Rakyat Pati Melawan, Bukti Bahwa Pramoedya Ananta Toer Benar?

baraNews

Jumat, 15 Agustus 2025 - 21:53 WIB

50359 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati – Gelombang perlawanan rakyat Pati beberapa waktu terakhir menjadi cermin nyata bagaimana gejolak sosial bisa muncul ketika ketidakadilan dianggap semakin menyesakkan. Fenomena ini seakan menghidupkan kembali kritik tajam Pramoedya Ananta Toer dalam tetralogi Bumi Manusia yang ditulisnya pada era 1980-an. Dalam karyanya, Pram menyinggung bahwa bukan hanya bangsa penjajah yang bisa bersikap kejam, tetapi sesama pribumi pun dapat menindas bangsanya sendiri demi kepentingan dan kekuasaan. Pertanyaan tokoh Belanda kepada Minke, “Kau kira Jawa tidak lebih kejam dari kami bila menjajah bangsanya sendiri?” kini terasa relevan dengan apa yang sedang terjadi di Pati.

Pramoedya sejak lama mengingatkan bahwa konflik sosial bukan semata benturan antara pribumi dan kolonial, melainkan juga lahir dari konflik internal bangsa sendiri. Elite pribumi yang seharusnya menjadi pembela rakyat justru sering kali berperan sebagai tiran baru. Hierarki sosial dan kekuasaan menciptakan ruang bagi penindasan, bahkan terhadap rakyat kecil yang sebenarnya satu tanah air dan senasib sepenanggungan. Kritik itu pula yang kini kembali mengemuka: mengapa di negeri merdeka, rakyat harus melawan kebijakan yang dirasa menyakitkan?

Sekjen Koalisi Pembela Konstitusi dan Kebenaran (KP-K&K), Suta Widhya, S.H., menilai fenomena Pati adalah alarm keras bagi pemerintah. “Apa yang terjadi di Pati akan membangkitkan letupan perlawanan di manapun. Tidakkah di daerah lain akan melakukan protes yang sama? Hal ini belum terjadi di Cirebon yang konon PBB naik menjadi 1000%. Ini akibat korupsi APBN yang dilakukan rezim terdahulu, dan Prabowo terkena imbasnya,” kata Suta di Surabaya, Jumat (15/8) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suta memprediksi Presiden Prabowo sadar betul bahwa ia sedang menanggung warisan masalah dari pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, langkah antisipasi sudah tampak dengan upaya memperbesar kekuatan militer dalam negeri untuk menghadapi potensi gejolak sosial. Namun, ia menegaskan bahwa penyelesaian sesungguhnya bukan semata lewat pendekatan keamanan, melainkan kebijakan yang pro rakyat.

“Minimal Prabowo kudu rombak kabinet segera. Para pembantu yang banyak menyakiti rakyat lewat omongan dan kebijakannya harus segera diganti. Jadikan fenomena Pati sebagai pelajaran berharga bagi dirinya agar tidak digilas oleh zaman yang semakin cepat perubahannya,” tutup Suta.

Gelombang perlawanan rakyat Pati mengingatkan bahwa suara rakyat tidak bisa diremehkan. Seperti pesan Pramoedya, kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan asing, tetapi juga dari penindasan di negeri sendiri. Kini, publik menanti apakah Prabowo akan belajar dari tanda-tanda zaman ini, atau justru membiarkan sejarah berulang.(*)

Berita Terkait

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli
Jamintel Tegaskan Jaga Desa Bukan Alat Kriminalisasi, Tapi Penguat Tata Kelola Desa
Ketua Umum JARNAS Menyampaikan Isu TPPO yang Masih Terjadi Di Indonesia
PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Temuan Gas “Whip Pink”, Tegaskan Vape Pintu Masuk Narkoba
Smartrie Group Hadiri Forum Saudi–Indonesia Umrah Exchange 2026, Dorong Kepastian Regulasi dan Peningkatan Layanan Jamaah
Oragnisasi Kepemudaan Apresiasi Penganugerahan Bintang Jasa Utama Kepada Kepala BGN Dadan Hindayana
Kodaeral V Hadiri Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Kota Surabaya Tahun 2026
Prestasi, Disiplin, dan Sportivitas: XTC Academy Jateng Bersinar di KTI–JATIM

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:31 WIB

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:07 WIB

Ketua PPWI-OI Kecewa Tak Diundang Bukber Polres Ogan Ilir, Soroti Ketidakadilan Humas

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:05 WIB

Jaga Desa “Goyang” Karawang, Jamintel Beri Pengarahan kepada BPD se-Kabupaten

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:39 WIB

Kapolda Sumsel Kerahkan 1.000 Personel, Operasi Ketupat Musi 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:36 WIB

Polres Ogan Ilir Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026, Siap Amankan Mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:32 WIB

Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, Polres Ogan Ilir Siapkan 5 Pos Mudik dan Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:06 WIB

Narasi Tanpa Data Hukum Dinilai Manipulasi Opini, Dugaan Pemalsuan Dokumen Oknum Lain Kembali Diungkit

Senin, 9 Maret 2026 - 20:05 WIB

Kerjasama Publikasi Disorot, Agus Kliwir : Maraknya Media Tak Profesional

Berita Terbaru

OPINI

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara

Jumat, 13 Mar 2026 - 11:54 WIB