Tagar #StopBayarPajak Menggema, Publik Pertanyakan Keadilan Fiskal

baraNews

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:02 WIB

50357 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Media sosial diramaikan seruan boikot pajak yang diwujudkan melalui tagar #StopBayarPajak. Gelombang percakapan daring ini mencerminkan kekecewaan publik terhadap penggunaan dana negara yang dinilai tidak berimbang dengan layanan publik yang diterima masyarakat.

Banyak warganet menilai kontribusi mereka melalui pajak tidak kembali dalam bentuk pelayanan dasar yang memadai. Sebaliknya, pajak dianggap lebih banyak mengalir untuk membiayai fasilitas mewah bagi pejabat, aparat, hingga tunjangan anggota DPR.

Isu semakin menguat setelah mencuat narasi tentang besarnya tunjangan DPR yang dinilai kontras dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih tertekan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Eksekutif Indonesia Economic Fiscal (IEF) Research Institute, Ariawan Rahmat, menilai fenomena tersebut bukanlah hal baru. Menurutnya, seruan seperti ini muncul sebagai akumulasi kekecewaan publik yang berulang.

“Ini bukan persoalan sekali dua kali. Setiap kali masyarakat merasa ada ketimpangan antara kewajiban membayar pajak dan manfaat yang dirasakan, suara penolakan kembali mengemuka,” ujar Ariawan.

Perdebatan soal keadilan fiskal diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.(*)

Berita Terkait

Surat Terbuka Beni Sihotang kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Tender Jargas diminta Fair
Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik
FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global
Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan
Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara
Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online
Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

FAME Indonesia Bawa Jejaring 24 Universitas Indonesia ke Vietnam, Dorong Kolaborasi Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 19:04 WIB

Modus Penyelundupan Emas Ilegal Masif Terjadi di Berbagai Bandara

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Berita Terbaru