Judi dan Narkoba Menghancurkan Peran Ayah

baraNews

Jumat, 13 Juni 2025 - 18:05 WIB

50574 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Eka Anjarwati (Muslimah Peduli Generasi)

Kembali terjadi banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh seorang ayah kepada anak dan istrinya seolah sekarang menjadi hal yang wajar seperti Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Samarinda. Kali ini, seorang bapak di kawasan Sempaja, Kecamatan Samarinda Utara, terekam sedang memukuli anaknya sendiri menggunakan gagang sapu hingga patah. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (26/5/2025) dan sempat direkam sendiri oleh korban.

Peristiwa ini menjadi perhatian Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim. Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan bahwa tindakan kekerasan pelaku bukan kali ini saja dilakukan. Sang istri, yang juga ibu korban, pernah mengalami perlakuan serupa. Pelaku sempat ditahan selama dua bulan. Namun setelah dibebaskan, istrinya kembali memaafkan. Sayangnya, kejadian serupa terulang, dan kali ini korbannya adalah anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi akibat penyalahgunaan narkoba dan perjudian daring. TRC PPA Kaltim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan tindak kekerasan demi melindungi perempuan dan anak dari bahaya berulang.

Bahkan kejadian kekerasan dalam rumah tangga yang di lakukan seorang ayah akibat dari judi dan juga narkoba bukan pertama kali dan bukan hanya terjadi di Samarinda tetapi kasus yang serupa juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia juga di negara-negara lain.

Peran ayah yang seharusnya sebagai pelindung, penjaga dan penanggung jawab keluarganya hilang akibat dari judi dan juga narkoba. Dampak buruk dari judi dan narkoba dapat menghilangkan akal seseorang sehingga mampu menjadikan seseorang tega melakukan kejahatan, tak terkecuali ayah terhadap anak dan istri bahkan tidak sedikit yang berujung kepada pembunuhan bahkan tega membakar istrinya.

Sistem sekuler yang memisahkan antara agama dari kehidupan akan melahirkan banyak sosok ayah tidak lagi perduli bagaimana cara mendapatkan uang untuk menafkahi anak dan istrinya, halal haram bukan lagi standar sehingga tak heran judi dan narkoba menjadi pilihan dan semakin merebaklah hal ini di masyarakat, dengan mudah mendapatkan akses judi dan narkoba.

Sistem kapitalis sekuler meniscayakan satu kerusakan akan menyebarkan kerusakan lain, minimnya peran negara dengan sanksi yang tidak tegas dan tidak menimbulkan efek jera di tambah lemahnya Iman di tengah-tengah masyarakat, apalagi faktor sulitnya ekonomi saat ini akhirnya mencari jalan pintas memilih judi dan narkoba yang memang menjanjikan keuntungan yang besar.

Tidak cukup hanya dengan Speak Up atau melaporkan kasus, karena itu tidak dapat menjamin kasus kekerasan tersebut tidak kembali terjadi. Karena kasus kekerasan seksual dan kejahatan lainnya akan terus menghantui perempuan dan anak bahkan tidak akan ada perlindungan bagi perempuan dan anak di manapun dan kapanpun bahkan dengan siapapun baik itu keluarga yang seharusnya menjadi pelindung, karena selama masih dalam sistem kehidupan yang jauh dari syariat dan aturan Allah maka para individu akan terus dengan mudah melakukan kejahatan dan kekerasan kepada siapapun yang lemah, karena mereka tidak lagi memiliki rasa takut kepada Allah sehingga ketika mereka ingin melakukan kemaksiatan tidak lagi diimbangi dengan pemahaman dan akal yang benar. Bahkan banyak yang kalah karena dorongan hawa nafsu.

Aqidah Islam merupakan landasan yang kokoh untuk bangunan keluarga, Karena dengannya seorang pemimpin atau ayah memahami bahwa anak dan istrinya adalah amanah yang harus dijaga yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, seorang ayah yang memiliki keimanan yang benar maka dia akan menjaga keluarganya dari siksa api neraka dia tidak akan memberikan nafkah terhadap anak dan istrinya dengan cara yang haram seperti berjudi. Bahkan dia akan mendidik anak dan istrinya untuk taat kepada Allah, dia tidak akan merusak dirinya dengan mengkonsumsi narkoba karena dia paham bahwa narkoba itu merusak karena narkoba adalah sesuatu yang haram yang dapat menghilangkan akal, menghancurkan keluarga karena ketika akalnya hilang maka seseorang akan tega melakukan kejahatan terhadap anak dan istrinya bahkan kepada siapapun, maka dari situ seorang ayah bisa menjaga dirinya untuk tidak melanggar syariat.

Maka para laki laki yang beriman akan senantiasa memahami kewajiban melindungi keluarganya dan Kepala keluarga memiliki kewajiban untuk menjadi pemimpin bagi keluarganya. Seperti disebutkan dalam Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 34:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ

Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.

Sistem Islam memiliki tiga pilar dalam menjaga keluarga dari kejahatan dan kekerasan yaitu ketakwaan individu negara memberikan pemahaman tentang aqidah Islam yang benar dari anak-anak masih kecil yaitu dengan pendidikan yang terbaik dari Keluarga dalam hal ini orang tua adalah benteng pertama dalam menjaga anak-anak dengan memberikan pendidikan akidah yang benar. Memberikan pemahaman bahwa Allah adalah Sang Khalik yang menciptakan semua yang ada di dunia ini sekaligus Sang Pengatur. Juga memahamkan bahwa manusia harus tunduk pada aturan yang datangnya dari Allah, termasuk dalam mendidik anak. Semua perbuatan pun akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak, sehingga standar perbuatan yang dilakukan adalah halal-haram. Dengan demikian, ketika sudah baligh setiap individu akan berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya yang standar nya adalah halal dan haram.

Dengan sistem pendidikan Islam, yang tujuan pendidikannya adalah membangun kepribadian islami, yakni pola pikir (akliah) dan pola sikap (nafsiah). Asasnya adalah akidah Islam. Hal ini yang menjadikan setiap muslim akan berpikir dan bersikap sesuai aturan yang terpancar dari akidah Islam, yaitu aturan yang bersumber dari Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunah.

Dalam sistem pendidikan Islam yang diterapkan oleh negara, akan ada seperangkat pembinaan, pengaturan, dan pengawasan di seluruh aspek pendidikan, yang tentunya didukung dengan kurikulum, infrastruktur, serta guru-guru yang kompeten. Para guru memahamkan bahwa Islam sebagai pedoman hidup yang bukan sekadar dihafal, menjadikan Islam bukan sekadar agama, melainkan juga sebagai aturan.

Kontrol masyarakat yaitu ketika sudah terbentuk pola pikir Islam di setiap individu maka setiap individu akan menjadi orang yang senantiasa beramal ma’ruf nahi mungkar Apabila ada sesuatu yang menyimpang dari syariat baik itu dilakukan oleh keluarganya sendiri ataupun orang lain maka masyarakat akan sama-sama mengingatkan dan juga berusaha untuk mencegah orang lain melakukan kemaksiatan.

Yang ketiga kontrol negara, negara yang paling berperan penting dalam pengontrolan terhadap pelanggaran hukum syara ataupun tindak kriminal di tengah-tengah masyarakat negara memberikan sanksi yang dapat memberikan efek jera dan memberikan solusi hingga akar masalahnya.

Maka dengan diterapkannya sistem Islam para ayah akan senantiasa bertakwa kepada Allah dan juga memiliki sifat bertanggung jawab karena teladan mereka adalah Rasulullah SAW.
Rasulullah adalah sosok suami dan ayah yang baik karena sabar terhadap anak dan istrinya sangat menyayangi anak dan cucunya. HR Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik yang pernah menjadi pelayan Rasulullah selama 10 tahun. Ia berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang pria yang lebih sayang kepada anggota keluarganya selain Nabi Muhammad SAW”. Wallahu a’lam bishowab.

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 04:39 WIB

Personel Polres Bulukumba dan Siswa Latja SPN Batua Makassar Gelar Binrohtal.

Kamis, 30 April 2026 - 02:46 WIB

Babinsa Mattoanging Pimpin Kerja Bakti Pembersihan Bahu Jalan di Dusun Tabbuakang

Rabu, 29 April 2026 - 12:39 WIB

Sekjen PP GP Alwashliyah H. Saibal Putra Tegaskan Dukungan Penuh Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur

Senin, 27 April 2026 - 21:43 WIB

Aksi Humanis Kapolres Bulukumba AKBP Restu, Temui Peserta Aksi Sambil Duduk di Aspal

Senin, 27 April 2026 - 08:41 WIB

Percepat Pemekaran DOB, Panitia KKB Gandeng UNBAJA Teken Kerja Sama Penyusunan Naskah Akademik

Minggu, 26 April 2026 - 02:52 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Herlang Dampingi Petani Desa Singa Panen Padi Inpari 

Sabtu, 25 April 2026 - 12:16 WIB

MTs PP Nurul Falah Borongganjeng Bulukumba Siap Cetak Generasi Qur’ani, SPMB 2026/2027 Resmi Dibuka

Sabtu, 25 April 2026 - 05:44 WIB

Sertu Arifuddin Dampingi Petani Panen Padi Inpari di Tanete, Dorong Ketahanan Pangan Bulukumba

Berita Terbaru