Tren Bunuh Diri Meningkat, Pelindungan Negara Minim

baraNews

Kamis, 6 Februari 2025 - 20:45 WIB

50489 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Nurlina ( Praktisi Pendidikan )

Mengawali Tahun baru 2025, berita maraknya kasus bunuh diri kembali terjadi disejumlah wilayah. Termasuk di Kaltim sendiri, seorang wanita terlihat ingin bunuh diri dijembatan Sungai Mahakam.

Kabar lain, seorang warga Perumahan Jakarta Hills Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang digemparkan dengan penemuan seorang mayat. Seorang pria berinisial A tewas gantung diri di rumahnya. Sebelum kejadian ini , diketahui korban tersebut baru saja terlibat pertengkaran dengan keluarganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut data dari Pusat Informasi Kriminal Nasional ( Pusiknas ) menyebutkan, bahwa sepanjang Januari – Oktober saja ditahun 2024 angka kasus bunuh diri menyentuh diangka 1.023 kasus. Bahkan ditahun 2025, perjanuari saja sudah tercatat ada 95 kasus dan ini menunjukan bahwa potensi kasus bunuh diri kembali meningkat.

Seharusnya ini menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah, harus tuntas sampai kepada akar masalah.

Faktor Sistemik

Kerusakan generasi yang secara massif terjadi dari tahun ketahun sejatinya akan memunculkan ancaman besar terhadap umat. Generasi yang seyogyanya dipersiapkan untuk jadi pemimpin umat, yang akan menghantarkan menjadi umat terbaik bagi dunia. Tapi faktanya yang terjadi saat ini justru menghantarkan umat kepada ambang kehancuran.

Kasus bunuh diri atau percobaan bunuh diri yang terjadi, termasuk di Kaltim bukan hanya sekali terjadi tapi sudah jadi tren. Dan solusi yang dianggap tepat keluar dari masalah ini adalah bunuh diri.

Sistem pendidikan Sekuler kapitalisme gagal melahirkan generasi yang bermental kuat dan tangguh , generasi yang jauh dari aturan agama.

Rendahnya kualitas ketaqwaan individu juga yang membuat tren bunuh diri menjadi meningkat. Generasi yang tumbuh dan terbentuk dengan sandaran kepada hawa nafsu semata. Dimana cara – cara instan termasuk bunuh diri adalah solusi yang paling tepat bagi mereka untuk keluar dari permasalahan.

Terlebih lagi masyarakat dalam lingkaran kapitalis sekularisme menjadikan masyarakat individualis nan problematik. Rasa peduli dan empati terkikis dari hati mereka sehingga kepekaan terhadap orang – orang yang ada di sekitar mereka menjadi hilang.

Diperparah lagi, kebijakan ekonomi kapitalisme ribawi juga menjadi penyumbang terbesar dalam hal kesejahteraan rakyat. Dimana hal tersebut semakin menjerumuskan dalam lingkaran hutang dan kesulitan ekonomi.

Tidak sedikit masyarakat yang terjerat dalam masalah hutang ribawi dan sulit untuk lepas. Sehingga aktifitas harom pun akan dilakukan demi keluar dalam lingkaran hutang tersebut. Akibatnya , bunuh diri akan menjadi jalan pintas untuk bisa keluar dari permasalah tersebut.

Semua tentu bukan masalah personal semata, melainkan masalah sistemis. Maka solusi yang layak untuk menghilangkan tren bunuh diri harus tepat dan sistemis.

Islam Solusi yang tepat

Islam adalah agama yang Allah turunkan dengan seperangkat aturan yang sempurna, mampu memberi solusi tuntas atas semua persoalan umat.

Larangan bunuh diri sangat jelas dilarang dalam islam, sebagaimana Allah berfirman ” Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu” ( TQS. An – Nisa (4) : 29 ).

Islam menjadikan negara sebagai rain yang akan mengurus dan menjaga rakyatnya. Bukan hanya masalah kesejahteraan pada pemenuhan kebutuhan jasmaninya, tapi terpenuhinya kesehatan mental seluruh rakyat yang dipimpinnya.

Berdasarkan hadist Rasulullah SAW ” Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya” ( HR. Buchori).

Islam memandang bahwa, problem bunuh diri adalah bagian dari tanggung jawab negara terhadap rakyatnya. Negara akan berupaya melakukan tindakan- tindakan yang dapat membuat individu masyarakat tidak akan berpikir untuk menyelesaikan problem hidup dengan melakukan bunuh diri.

Penerapan syariat islam secara kaffah oleh negara, mampu menjamin terwujudnya kesejahteraan dan ketentraman. Terlebih lagi negara berkewajiban

menerapkan sistem ekonomi islam yang akan mampu mencegah aktifitas ribawi.

Sumber daya alam sebagai harta kepemilikan umat sejatinya dikelola oleh negara untuk mensejahterakan rakyatnya. Dengan berlandaskan aturan islam yang sejatinya aturan itu berasal dari Allah SWT. Karena islam menjadi satu satunya ideologi yang bisa memuaskan akal, sesuai fitrah dan menentramkan jiwa. Oleh sebab itu, sudah seharusnya setiap masalah diselesaikan dengan islam.

Individu yang terlahir dalam naungan islam, akan menghasilkan individu yang bertakwa dan berkualitas. Masyarakat yang punya rasa peduli dan empati yang tinggi akan senantiasa saling mengingatkan dalam aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar.

Yang utama, negara harus hadir menjalankan perannya sebagai pengurus dan perisai bagi rakyatnya. Dengan penerapan islam secara kaffah yang sudah terbukti selama kurang lebih 13 abad islam memimpin dunia.

Sosok manusia mulia
Rasulullah SAW merupakan pemimpin terbaik sepanjang masa, yang seharusnya di jadikan contoh dan teladan. Wallahu a’lam bisowab.

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:01 WIB

Wujudkan Lingkungan Bersih, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Gelar Karya Bakti di Area Kantor Desa Apalapsili

Minggu, 19 April 2026 - 19:01 WIB

Semangat Gotong Royong, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Laksanakan Pengecoran Tahap II Masjid H. Aippon Asso di Distrik Walesi

Jumat, 17 April 2026 - 13:39 WIB

Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan

Jumat, 17 April 2026 - 11:41 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

Jumat, 17 April 2026 - 07:59 WIB

Halal Bihalal LMB Nusantara : Satukan Laskar Melayu Se-Riau, Bukti Melayu Bangkit Menjaga Marwah

Senin, 13 April 2026 - 17:37 WIB

Gotong Royong Bersama Anak Negeri, Satgas Yonif 521/DY Bersihkan Jalan Kampung di Distrik Bolakme

Minggu, 12 April 2026 - 12:07 WIB

AF Tewas di Konser Dangdut Bendar, Mukit : Polisi Harus Tangkap Pelaku Sekarang

Sabtu, 11 April 2026 - 15:14 WIB

Terima Kasih Pak Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. Telah Diangun Nya Jembatan Merah Putih Di Kulim, Bentuk Wujud Nyata Dukungan Polri Terhadap Masyarakat.

Berita Terbaru