Mahfud MD Nilai Reshuffle Kedelapan Prabowo Jadi Momentum Kurangi Pengaruh Luar dan Perbaiki Pemerintahan

baraNews

Selasa, 3 November 2026 - 19:02 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto yang dalam dua tahun terakhir sering melakukan perombakan kabinet kembali menjadi sorotan setelah melakukan reshuffle yang kedelapan kalinya, termasuk pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah lama dinantikan publik. Perombakan tersebut dinilai sebagai upaya kualitatif dan politis untuk memperbaiki jalannya pemerintahan di tengah isu kuatnya pengaruh kekuatan lain dari luar.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo setidaknya memiliki dua makna penting. Pertama, langkah tersebut merupakan upaya nyata Prabowo untuk memperbaiki pemerintahannya sendiri agar lebih efektif. Kedua, reshuffle itu dibaca sebagai upaya untuk menciptakan keseimbangan politik setelah selama hampir dua tahun pemerintahannya dinilai tidak sepenuhnya independen.

Mahfud mengungkapkan adanya pandangan luas di kalangan pengamat dan publik yang menyebut pemerintahan Prabowo masih dicengkeram oleh satu kekuatan lain, yang secara terang-terangan disebut sebagai kekuatan Solo. Istilah tersebut merujuk pada pengaruh politik yang diasosiasikan dengan kelompok Presiden ketujuh Joko Widodo. Selama dua tahun, Prabowo dinilai kesulitan untuk lepas dari bayang-bayang tersebut, sehingga setiap upaya perombakan selalu menghadapi kendala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu contoh yang paling menonjol adalah sulitnya pencopotan Kapolri. Beredar anggapan bahwa Kapolri sebelumnya merupakan orang Solo yang memiliki jasa politik sehingga tidak mudah untuk diganti oleh Prabowo. Namun, dengan terjadinya pergantian Kapolri pada reshuffle kedelapan ini, Mahfud menilai telah terjadi pengurangan komposisi pengaruh luar tersebut. Artinya, Prabowo sudah lebih realistis dan berani mengambil keputusan yang harus dilakukan demi kepentingan pemerintahannya.

Pergantian tersebut memunculkan sosok baru, Jenderal Suyudi, sebagai Kapolri. Menurut Mahfud, pergantian ini patut dinilai bagus bukan semata-mata karena sosok Suyudi yang terbukti bagus, melainkan karena momentumnya untuk melakukan perbaikan. Selama ini publik bertanya-tanya mengapa begitu sulit mengganti Kapolri, dan kini ketika pergantian itu akhirnya bisa terjadi, hal tersebut membuka ruang untuk pembenahan. Meski belum genap sebulan menjabat, Suyudi dinilai sudah menunjukkan pendekatan yang berbeda dan terasa lebih segar.

Mahfud pun memberikan pesan kepada Kapolri baru untuk benar-benar menjadi pembantu Presiden dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa Kapolri diangkat oleh Presiden sehingga harus membantu Presiden mengamankan program-program pemerintah tanpa harus ikut-ikutan berpolitik atau memihak pada kegiatan politik tertentu. Ia juga mengapresiasi langkah penataan ulang personel di tubuh Polri, di mana orang-orang yang sebelumnya disingkirkan, dibuang ke lembaga pendidikan atau di-nonjob-kan tanpa jabatan, kini mulai ditata kembali.

Lebih lanjut, Mahfud menilai langkah Prabowo yang masih mempertahankan sejumlah orang yang diasosiasikan dengan lingkaran sebelumnya, seperti di Dewan Pertimbangan Presiden, Kepala Staf Kepresidenan, hingga beberapa menteri seperti Menteri Kehutanan, bukanlah tanpa perhitungan. Menurutnya, orang-orang tersebut sengaja masih dipasang di sekitar Presiden agar tetap terkendali. Jika berada di luar pemerintahan, justru dikhawatirkan akan lebih liar dan melakukan kegiatan sendiri. Dengan ditempatkan di dalam, seperti di Wantimpres atau di KSP, mereka berada di bawah pengawasan langsung, termasuk melalui Badan Pengawasan Khusus yang dibentuk Presiden.

Namun, Mahfud juga menyayangkan sikap diam Presiden terhadap sejumlah menteri yang memiliki indikasi masalah hukum kuat dan telah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi namun tidak datang memenuhi panggilan. Ia mempertanyakan mengapa Presiden tidak memberikan pernyataan tegas. Tidak mungkin seorang Presiden tidak mendengar berita seserius itu, atau jika sudah mendengar mengapa tidak menegur. Seharusnya Presiden memerintahkan menterinya untuk datang memberikan keterangan. Jika bersih, jelaskan, dan jika tidak, biarkan proses hukum berjalan.

Menurut Mahfud, seharusnya Presiden secara terbuka menyampaikan teguran bahwa seorang menteri yang dipanggil aparat penegak hukum untuk memberi keterangan tidak boleh mangkir karena hal itu mencoreng nama baik kabinet. Pernyataan publik semacam itu dinilai penting untuk menunjukkan komitmen Presiden terhadap penegakan hukum tanpa pandang bulu, sekaligus menjaga wibawa pemerintahan yang sedang berupaya melakukan perbaikan melalui reshuffle kedelapan tersebut.

Berita Terkait

Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Tiga Pejabat Polri: YLBHI-LBH Bandar Lampung, Momentum Reformasi Kepolisian
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Presiden Prabowo Jadi Korban Penyadapan Sejak Dua Bulan Menjabat, Menko Kumham Imipas Tegaskan Penyidikan Tetap di Polri
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara
Publik Apresiasi Menteri Imipas Agus Andrianto Salurkan 200 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah
Perkuat Marwah Jurnalistik, SWI dan LUKW Unitomo Gelar UKW di Kalimantan Selatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 05:04 WIB

Polisi Peduli, Bhabinkamtibmas Evakuasi Warga yang Membutuhkan Perawatan Medis

Rabu, 4 November 2026 - 01:49 WIB

Babinsa Bontotangnga Tanamkan Nilai Pancasila dan UUD 1945 Sejak Dini di SD 346 Timbula

Selasa, 3 November 2026 - 20:40 WIB

Wujudkan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman, SMAN 1 Piyungan Bekali Kader Sekolah dengan Penguatan Karakter Anti-Bullying

Selasa, 3 November 2026 - 04:23 WIB

Babinsa Gantarang Dampingi Penyaluran Makan Bergizi Gratis di SDN 329 Palambarae Bulukumba

Senin, 2 November 2026 - 15:10 WIB

AIR MATA PUTRI DI PINTU POLDA: 19 Bulan Menanti, 7 Sertifikat Sah Kalah Oleh 1 Sertifikat Misterius?

Senin, 2 November 2026 - 11:08 WIB

Polsek Bontobahari Bersama Puskesmas Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMP

Senin, 2 November 2026 - 11:03 WIB

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 06:14 WIB

Hari ke-8 Operasi Patuh Pallawa 2026, Polres Bulukumba Sebarkan Stiker dan Imbauan Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru