Heboh… Mantan Istri Andi Baso Hamsah Diduga Lakukan Perusakan, Pemerasan, dan Penganiayaan di Desa Labota

REDAKSI JAKARTA

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:15 WIB

50314 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Morowali – Aksi kriminal berupa Pemerasan, Pengrusakan dan Penganiayaan terjadi di Desa Labota Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali. Senin 24/02/2025.

Aksi tersebut dilakukan seorang perempuan bernama Hj. Megawati dan puluhan preman. Ironisnya, bahkan salah satu dari preman tersebut Diduga Oknum Aparat Kepolisian.

Ibu Yuliana, pemilik kios Abrina yang menjadi korban aksi dugaan pemerasan kepada pewarta media ini mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta dari Rp 25 juta yang diminta oleh Oknum Aparat Kepolisian dalam aksi itu oleh karena diancam Kios miliknya akan dibongkar hari itu juga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau mau aman, ibu harus membayar Rp 25 juta. Kalau tidak, kami akan membongkar kios ibu hari ini,” ujar Yuliana meniru ucapan salah satu Anggota Preman (diduga oknum kepolisian) yang berbicara dengannya. Selasa, 25/02/2025.

Tak hanya itu, kelompok preman tersebut juga melakukan penganiayaan terhadap seorang pria bernama Junaedi, karyawan PT IMIP Morowali. Junaidi diduga dianiaya setelah merekam aksi perusakan rumah milik Ibu Masdalena.

Usai peristiwa Penganiayaan itu, Junaedi Korban Penganiayaan sempat ke Kantor Polsek Bahodopi guna melapor, setibanya di Polsek Bahodopi, dirinya hanya diberi saran oleh Anggota Polsek yang ditemuinya untuk menelepon Anggota Polsek lainnya guna penanganan pelaporan tersebut.

Merasa ‘dipimpong’, Junaedi memutuskan untuk kembali ke rumahnya beristirahat.

Meski sudah bercerai dengan Andi Baso Hamsah dan sudah menikah lagi, Megawati dan kelompok premannya mengklaim bahwa tanah tempat berdirinya kios Abrina dan rumah Ibu Masdalena adalah milik mereka. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, tanah tersebut diketahui merupakan milik Ibu Asia Jalil, warga Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali.

Sementara itu, Kapolsek Bahodopi Ipda Muhammad Iqbal SH dalam keterangannya kepada media ini mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi oleh para korban, sehingga belum melakukan tindakan.

“Secara resmi kami belum menerima laporan dari para korban terkait peristiwa Pemerasan, Penganiayaan dan Pengrusakan itu, bahkan saya semalam menunggu hingga pukul 1.00 WITA di Mapolsek, tapi tidak ada yang datang melapor.” Ungkap Kapolsek Bahodopi Ipda M. Iqbal, SH.

Terkait informasi bahwa salah satu anggota preman yang diduga juga merupakan Anggota Kepolisian itu menurutnya pihaknya sama sekali tidak mengenalnya sebagai salah satu Oknum Kepolisian.

“Kalau terkait itu, saya bisa memastikan kalau dia bukan Anggota Kepolisian, baik dari Polsek Bahodopi maupun dari Polres Morowali, bisa jadi itu pengakuan sepihak dari para pelaku pemerasan untuk menakut-nakuti korban,” tegas Moh. Iqbal.

 

Berita Terkait

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Duren Sawit, Puluhan Bangunan Hangus Terbakar
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya
Dari Penolakan hingga Dugaan Pelanggaran, Proyek Tower Batununggal Kian Mengundang Tanda Tanya
Jumat Berkah XTC Indonesia Kota Cirebon, Wujud Nyata Kepedulian kepada Masyarakat
Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa
DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:20 WIB

Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal SH MH, Tegaskan: Pers Bukan Pelengkap Pemerintah, Jangan Jadikan Kerja Sama Alat Bungkam

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Aurelia Fediana Rilis Lagu “Selalu Ada”, Temukan Iman di Tengah Luka

Berita Terbaru

Jakarta

KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:18 WIB