Polisi & Warga Bantu Evakuasi Speedboat Kandas di Perairan Labuan Bajo

baraNews

Jumat, 7 Februari 2025 - 20:33 WIB

50527 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo. Polisi bersama warga melakukan evakuasi satu unit speedboat atau kapal cepat yang kandas di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), (31/1).

“Kami bersama masyarakat mengevakuasi satu unit speedboat di kawasan Pantai Pede Labuan Bajo,” ujar, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Laut dan Udara (Polairud) Polres Manggarai Barat, AKP Dimas Yusuf Fadhillah Rahmanto, dilansir dari laman Antaranews, Rabu (5/2/25).

Dalam keterangannya ia menambahkan evakuasi speedboat bernama Ocean Day itu dilakukan personel kepolisian yang terdiri dari Korpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud Polda NTT, dan Satpolairud Polres Manggarai Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan kapal wisata itu kandas karena dihantam gelombang dan angin kencang hingga terhempas ke tepi pantai pasca-cuaca ekstrim yang melanda wilayah Manggarai Barat.

Kapal cepat yang berukuran 27 Gross Tonnage (GT) itu berbenturan dengan tanggul batu hingga mengalami kerusakan.

“Penyebabnya karena diterjang gelombang tinggi disertai hujan dan angin kencang, tali mooring bagian haluan kapal putus sehingga kapal hanyut, terhempas ke pinggir pantai, dan berbenturan dengan tanggul,” jelasnya.

Saat kejadian, kapal cepat Ocean Day tidak membawa tamu atau penumpang.

“Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Proses evakuasi kapal cepat itu, lanjut dia, dirasakan cukup sulit lantaran kondisi air laut surut dan dangkal. Tim evakuasi menunggu sampai air kembali pasang.

Selanjutnya kapal cepat Ocean Day telah kembali ke perairan Labuan Bajo untuk diperbaiki.

“Speedboat berhasil dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan speedboat GTOne dan proses evakuasi membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 3 jam,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para nelayan dan kapten kapal wisata untuk waspada terhadap cuaca yang tak menentu.

“Para nelayan dan kapten kapal wisata agar mematuhi standar operasional kapal atau pantau terus informasi dari BMKG dan KSOP Labuan Bajo,” jelasnya.

(fa/pr/nm)

Berita Terkait

Fenomena Sungai Kapuas Mengering, Warga Sekadau Manfaatkan Hamparan Pasir
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Duren Sawit, Puluhan Bangunan Hangus Terbakar
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya
Dari Penolakan hingga Dugaan Pelanggaran, Proyek Tower Batununggal Kian Mengundang Tanda Tanya
Jumat Berkah XTC Indonesia Kota Cirebon, Wujud Nyata Kepedulian kepada Masyarakat
Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa
DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 712 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Dipaksakan Berjalan

Minggu, 6 September 2026 - 18:35 WIB

Komdigi Klaim Blokir 8,8 Juta Lebih Situs Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis Terus Terjadi dan Menelan Ribuan Korban di Berbagai Daerah?

Jumat, 4 September 2026 - 07:12 WIB

Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Dicegat di Bandara, Tuntutan Karhutla Meledak di Depan Umum

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Respons Hercules soal Kericuhan Pascademo DPR dan Komunikasi dengan Habib Bahar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Video Lama Wakil Gubernur Kalimantan Barat Kembali Viral di Tengah Sorotan Terhadap GRIB Jaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Dorong Kepengurusan yang Efektif demi Pelayanan Organisasi yang Lebih Optimal

Berita Terbaru