Ketua KNPI Riau Desak Penangkapan Oknum Preman Bermantel KNPI: Khairuddin Alias Udin Diduga Bekingi SPBU dan Terlibat Jaringan Mafia BBM

baraNews

Jumat, 13 Juni 2025 - 18:08 WIB

50521 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU — Dugaan praktik ilegal yang melibatkan oknum preman di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Riau kembali menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, terutama organisasi kepemudaan. Salah satu nama yang mencuat ke permukaan adalah Khairuddin alias Udin, yang dituding kerap menggunakan nama besar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk membekingi aktivitas ilegal, khususnya yang terkait dengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Keberadaan Khairuddin disebut-sebut telah meresahkan, bukan hanya karena aktivitas premanismenya, tetapi juga karena keberaniannya menjual nama organisasi pemuda terbesar dan tertua di Indonesia—KNPI. Yang lebih parah, ia bahkan diketahui mengenakan atribut KNPI saat diduga menjalankan praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum.

Keresahan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus, yang mengaku geram dan merasa marwah organisasinya tercoreng akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Bertempat di Ruang Tunggu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, Kamis (12/6/2025), Larshen Yunus mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima laporan penting terkait aktivitas Khairuddin dari Ketua Umum Aliansi Media Indonesia (AMI), H. Ismail Sarlata, melalui sambungan telepon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Haji Ismail menyampaikan kepada kami bahwa saudara Khairuddin alias Udin tidak hanya menghujat, tapi juga menghina beliau secara personal. Padahal beliau adalah wartawan senior dan pegiat media yang selama ini aktif mengungkap berbagai persoalan publik,” ujar Larshen Yunus dengan nada tegas.

Lebih jauh, Ketua KNPI Riau ini mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan Khairuddin dalam praktik pembekingan sejumlah SPBU di Riau. Dalam catatan KNPI, setidaknya lima SPBU disebut-sebut ‘dijaga’ oleh yang bersangkutan.

“Pertanyaannya, untuk apa dia menjaga SPBU itu? Status hukumnya apa? Apakah dia aparat? Apakah dia punya izin? Ini jelas-jelas penyalahgunaan atribut organisasi pemuda. Tidak bisa dibiarkan. Apalagi membawa nama KNPI seolah mewakili institusi resmi,” tambahnya.

Larshen Yunus mendesak Kapolda Riau untuk segera turun tangan dan melakukan tindakan tegas terhadap Khairuddin. Ia juga meminta agar SPBU yang diduga memanfaatkan jasa preman tersebut diaudit secara menyeluruh, guna memastikan tidak ada praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Kalau memang terbukti ada SPBU yang memelihara preman hanya untuk memuluskan distribusi BBM bersubsidi secara ilegal, maka pemiliknya juga harus diperiksa. Jangan sampai negara rugi, rakyat tidak kebagian, sementara oknum-oknum ini menikmati hasil dari praktik haram tersebut,” ujar Yunus dengan nada kecewa.

Ia juga menegaskan bahwa DPD KNPI Riau sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Khairuddin, baik secara personal maupun kelembagaan. Bahkan, pihaknya menolak keras segala bentuk penggunaan simbol atau atribut organisasi untuk kegiatan di luar ketentuan organisasi.

“Oknum seperti ini harus disingkirkan dari ruang publik. Dia bukan aktivis, bukan juga representasi dari pemuda Riau. Dia hanya memperalat nama KNPI untuk kepentingan pribadi,” tutup Larshen Yunus.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius sejumlah elemen masyarakat, termasuk pegiat media, LSM, dan tokoh pemuda. Publik berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat dan transparan untuk membongkar dugaan keterlibatan Khairuddin dalam jaringan mafia BBM bersubsidi yang merugikan negara hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.

Sumber : DPP AMI

Berita Terkait

M. Maliki Ucapkan Selamat Datang kepada Wapres, Harapkan Dampak Nyata bagi Pembangunan Rohil
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolsek Bangko Tinjau Langsung Program Jagung di Pekaitan
Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik
Eben Ezer Simalango Laporkan Akun TikTok dan Instagram atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Penyebaran Konten Dihentikan
Speedboat Panipahan Bersatu 03 Alami Gangguan Mesin, Penumpang Terombang ambing Berjam-jam di Laut
LSM Nilai Plt Kadis PUPR Kampar dan Kasubag “Gagap Administrasi”, Klarifikasi Proyek Rp13 Miliar Diabaikan
Pemkab Rohil Perkuat Program Infrastruktur, Bupati Serahkan Alat Berat ke Dinas PUPR
Maju Seleksi Direksi BUMD Rohil, Junaidi Tawarkan Penguatan PAD dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Narkoba didesa Tambangan bulukumba Disebut Mengkhawatirkan, Aktivis:satres narkoba diminta bergerak

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Narkoba didesa Tambangan bulukumba Disebut Mengkhawatirkan, Aktivis:satres narkoba diminta bergerak

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:33 WIB

GISK Desak Verifikasi Luas Objek Penggugat: “Jangan Konstatering Sebelum Jelas Total dan Sisa Luas!”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:20 WIB

TNI dan Warga Herlang Gotong Royong Bangun Pondasi Jembatan Perintis Garuda

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Sinergi TNI dan Warga Kajang Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:44 WIB

TNI-Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Beton Perintis Garuda di Herlang

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:19 WIB

Sinergi TNI-Rakyat, Koramil Herlang dan Warga Kebut Pondasi Jembatan Beton Perintis Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:10 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Ngecor Tiang Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kajang

Berita Terbaru