Rakyat Pati Melawan, Bukti Bahwa Pramoedya Ananta Toer Benar?

baraNews

Jumat, 15 Agustus 2025 - 21:53 WIB

50445 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati – Gelombang perlawanan rakyat Pati beberapa waktu terakhir menjadi cermin nyata bagaimana gejolak sosial bisa muncul ketika ketidakadilan dianggap semakin menyesakkan. Fenomena ini seakan menghidupkan kembali kritik tajam Pramoedya Ananta Toer dalam tetralogi Bumi Manusia yang ditulisnya pada era 1980-an. Dalam karyanya, Pram menyinggung bahwa bukan hanya bangsa penjajah yang bisa bersikap kejam, tetapi sesama pribumi pun dapat menindas bangsanya sendiri demi kepentingan dan kekuasaan. Pertanyaan tokoh Belanda kepada Minke, “Kau kira Jawa tidak lebih kejam dari kami bila menjajah bangsanya sendiri?” kini terasa relevan dengan apa yang sedang terjadi di Pati.

Pramoedya sejak lama mengingatkan bahwa konflik sosial bukan semata benturan antara pribumi dan kolonial, melainkan juga lahir dari konflik internal bangsa sendiri. Elite pribumi yang seharusnya menjadi pembela rakyat justru sering kali berperan sebagai tiran baru. Hierarki sosial dan kekuasaan menciptakan ruang bagi penindasan, bahkan terhadap rakyat kecil yang sebenarnya satu tanah air dan senasib sepenanggungan. Kritik itu pula yang kini kembali mengemuka: mengapa di negeri merdeka, rakyat harus melawan kebijakan yang dirasa menyakitkan?

Sekjen Koalisi Pembela Konstitusi dan Kebenaran (KP-K&K), Suta Widhya, S.H., menilai fenomena Pati adalah alarm keras bagi pemerintah. “Apa yang terjadi di Pati akan membangkitkan letupan perlawanan di manapun. Tidakkah di daerah lain akan melakukan protes yang sama? Hal ini belum terjadi di Cirebon yang konon PBB naik menjadi 1000%. Ini akibat korupsi APBN yang dilakukan rezim terdahulu, dan Prabowo terkena imbasnya,” kata Suta di Surabaya, Jumat (15/8) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suta memprediksi Presiden Prabowo sadar betul bahwa ia sedang menanggung warisan masalah dari pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, langkah antisipasi sudah tampak dengan upaya memperbesar kekuatan militer dalam negeri untuk menghadapi potensi gejolak sosial. Namun, ia menegaskan bahwa penyelesaian sesungguhnya bukan semata lewat pendekatan keamanan, melainkan kebijakan yang pro rakyat.

“Minimal Prabowo kudu rombak kabinet segera. Para pembantu yang banyak menyakiti rakyat lewat omongan dan kebijakannya harus segera diganti. Jadikan fenomena Pati sebagai pelajaran berharga bagi dirinya agar tidak digilas oleh zaman yang semakin cepat perubahannya,” tutup Suta.

Gelombang perlawanan rakyat Pati mengingatkan bahwa suara rakyat tidak bisa diremehkan. Seperti pesan Pramoedya, kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan asing, tetapi juga dari penindasan di negeri sendiri. Kini, publik menanti apakah Prabowo akan belajar dari tanda-tanda zaman ini, atau justru membiarkan sejarah berulang.(*)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak”, Benny K Harman Minta Maaf Atas Pernyataan Kontroversial
Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim
Iring-iringan Prabowo Lewat, Pengendara Gatot Subroto Protes dengan Klakson Panjang
Tanggapi Gugatan Ijazah, Presiden Jokowi: Jika Yakin Palsu Bawa Saja Buktinya ke Persidangan
Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Audiensi Pimpinan ABS dan FBO dengan Dewan Pelindung, Teguhkan Komitmen Pembentukan ABS Law Firm dan FBO Law Firm

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:58 WIB

SWI Perjuangkan Kompetensi Anggota, UMJ Buka Peluang S1 dan S2 Jalur RPL

Senin, 20 Juli 2026 - 08:32 WIB

Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan

Senin, 18 Mei 2026 - 08:59 WIB

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues

Senin, 18 Mei 2026 - 06:55 WIB

PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:56 WIB

UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum

Berita Terbaru

NASIONAL

Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:37 WIB