Beri Kuliah di Hadapan Mahasiswa FIKK Unesa, Menpora Prof Dr Zainudin Amali, S.E., M.Si Bicara tentang Penerapan DBON pada Bidang Pendidikan

KAPERWIL JAWA BARAT

Jumat, 7 Februari 2025 - 07:18 WIB

50251 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Surabaya: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Prof Dr Zainudin Amali, S.E., M.Si memberikan kuliah tatap muka langsung di hadapan Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kegiatan perkuliahan yang diikuti oleh para Mahasiswa Program Studi Keolahragaan ini dilaksanakan di Gedung U1 FIKK Unesa, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/2) pagi.

Menpora Amali mengatakan, kali ini merupakan pertemuan tatap muka yang kedua pasca pandemi dan sejak menjadi Dosen di Unesa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tercatat sebagai Dosen di Unesa ini sejak 2020. Karena pandemi kita via zoom, karena pandeminya melandai saya coba untuk bisa bertatap muka langsung di sini dan di tempat lain. Ini tatap muka kedua setelah pandemi,” kata Prof ZA, panggilan akrabnya di kampus.

“Materi yang saya ampu tentang kebijakan olahraga. Jadi kebetulan hari ini S1, sebenarnya base saya di S3, S2 baru mulai bulan depan masuk, jadi saya mengajar di S1, S2, dan S3,” jelasnya.

Perkuliahan kali ini menarik yakni seputar Olahraga Pendidikan (Ordik) sebagai bagian implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Pelajaran pertama yang ditegaskan untuk terus terpatri pada pikiran mahasiswa adalah DBON itu mudah diingat, ada dua intinya yaitu tentang hulu dan hilir pembinaan olahraga.

“Kalian mahasiswa tidak perlu bingung tentang DBON, intinya hanya dua yakni hulu dan hilir. Hulunya kebugaran masyarakat dan hilirnya adalah prestasi olahraga, sudah itu saja yang penting diingat,” tegas Dosen FIKK Unesa ini.

Selanjutnya Menpora Amali menjelaskan, l Olahraga Pendidikan (Ordik) adalah pondasi penting yang ada dalam DBON, selain Olahraga Prestasi (Orpres) dan Olahraga Masyarakat (Ormas) yang dahulu dikenal sebagai Olahraga Rekreasi.

Perlu diketahui bahwa ada permasalahan mendasar di Ordik yang perlu dibenahi. Setidaknya masalah itu tertumpu pada rendahnya kebugaran jasmani pada satuan pendidikan, rendahnya pemanfaatan waktu luang untuk gerak fisik, dan olahraga belum menjadi gaya hidup, serta masih ada permasalahan lainnya.

“Ada satu penelitian pada salah satu SMK Kelas 3, memprihatinkan ternyata dari 2.000 siswa hanya ada 5 yang bugar,” kata Menpora Amali.

“Saat ini olahraga belum menjadi gaya hidup. Boleh lah di mall dan lain hal, tetapi ke depan olahraga harus menjadi kebutuhan dan gaya hidup, terutama anak muda, para mahasiswa,” pesannya.

Apalagi ditekankannya, khusus untuk mahasiswa FIKK Unesa, memiliki fasilitas yang lengkap, tinggal dipraktekkan dan harus bisa menjadi contoh.

“Kalian harus bangga menjadi Mahasiswa FIKK Unesa, fasilitas termasuk yang lengkap, ini juga faktor Pak Rektor yang dari olahraga, memiliki perhatian lebih terhadap olahraga. Maka kalian harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” tekannya.

Perkuliahan kali ini dihadiri oleh 90 Masiswa FIKK, dan turut menyaksikan Rektor Prof Dr Nurhasan, M.Kes., Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Dr Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., jajaran Prodi, dan Kadispora Jatim Pulung Chausar

Berita Terkait

DPR RI Yasonna Laoly Dorong Usut Tuntas Kematian Janggal Remaja Di Nias*
PW GP Al Washliyah: Jangan Alihkan Kasus Penyadapan Ilegal, Stop Framing Isu Dasco Wapres
Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Tiga Pejabat Polri: YLBHI-LBH Bandar Lampung, Momentum Reformasi Kepolisian
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Mahfud MD Nilai Reshuffle Kedelapan Prabowo Jadi Momentum Kurangi Pengaruh Luar dan Perbaiki Pemerintahan
Presiden Prabowo Jadi Korban Penyadapan Sejak Dua Bulan Menjabat, Menko Kumham Imipas Tegaskan Penyidikan Tetap di Polri
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:19 WIB

PW GP Al Washliyah: Jangan Alihkan Kasus Penyadapan Ilegal, Stop Framing Isu Dasco Wapres

Selasa, 3 November 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Tiga Pejabat Polri: YLBHI-LBH Bandar Lampung, Momentum Reformasi Kepolisian

Selasa, 3 November 2026 - 19:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Selasa, 3 November 2026 - 19:02 WIB

Mahfud MD Nilai Reshuffle Kedelapan Prabowo Jadi Momentum Kurangi Pengaruh Luar dan Perbaiki Pemerintahan

Selasa, 3 November 2026 - 18:51 WIB

Presiden Prabowo Jadi Korban Penyadapan Sejak Dua Bulan Menjabat, Menko Kumham Imipas Tegaskan Penyidikan Tetap di Polri

Selasa, 3 November 2026 - 18:38 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Senin, 2 November 2026 - 15:26 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:34 WIB

GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara

Berita Terbaru

JABODETABEK

Remaja Korban Pembakaran Neneknya di Depok Meninggal Dunia

Minggu, 8 Nov 2026 - 17:55 WIB