Milestone IKN Haruskah Mengandalkan Investasi?

baraNews

Selasa, 28 Januari 2025 - 14:09 WIB

50340 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ninis (Aktivis Muslimah Balikpapan)

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, memaparkan dua milestone penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Milestone tersebut nantinya akan menjadi peta jalan yang strategis bagi pembangunan IKN.

Kedua milestone itu yakni: pertama, penyediaan infrastruktur utama, termasuk hunian, kantor, fasilitas pendukung seperti air, listrik, dan pertokoan, akan disiapkan untuk mendukung perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, penyelesaian pembangunan infrastruktur untuk sektor legislatif dan yudikatif, mencakup kantor dan hunian bagi para pejabat ditargetkan selesai tahun 2028.

Peta jalan tersebut diharapkan menjadi tonggak utama dalam transformasi IKN sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi baru yang modern dan berkelanjutan. Basuki menambahkan bahwa untuk mempercepat pembangunan, fokus akan diarahkan pada perencanaan matang dan peningkatan investasi. (www.gerbangkaltim.com).

Lantas, apakah untuk meraih target milestone tersebut harus membuka keran investasi? Bagaimana pandangan Islam terkait hal ini.

Bahaya Investasi

Hingga kini pembangunan IKN masih terus berjalan meskipun terkendala biaya. Jika sebelumnya penguasa menyatakan anggaran tidak akan menyedot APBN, tapi kenyataannya sejak 2022 hingga 2024 mencapai Rp 76,5 triliun untuk proyek ini. (Antara News).

Padahal, progres IKN dari waktu ke waktu sering diundur juga dikarenakan perencanaan pembangunan yang kurang matang. Akibatnya, berbagai problem di sela-sela pembangunannya pun terjadi. Misalnya, ada ruas jalan terbelah beberapa waktu lalu dan banjir yang semakin meluas.

Demi menggaet investor, pemerintah menempuh berbagai cara. Bahkan, pemerintah memberikan iming-iming pada investor untuk sewa lahan di IKN mencapai 180 tahun. Terlepas dari segala “drama” untuk menarik investor, melihat perkembangan pembangunan dan risiko pendanaan yang mengancam APBN proyek ini akhirnya memang berjalan lambat.

Sejatinya dengan keberadaan investor akan membahayakan negara, pasalnya mereka akan mudah mendikte pemerintah untuk melayani kepentingan bisnisnya. Di sisi lain, negara yang telah terjerat investor mau tidak mau harus rela mengikuti kemauan para pemodal ini.

Artinya, negara telah kehilangan posisi tawar di hadapan pengusaha nasional maupun global, sedikit demi sedikit kewenangannya tergeser dalam mengatur ekonomi bangsa. Berada dalam dikte para kapitalis, negara akan dijalankan sesuai arahan korporasi. Konsekuensinya, berbagai kebijakan yang pemerintah rumuskan kian tidak berpihak pada rakyat, bahkan rakyat kerap dibebani dengan berbagai macam pajak.

Implikasi investasi nyatanya tidak hanya berdampak pada kehidupan rakyat. Lebih dari itu, kedaulatan rakyat terenggut di tangan para raksasa pemodal. Demikianlah bentuk kepemimpinan populis otoriter tak segan-segan mengorbankan rakyatnya demi membangun infrastruktur.

Strategi Pembiayaan dalam Islam

Penetapan dan pemindahan ibukota dalam Islam dilakukan dengan perencanaan yang matang dan dibiayai secara mandiri. Sebagimana dicontohkan di masa Rasulullah yang menetapkan ibukota di Madinah dengan pertimbangan strategis dan politis.

Pembangunan negara sejatinya membutuhkan kemandirian finansial. Kalaupun harus berutang, negara harus memastikan bahwa pinjaman tersebut bukanlah alat untuk mendikte negara. Sebab, Islam sendiri memiliki solusi yang khas dalam membiayai pembangunan infrastruktur.

Dikutip dalam kitab Al-Amwâl fî Dawlah al-Khilâfah, Al-‘Allamah Syekh Abdul Qadim Zallum menjelaskan bahwa ada tiga strategi yang bisa dilakukan oleh negara untuk membiayai proyek infrastruktur saat ini, yaitu (1) meminjam kepada negara asing, termasuk lembaga keuangan global; (2) memproteksi beberapa kategori kepemilikan umum, seperti minyak, gas, dan tambang; (3) serta mengambil pajak dari umat/rakyat.

Mengenai pinjaman dari negara asing atau lembaga keuangan global, menurut beliau strategi ini tidak dibenarkan oleh syariat karena terkait dengan riba dan ada syarat-syarat tertentu. Terlebih strategi ini merupakan jalan masuk penjajah untuk menguatkan hegemoni mereka.

Sedangkan mengenai memproteksi (penguasaan oleh negara) harta milik umum, yaitu memproteksi beberapa kategori kepemilikan umum, seperti minyak bumi , gas, dan barang tambang lainnya. Khalifah bisa menetapkan kilang minyak, gas, dan sumber tambang tertentu, seperti fosfat, emas, tembaga, dan sejenisnya. Pendapatannya khusus untuk membiayai berbagai hal yang dibutuhkan negara.

Diriwayatkan dari Abu Dawud dari ibnu Abbas dari Sa’bi bin Jatsamah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda ” Tidak ada penguasaan (pemagaran) kecuali bagi Allah dan Rasul Nya.”

Adapun menarik pajak, yaitu mengambil pajak dari kaum muslim untuk membiayai pos-pos pengeluaran negara termasuk infrastruktur, strategi ini hanya boleh dilakukan ketika kas baitul mal kosong. Itu pun hanya digunakan untuk membiayai sarana dan prasarana vital dan diambil dari kaum muslim yang laki-laki dan mampu saja, selain itu tidak.

Demikian strategi negara dalam hal pembiayaan infrastruktur. ️Penguasa dalam Islam betul-betul peduli pada rakyatnya serta tidak akan mengorbankan rakyat demi pembangunan. Hal tersebut pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para Khalifah, negara kuat serta bebas dari intervensi negara lain karena pendanaan dilakukan secara mandiri. Wallahualam.

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:44 WIB

Sekda Bersama Ketua Koni Buka PORSIS Cup XIX, Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:25 WIB

Komitmen Ahmad Efendi Nasution: Pertama Mendaftar Jadi Calon Wali Nagari Muara Kiawai Hilir

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:35 WIB

Ketua DPRD Pasaman Barat Hadiri Syukuran HUT Bhayangkara ke-80, Apresiasi Dedikasi Polri Layani Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:50 WIB

Bawa Nama Pasbar! Sekda Doddy San Ismail Lepas Kontingen O2SN ke Tingkat Provinsi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:30 WIB

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tegaskan Penebangan Sejumlah Pohon di kawasan Hutan Kota program revitalisasi dan penataan kawasan,

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:34 WIB

Seorang Pemuda di Pasaman Barat Diringkus Polisi, Diduga Menyetubuhi Anak di Bawah Umur

Senin, 8 Juni 2026 - 16:12 WIB

Pemkab Pasbar Kebut Pelaksanaan Kegiatan Bersumber dari TKD 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:26 WIB

Bupati Yulianto Berama anggota Koni Tutup PSLG Cup I, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Bola Pasaman Barat

Berita Terbaru