Ketua Umum SEMA IAI YAPTIP, Menyoroti Kebijakan Soal belanja daerah Wakil Kepala Daerah Pasaman Barat

REDAKSI SUMBAR

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:07 WIB

50400 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat baraNews

 

Di tengah seruan penghematan anggaran yang berulang kali disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, justru muncul ironi di daerah. Pemerintah pusat menekankan efisiensi dan keberpihakan pada kebutuhan rakyat, namun praktik di daerah masih menunjukkan arah yang berlawanan. Dalam konteks Pasaman Barat, ironi ini semakin terasa ketika masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan, salah satunya terkait kesejahteraan tenaga honorer yang diduga masih menerima gaji minim dan jauh dari kata layak.Sabtu (28/Maret/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan kali ini tertuju pada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Wakil Bupati Pasaman Barat dikabarkan membeli mobil dinas baru yang diduga bernilai sekitar Rp700 juta. Pembelian tersebut memicu perhatian publik, terutama karena dilakukan di tengah kondisi daerah yang belum sepenuhnya pulih dari bencana alam yang baru-baru ini melanda wilayah tersebut. Di sisi lain, nasib tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah justru belum mendapatkan perhatian serius, dengan sejumlah laporan yang menyebutkan rendahnya tingkat penghasilan mereka.

Kontras ini menjadi semakin tajam jika dibandingkan dengan sikap Presiden yang memilih menggunakan kendaraan taktis sebagai simbol kesederhanaan dan efisiensi. Pesan moral yang disampaikan jelas: anggaran negara seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pemulihan pascabencana, peningkatan layanan publik, serta peningkatan kesejahteraan aparatur, termasuk tenaga honorer yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.

Namun di Pasaman Barat, realitas yang terlihat justru berbeda. Ketika masyarakat masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana, mulai dari kerusakan rumah, akses jalan, hingga fasilitas umum, penggunaan anggaran daerah untuk kendaraan dinas baru dinilai kurang sensitif terhadap kondisi tersebut. Tidak hanya itu, kondisi ini semakin kontras ketika dibandingkan dengan realitas tenaga honorer yang masih harus bertahan dengan pendapatan minim di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

Ketua Umum SEMA IAI YAPTIP, Riyan Hidayat, turut menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan tersebut.

Ia menyatakan bahwa langkah pembelian mobil dinas di tengah situasi sulit merupakan bentuk ketidaktepatan dalam menentukan prioritas anggaran, terlebih ketika masih ada persoalan mendasar seperti kesejahteraan tenaga honorer yang belum terselesaikan.

“Di saat masyarakat Pasaman Barat masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah akibat dampak bencana, ditambah lagi dengan kondisi tenaga honorer yang diduga masih bergaji minim, kebijakan seperti ini justru mencederai rasa keadilan publik. Pemerintah daerah seharusnya lebih peka dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan fasilitas pejabat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya komitmen terhadap prinsip efisiensi yang digaungkan oleh pemerintah pusat.

“Ini bukan sekadar soal kendaraan, tetapi soal moralitas dan etika dalam pengelolaan kekuasaan. Ketika pusat sudah memberi contoh penghematan, daerah seharusnya mengikuti. Apalagi masih ada persoalan kesejahteraan tenaga honorer yang seharusnya menjadi prioritas, bukan justru menunjukkan gaya hidup yang bertolak belakang,” tambahnya.

Situasi ini memperkuat persepsi publik bahwa masih terdapat kesenjangan antara kebijakan di tingkat pusat dan implementasinya di daerah. Di tengah kondisi Pasaman Barat yang baru saja dilanda bencana, serta persoalan tenaga honorer yang belum terselesaikan, kebijakan yang terkesan berfoya-foya berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Rilis ini diharapkan menjadi perhatian bersama, sekaligus pengingat bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah adalah amanah rakyat yang harus digunakan secara bijak, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini, termasuk untuk memastikan kesejahteraan tenaga honorer yang selama ini turut menopang jalannya pemerintahan dan pelayanan publik.

Berita Terkait

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tegaskan Penebangan Sejumlah Pohon di kawasan Hutan Kota program revitalisasi dan penataan kawasan,
Seorang Pemuda di Pasaman Barat Diringkus Polisi, Diduga Menyetubuhi Anak di Bawah Umur
Pemkab Pasbar Kebut Pelaksanaan Kegiatan Bersumber dari TKD 2026
Bupati Yulianto Berama anggota Koni Tutup PSLG Cup I, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Bola Pasaman Barat
Polres Pasaman Barat Bersama Pemda dan Pertamina Gelar Sidak Distribusi BBM Bersubsidi di Sejumlah SPBU
Pemkab Pasbar Tampung Aspirasi Dokter Spesialis, Hari ini Layanan RSUD Kembali Normal
Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat Berhasil Meringkus Seorang Pemuda Pelaku Pencurian Rumah
Antisipasi Aktivitas PETI, Petugas Gabungan Menggelar Patroli Ke Kecamatan Gunung Tuleh

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:19 WIB

Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:42 WIB

Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:17 WIB

FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:12 WIB

FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:33 WIB

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:41 WIB

Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:23 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Berita Terbaru