. Salah satunya adalah PT. TAS, PT. RCP dan PT. IJM. Kedepan akan kita buat Pansus terkait konflik Torete, setelah rapat paripurnakan terlebih dahulu,” tandas Hj. Cica panggilan politisi Partai Nasdem Arnila M Ali.

Berita Terkait

LSM KPK Segera Laporkan Dugaan Kejanggalan Anggaran Kominfo Rohil ke Kejari
Tingkatkan Aksesibilitas, TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda Penghubung 3 Desa di Gantarang
Perkuat Akses Antardesa, Koramil 1411-02/Bulukumpa Bersama Warga Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda
Percepat Konektivitas Wilayah, Koramil 1411-07/Herlang dan Warga Bahu-Membahu Bangun Jembatan Beton Garuda
Tingkatkan Konektivitas 3 Desa di Kajang, Personel Koramil 1411-03 dan Warga Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda
Berlangsung Kondusif, Polres Bulukumba Sukses Kawal Unras Masyarakat dari 3 Kecamatan.
Berlangsung Kondusif, Polres Bulukumba Sukses Kawal Unras Masyarakat dari 3 Kecamatan.
Antrean Panjang Kerap Terjadi, SPBU Bacari Siap Bantu Kendaraan Emergency

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 01:26 WIB

LSM KPK Segera Laporkan Dugaan Kejanggalan Anggaran Kominfo Rohil ke Kejari

Jumat, 11 September 2026 - 04:09 WIB

Tingkatkan Aksesibilitas, TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda Penghubung 3 Desa di Gantarang

Jumat, 11 September 2026 - 04:07 WIB

Perkuat Akses Antardesa, Koramil 1411-02/Bulukumpa Bersama Warga Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda

Jumat, 11 September 2026 - 04:05 WIB

Percepat Konektivitas Wilayah, Koramil 1411-07/Herlang dan Warga Bahu-Membahu Bangun Jembatan Beton Garuda

Jumat, 11 September 2026 - 04:03 WIB

Tingkatkan Konektivitas 3 Desa di Kajang, Personel Koramil 1411-03 dan Warga Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda

Rabu, 9 September 2026 - 23:44 WIB

Berlangsung Kondusif, Polres Bulukumba Sukses Kawal Unras Masyarakat dari 3 Kecamatan.

Rabu, 9 September 2026 - 15:35 WIB

Antrean Panjang Kerap Terjadi, SPBU Bacari Siap Bantu Kendaraan Emergency

Rabu, 9 September 2026 - 06:48 WIB

Kodim 1411/BLK Gelar Kegiatan Pemberdayaan Komponen Masyarakat melalui Penguatan Karakter Kebangsaan

Berita Terbaru